AKREDITAS A? Cuih!

2 May 2019, 21:47 WIB
10 3 153
Gambar untuk AKREDITAS A? Cuih!
"Besok berpakaian rapih, jangan terlambat”, Begitu pesan guru ke siswa.

Sebelumnya, beberapa hari yang lalu dilakukan bersih-bersih akbar di sekolah. Sampah-sampah dibersihkan, sarang laba-laba dan debu yang biasanya menempel dan menghalangi sinar matahari di jendela disapu bersih.

Tak lupa juga, dinding dicat dengan warna baru, pondasi dan plafon yang retak diperbaiki. Biasanya, plafon di ruangan kelas itu menjadi jalan air ketika hujan tiba. Kini, semua baru,
mengkilap. Jika ada orang baru yang datang, bisa jadi dikiranya sekolah itu baru dibangun.

Di kantor pun sama. Berkas-berkas disusun rapih. Terutama pelaporan penggunaan dana operasional. Tak ada selisih uang masuk dan belanjaannya.

Yaa, semua harus bersih dan rapi. Besok, tim akreditasi akan datang, menilai sekolah apakah sudah layak naik satu tingkat: dari akreditasi C ke akreditasi B.

Penantian yang lama akhirnya datang juga. Orang-orang kiriman kementerian itu akhirnya datang. Seluruh staf tersenyum lebar. Tampak kepala sekolah yang paling lebar senyumnya di antara tuan rumah itu.

***

Akreditasi bagi lembaga pendidikan sangatlah penting. Akreditasi tinggi, semisal skreditasi A, adalah impian dan cita-cita sekolah. Semakin tinggi nilai akreditasi, dianggap semakin baik pula kualitas pendidikan yang dihasilkan sekolah.

Sayangnya, sekolah-sekolah kita saat ini masih suka menipu diri sendiri. Kualitas diperbaiki hanya untuk mendapatkan akreditasi. Sekolah menjadi narsis. Bersolek secantik-cantiknya untuk tamu agungnya.

Mirip seperti gadis muda yang hendak jalan bersama kenalan baru. Dipakai baju terbaiknya. Gincung paling merah melekat di bibir tipisnya. Juga tak lupa parfum dan aksesoris pelengkap yang tak pernah digunakan di hari-hari biasa, kini tersusun cantik dan rapih.

Begitulah sekolah-sekolah kita. Ditonjolkannya semua hasil solekan terbaiknya demi mendapatkan nilai akreditasi yang tinggi. Sekolah bersih, perpustakaan nyaman dan punya buku lengkap. Laporan penggunaan anggaran rapih. Tak ada korupsi. Uang masuk sama dengan uang keluar.

Sayangnya, sama seperti gadis muda itu, nilai dan kualitas itu tak dijaga dalam setiap hari kegiatan belajar mengajar. Kualitas dijaga hanya saat akreditasi.

DI hari-hari biasa, perpustakaan lebih sering terkunci. Guru menghilang sebelum jam pelajaran usai. Meja dan kursi belajar rusak. Siswa selalu terlambat. Guru pun begitu. Cara mengajar guru monoton.

Lalu, kita ramai-ramai bertanya “Kenapa kualitas pendidikan kita tak pernah membaik?”

Selamat Hari Pendidikan Nasional.

Sumber/Penulis : Dhani Rhama

  3 Komentar untuk AKREDITAS A? Cuih!

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar