7 Mitos yang salah seputar khitan

4 May 2016, 15:17 WIB
28 1 116
Gambar untuk 7 Mitos yang salah seputar khitan
Ini adalah laporan dari warga di wilayah kejadian. Harap berhati-hati dan selalu waspada. Jika butuh bantuan, hubungi  112
Khitan adalah sesuatu yang sangat penting. Terlepas dari ajaran agama dan kepercayaan tertentu, khitan sebenarnya memiliki beberapa manfaat kesehatan. Di antara nya adalah menjaga kebersihan, mencegah infeksi, mencegah penyakit, mencegah inflamasi, bahkan mencegah kanker.

Namun sejauh ini masih saja ada mitos yang tersebar di kalangan masyarakat dan itu tidak sesuai dengan medis.

1. Khitan membuat pertumbuhan anak semakin cepat
Ada orang bilang bahwa orang yang telah dikhitan akan semakin cepat tumbuh menjadi besar dan tinggi. Faktanya, itu tidaklah benar. Semakin bertumbuh tinggi bukanlah disebabkan oleh khitan melainkan tergantung pada nutrisi yang dikonsumsi oleh orang itu sendiri. Tidak ada kaitannya membuang sebagian kulit di Mr. P dengan pertumbuhan seseorang.

2. Setelah khitan tidak boleh makan daging, ikan, dan telur
Daging dan telur dipercaya akan memperlambat sembuhnya anak yang dikhitan. Sehingga anak tidak boleh mengonsumsi daging dan telur. Itu tidak benar. Pasalnya daging dan telur memiliki kandungan protein tinggi yang justru dapat membantu menyembuhkan luka dengan cepat.

3. Dikhitan jin
Ada cerita bahwa seorang anak dikhitan jin. Benarkah demikian? Pada dasarnya tidak ada jin yang bertindak sebagai dokter sunat. So, itu semua adalah mitos belaka. Penjelasan secara medis telah ditemukan. 'Burung' anak kecil secara tiba-tiba kulit luarnya (kulup) menghilang dan muncul dengan penampilan layaknya sudah dikhitan.

Padahal itu adalah paraphimosis, yang merupakan suatu kondisi yang mana tidak ada kulit yang menutupi kepala penis karena tertarik ke belakang. Kulit tersebut tidak dapat dikembalikan seperti semula. Penyebabnya adalah seringnya 'burung' anak kecil dibuat mainan, kulitnya ditarik ke belakang dan tidak bisa dikembalikan. Sehingga penis terasa seperti tercekik.

Jika terjadi seperti ini seharusnya segera dioperasi karena sangat berbahaya bagi masa depan anak.

4. Jika saat dikhitan menangis, maka akan menikah dengan janda
Ada mitos yang berkembang di masyarakat bahwa anak yang menangis saat khitan maka jodohnya adalah seorang janda. Faktanya, tidak ada hubungannya menangis saat khitan bisa menikah dengan janda.

5. Tidak boleh lari-lari sebelum dikhitan agar tak keluar banyak darah
Orang tua zaman dahulu sering mengingatkan agar si anak tidak boleh berlari-lari 3 hari sebelum dikhitan. Alasannya agar tidak keluar banyak darah. Faktanya itu salah. Keluarnya banyak darah biasanya karena si anak terlalu tegang, sehingga memicu jantung lebih cepat dari biasanya. Itulah sebabnya darah keluar banyak.

6. Khitan terlambat bikin alot prosesnya
Orang yang terlambat khitan alias terlalu tua untuk disunat, dikatakan bahwa proses pemotongannya bakalan alot. Faktanya, tidaklah benar. Tidak ada hubungannya faktor usia dengan mudah tidaknya proses pemotongan kulup penis.

7. Khitan sebelum akil baligh bikin tak bisa tinggi
Beberapa orang percaya bahwa khitan sebelum anak mengalami akil baligh atau pubertas akan membuatnya tak bisa tinggi. Sekali lagi, tinggi tidaknya seorang anak dipengaruhi oleh dua hal, keturunan dan bagaimana nutrisi baik masuk dalam tubuh. Sehingga terlalu cepat dikhitan tidak memiliki efek pada tinggi badan.

  1 Komentar untuk 7 Mitos yang salah seputar khitan

Masuk ke akun AtmaGo kamu untuk ikut memberi komentar!

Masuk  atau  Daftar