Wallacea-SBL Luwu Utara Bahas Rencana Kerja Advokasi Transparansi Dana Desa Pro Inklusi

0 0 130
Gambar untuk Wallacea-SBL Luwu Utara Bahas Rencana Kerja Advokasi Transparansi Dana Desa Pro Inklusi
Memulai agenda implementasi tahun kedua Program Mitra Utama MADANI di Luwu Utara, Perkumpulan Wallacea bersama Simpul Belajar Lamaranginang adakan diskusi strategi advokasi transparansi dana desa pro inklusi pada hari Senin(10/10) di Warkop Dg. Aziz. Diskusi ini juga merupakan bagian tindak lanjut dari pertemuan koordinasi sebelumnya di Aula Bappelitbangda Luwu Utara.

Dibahas dalam diskusi itu peningkatan peran Simpul Belajar Lamaranginang dalam proses advokasi dan pendampingan kelompok rentan di tiga desa piloting dengan menyesuaikan rencana kegiatan dari Mitra Utama selama 2021-2022.

Selain itu, ada beberapa hal penting untuk dikonfirmasi ulang dengan Pemda adalah rumusan masalah pengelolaan dana desa yang inklusi, bagaimana memastikan upaya kolaborasi yang disepakati bersama dalam pelaksanaannya di lapangan, kemudian strategi pendampingan Simpul Belajar bagi kelompok rentan di desa terkait partisipasi, pengawasan, pemenuhan hak, dan kemanfaatannya terhadap dana desa.

Difasilitasi oleh Basri Andang Direktur Perkumpulan Wallacea, peserta diajak mencermati agenda Mitra Utama selama setahun dan mensinkronisasi dengan masukan-masukan strategi advokasi dari peserta diskusi. Misalnya, masukan perlunya sosialisasi dan assesment kelembagaan kelompok rentan di desa akan disinkronkan dengan agenda inisiasi forum peduli kelompok rentan di desa.

Selain itu misalnya, perlu merumuskan upaya kolaborasi dengan Pemda dengan mensinkronkannya dengan agenda Pertemuan Pematangan, Analisis Dan Penyepakatan Masalah Terkait Dengan Tema Transparansi Dana Desa Pro Inklusi yang rencananya dilaksanakan pada hari Kamis, 14 Oktober 2021, dan agenda Pertemuan untuk Literasi dan sinkronisasi RPJMD, Renja, RKA OPD terkait pada hari Senin tanggal 18 Oktober 2021.

Pada kesempatan ini pula telah disepakati untuk segera melakukan pertemuan dengan Pemkab. Lalu mematangkan modelling advokasi transaparansi dana desa yang inklusi.

‘’Penting juga melihat kaitannya isu tematik transparansi dana yang inklusi dengan SDGs Desa yang oleh OPD teknis tentu sudah mencantumkan dalam Renstra dan RKAnya,’’ucap Mahatma Amal Alba yang juga Sekretaris Simpul Belajar Lamaranginang.

Turut hadir pada diskusi itu, FC MADANI Luwu Utara, Perkumpulan Wallacea, Ketua Simpul Belajar Lamaranginang, dan beberapa anggota Simpul seperti Klinik Desa, Perkumpulan FAKTA, L-Perak, dan Jurnalis Warga.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler


Komentar Terbanyak

  1. 5
    Komentar
  2. 2
    Komentar
  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar