Yang Dibicarakan Selama Tiga Hari dalam Fasilitasi Simpul Belajar Mabaca-Madani di Pangkep

5 1 586
Gambar untuk Yang Dibicarakan Selama Tiga Hari dalam Fasilitasi Simpul Belajar Mabaca-Madani di Pangkep
Senin, 2 November 2020

Menjelang pukul 09.00 Wita, anggota Simpul Belajar Mabaca yang telah dibentuk pada 23 September lalu mulai datang di Warkop Shiniki yang menjadi tempat berkumpul guna melanjutkan agenda pertemuan.

Agenda berlangsung selama tiga hari yang dimulai pada Senin, 2 November. Fasilitator, Nawir Sikki dan Co Fasilitator, Hidayat, bergantian memandu jalannya fasilitasi yang dimulai dengan membuat kontrak belajar, harapan peserta, dan penggambaran citra Simpul Belajar.

Pada sesi ini fasilitator memandu peserta agar fokus membahas konsep Simpul Belajar yang dikonsepsikan menjadi ruang belajar dan aksi bersama bagi peserta ke depan. Hal ini terkait tentang metode dan pengembangan kapasitas organisasi.

Nawir Sikki menyampaikan konsepsi CSO yang diharapkan terbangun dalam proses belajar ini bukan musuh pemerintah. “Yang terlibat dalam Simpul Belajar bukanlah CSO yang datang menakuti aparat pemerintah dan menginginkan transaksi tertentu.” ujarnya.

Di sesi akhir, peserta mengisi form daring untuk mengukur Indeks Kinerja Forum (IKF). Sebelum mengisi form, Nawir Sikki memutar video panduan mengenai urgensi IKF untuk mengetahui kinerja forum, baik yang baru atau sudah lama. “Sederhananya, IKF ini membantu kita untuk mengetahui apa yang sudah dan belum dilakukan dalam forum.” terangnya.

Selasa, 3 November 2020

Pembicaraan kontrak belajar di hari pertama, peserta menyepakati memulai kelas pada pukul 09.00 Wita. Di hari kedua peserta konsisten menjalankan kesepakatan. Forum dibuka oleh Co Fasilitator, Hidayat, memberikan ruang kepada peserta melakukan ulasan mengenai pembahasan di hari pertama.

Inggrid Iskandar dari PD Aisyiyah Pangkep, mengulas kembali sesi penjelasan IKF dan proses mengisi form. Haniah dari LP2A (Lembaga Perlindungan Perempuan dan Anak) menjelaskan kembali soal konsepsi dan citra Simpul Belajar Mabaca. Sedangkan Achmad Faisal dari KSM Amanah yang diberi amanah merancang logo berdasarkan usulan beragam perspektif peserta telah diselesaikan dan sisa dibicarakan lebih lanjut untuk digunakan sebagai logo resmi Simpul Belajar.

Selanjutnya Nawir Sikki yang juga FC Madani Sulawesi Selatan, mengenalkan metode pembacaan masalah dengan mengenalkan dua varian diagram yang disebut diagram ikan dan pohon. Metode ini memungkinkan peserta yang dibagi ke dalam tiga kelompok untuk memetakan masalah di tingkat Desa, Kecamatan, dan Kabupaten. Ketiga kelompok ini selanjutnya diberi waktu merumuskan sorotan masalah utama isu Angka Kematian Ibu dan Anak (AKIA) di tiap level tingkatan.

Usai istirahat, ketiga kelompok bergantian menjelaskan pemetaan masalah yang telah dibuat guna mendapat umpan balik. Pada proses ini Nawir Sikki membantu mengarahkan peserta fokus pemetaan isu agar tidak mengambang untuk tiap level.

Pada tingkat Kelurahan/Desa fokus advokasi ditekankan pada model kebijakan, bisa berupa Perdes, misalnya. Di tingkat Kecamatan perlu ditingkatkan kebijakan layanan, dan di level Kabupaten perlu mendorong regulasi (Perda) yang memayungi kebijakan ke bawah.

Rabu, 4 November 2020

Di hari terakhir Fasilitasi Simpul Belajar Mabaca Madani, Hidayat kembali mengajak peserta secara bergantian mengulas proses pembelajaran yang telah dilakukan di hari kedua. Dari ulasan peserta menunjukkan kalau proses belajar bersama yang telah dilalui dua hari ini dapat memahami bersama tentang apa yang dibahas dan strategi yang akan dilakukan.

Selanjutnya Nawir Sikki memberikan pengantar Strategi Advokasi. Materi ini menekankan pentingnya usaha sadar dan terorganisir yang dilakukan kelompok untuk mengubah suatu kebijakan. Guna mengujicobakan metode ini ke peserta, maka kelompok yang telah terbentuk kembali melakukan kerja bersama untuk melakukan pemetaan kemudian presentasi masing-masing kelompok.

Di sesi presentasi ini, Rosniaty Azis, Direktur Eksekutif YASMIB Sulawesi, memberikan masukan perlunya perluasan jangkaun jaringan advokasi ke sektor lain. “Bicara kesehatan ibu dan anak bukan cuma wilayah Dinkes saja,” tuturnya.

  1 Komentar

Tulis komentarmu...

Nawir Sikki
Tamu
Luar biasa ulasan kegiatannya, mantap Pak Sekjend KKDP dan Presidium Simpul Belajar. ✍️👍
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. ECO.J, Juara 1 Anugerah Inovasi & Penelitian 2021


Komentar Terbanyak

  1. 7
    Komentar
  2. 6
    Komentar

    ECO.J, Juara 1 Anugerah Inovasi & Penelitian 2021

  3. 4
    Komentar
  4. 2
    Komentar