WORKSHOP INTEGRASI GESI DALAM KELEMBAGAAN DAN PENGELOLAAN LEARNING FORUM

0 0 100
Gambar untuk WORKSHOP INTEGRASI GESI DALAM KELEMBAGAAN DAN PENGELOLAAN LEARNING FORUM
JON RANTEPADANG, BARRU
Workshop Integrasi GESI Dalam Kelembagaan dan Pengelolaan Learning Forum, berlangsung di Ruang Pertemuan PPO Daun Hijau pada tanggal 2 September 2021. Workshop diikuti oleh anggota Learning Forum Yassiberrui dan PPO Daun Hijau dengan narasumber Field Coordinator.
Tujuan Workshop yaitu untuk meningkatkan kapasitas anggota PPO Daun Hijau dan Learning Forum Yassiberrui, agar memahami konsep GESI dan penerapannya dalam lembaga serta pentingnya mengintegrasikan dalam dokumen-dokumen, demikian menurut Darwis, Field Coordinator.
Isu kesertaraan gender dan inklusi sosial (Gender Equality and Social Inclusion/ GESI) belum banyak diintegrasikan dan diimplementasikan pada berbagai lembaga, dokumen maupun kegiatan. Umumnya, lembaga tidak secara khusus membahas isu GESI sehingga pemahaman tentang GESI masih sangat rendah dan hal ini terjadi pada semua tingkatan termasuk pada lingkup pemerintah daerah. Dampaknya, perempuan dan penyandang disabilitas sering kali tidak dianggap dan kenyataannya sering mendapat perlakukan yang tidak adil. Hak-hak kaum perempuan dan penyandang disabilitas banyak yang tidak dipenuhi.
Sementara itu, kesetaraan gender merupakan konsep yang dikembangkan dengan mengacu pada dua instrumen internasional yang mendasar yakni Deklarasi Universal Hak Asasi Manusia dan Konvensi Penghapusan Segala Bentuk Diskriminasi terhadap Perempuan (CEDAW).
Demikian pula, disabilitas merupakan penyebab sekaligus akibat dari kemiskinan. Penyandang disabilitas sebagian besar tetap terpinggirkan dalam kebijakan dan program pembangunan utama. Penelitian yang didukung oleh Departemen Luar Negeri dan Perdagangan Australia menemukan adanya stigma negatif yang terkait dengan disabilitas di Indonesia, dan bahwa penyandang disabilitas dianggap tidak memiliki kemampuan serta cenderung dianggap sebagai beban bagi orang-orang di sekitar mereka. Kebijakan dan undang-undang masih didominasi dan dipengaruhi oleh pendekatan karitatif daripada pendekatan berbasis hak asasi manusia.
Selain mendapatkan pemahaman tentang isu GESI melalui paparan materi dan diskusi, peserta workshop juga diminta untuk melakukan telaahan tentang penerapan masalah GESI dalam kehidupan sehari-hari. Juga mendiskusikan apakah GESI sudah termuat dalam dokumen-dokumen masing-masing NGO.
Terkait permasalahan yang dihadapi oleh anggota simpul belajar, diantaranya; masih banyak LSM yang belum mempunyai visi, misi serta program yang dirumuskan melalui rencana strategis, kecuali LSM yang merupakan cabang dari LSM skala nasional; tidak memiliki agenda kegiatan tahunan apalagi membuat laporan tahunan; tidak memiliki pengurus yang terstruktur dan melakukan kerja-kerja sesuai job deskripsi.
Dengan terbentuknya simpul belajar, diharapkan ada sharing antara anggota dan juga penguatan serta pengembangan jaringan sehingga kerja-kerja yang dilaksanakan akan lebih efektif. Dan yang paling penting adalah adanya ‘knowledge sharing” di antara anggota simpul belajar, demikian menurut Jon Rantepadang, dari PPO Daun Hijau.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. SD Negeri Cikandang 02 - Kersana


Komentar Terbanyak

  1. 13
    Komentar
  2. 9
    Komentar

    Lowongan DAILY WORKER JAKARTA

  3. 6
    Komentar

    Lowongan DAILY WORKER BEKASI

  4. 6
    Komentar