Upaya Pencegahan dan Penanganan Kasus Kekerasan melalui penyusunan SOP

1 0 130
Gambar untuk Upaya Pencegahan dan Penanganan Kasus Kekerasan melalui penyusunan SOP
Pada tanggal 25 Oktober Yayasan Sapa terlibat dalam kegiatan penyusunan SOP Pelayanan Terpadu Perempuan/Anak dan Tindak Pidana Pedagangan Orang yang diselenggarakan oleh Dinas DP2KBP3A Kabupaten Bandung yang dimana pada kegiatan tersebut Yayasan Sapa bertindak sebagai Narasumber.
Pembahasan SOP ini dibagi kedalam dua tema besar, pertama, SOP Layanan Korban Kekerasan terhadap Perempuan/Anak dan Tindak Pidana Perdagangan Orang ( TPPO) kedua, SOP Integrasi antar SKPD terkait Layanan Korban Kekerasan terhadap Perempuan/Anak dan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO).

Acara ini dibuka oleh Kepala Dinas DP2KBP3A yaitu H. Haerun M.si dan diselenggarakan di RM. Saung Rasa Cangkuang Kab Bandung.
Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa kondisi Pandemi Covid-19 yg belum usai menjadi salah satu faktor tingginya angka kekerasan terhadap perempuan dan anak di wilayah Kabupaten Bandung. Pandemi Covid-19 banyak menyebabkan terjadi nya PHK sering menyulut kekerasan di lingkungan keluarga ditambah tidak adanya pembagian kerja di rumah tangga mengakibatkan perempuan atau istri mengalami beban kerja ganda.
Sementara untuk kasus TPPO beliau mengatakan kabupaten Bandung merupakan salah satu kantong penyumbang pekerja migran terbanyak selain kabupaten Cianjur, Sukabumi dan Indramayu. Di akhir sambutannya beliau berharap acara ini menjadi salah satu usaha serius dalam menangani kasus KTPA dan TPPO.

Dalam acara ini pihak panitia mengundang dua Narasumber, pertama, Riki dari UPTD P2TP2A dengan tema SOP Layanan Korban Kekerasan terhadap Perempuan/Anak dan TPPO, kedua, Iman Sholeh Hidayat dari Yayasan SAPA ( SAPA Institut) yang membahas SOP Layanan Korban Kekerasan terhadap Perempuan/Anak dan TPPO dengan integrasi antar SKPD.

Dalam paparannya kedua Narasumber ini sepakat bahwa SOP ini merupakan kebutuhan urgen dalam sistem layanan.
Lebih jauh iman Sholeh Hidayat narasumber dari Yayasan Sapa menyatakan bahwa SOP ini harus menyasar semua kelompok masyarakat tidak terkecuali kelompok anak muda dan disabilitas, dimana kedua kelompok ini sekarang menjadi perhatian serius dari Yayasan Sapa lewat Program Madani yang berfokus pada isu kesehatan dengan melibatkan kedua kelompok masyarakat ini (anak muda dan disabilitas) baik dari mulai perencanaan, kegiatan sampai evaluasi.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Vaksinasi COVID-19 Gandaria City (17-30 Januari 2022)


Komentar Terbanyak

  1. 3
    Komentar
  2. 2
    Komentar
  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar