Bogor Baheula: Sejarah Gedung Museum Tanah

26 March 2019, 14:11 WIB
1 0 63
Gambar untuk Bogor Baheula: Sejarah Gedung Museum Tanah
oleh : Husnul Khatimah

BOGOR TENGAH, AYOBOGOR.COM—Kota Bogor memiliki sejumlah bangunan heritage peninggalan masa lampau yang hingga kini masih utuh dan terawat. Salah satunya Istana Bogor dan Istana Batu tulis. Selain kedua bangunan itu, masih banyak bangunan tua lainnya yang turut mempercantik Kota Hujan, di antaranya Gedung Museum Tanah yang berada di seberang pintu masuk utama Kebun Raya Bogor.

Ciri bangunan tua pada Gedung Museum Tanah terlihat begitu mencolok dengan bangunan khas Eropa tempo dulu, seperti pintu dan jendela yang berukuran besar. Maka tak heran bangunan ini kerap dijadikan objek foto pengunjung.

Koordinator Museum Tanah Bambang Winarko mengatakan, gedung yang berada di Jalan Otista itu memang merupakan peninggalan Pemerintah Belanda yang pernah menjadikan Bogor sebagai kota tempat mereka bermukim.

"Gedung ini sudah ada sejak tahun 1905. Dibangun oleh pemerintah Belanda tapi Museum Tanah sendiri baru ada tahun 1988," ujar Bambang saat ditemui di museum tanah, Sabtu (23/3/2019).

Awalnya, Gedung Museum Tanah memiliki nama Laboratatorium Vooragrogeologie En Ground Onderzoek yang dibangun pada periode tahun 1880-1900-an, sebagai salah satu lembaga penelitian di bawah Kebun Raya Bogor dan digunakan untuk Laboratorium Geologi.

"Awalnya gedung ini digunakan sebagai laboratorium, kemudian baru menjadi lembaga penyelidikan tanah," kata Bambang.

Museum ini, lanjutnya, dijadikan lembaga penyelidikan tanah tepatnya pada 1914 sehingga nama gedung pun diubah menjadi Laboratorium untuk Geologi Pertanian dan Penyelidikan Tanah.

Memasuki 1950, pengelolaan gedung diambil alih oleh pemerintah Indonesia dan dijadikan sebagai lembaga penelitian tanah di bawah koordinasi Jawatan Penyelidikan Tanah.

Pada periode 1974-2013, gedung ini dikelola oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian dan mulai dimanfaatkan sebagai kantor Balai Besar Sumber Daya Lahan Laboratorium Tanah dan Museum Tanah.

"Setelah itu, museum ini sempat vakum karena kantor atau badan yang menaungi Museum Tanah berpindah tempat. Jadi ini sempat kosong dan kemudian direnovasi pada 2015, dan diresmikan jadi Museum Tanah pada 5 desember 2017, yang berada di bawah Kementerian Pertanian," kata Bambang.

Dia mengatakan, selain Museum Tanah, sebuah gedung yang berada di belakang museum ini juga merupakan bangunan heritage, namun usianya lebih muda, baru dibangun pada 1950-an.

Sejak didirikan hingga kini, menurut Bambang, Gedung Museum Tanah tak banyak mengalami perubahan dari bentuk awalnya. Kalaupun ada, itu hanya sebatas perawatan seperti pengecatan.

"Terakhir direnovasi tahun 2015. Namun dari dulu hingga kini bentuk bangunannya sama karena ini bangunan heritage sehingga tidak boleh ada perubahan bentuk, yang direnovasi hanya perawatan-perawatan saja," kata Bambang.

  Komentar untuk Bogor Baheula: Sejarah Gedung Museum Tanah

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar
Jadilah yang pertama memberi komentar!