TENTANG TULISAN KU

3 0 426
Gambar untuk TENTANG TULISAN KU
TENTANG TULISANKU

Aku mulai senang menulis sejak duduk di bangku SD (Sekolah Dasar), entah di kelas berapa. Menulis saja tanpa alur dan redaksi jelas. Tidak jarang tulisanku melahirkan tawa berderai bapak (almarhum) yang sering iseng membacanya. Beliau lantas bertanya, apa maksud tulisan itu. Biasanya, aku hanya nyengir, karena tidak dapat menjelaskan dengan baik tentang hal yang ku tulis. Ingat ku, aku selalu senang ketika guru meminta kami menulis karangan dan mulai loyo ketika ada tugas berhitung. Biasanya, karanganku cepat selesai dengan setumpuk kata "dan", "setelah itu" & "kemudian" 🤣🤣😜.

Di bangku SMP (Sekolah Menengah Pertama) kegemaran menulisku berlanjut. Beberapa tulisan ngawur ku dimuat majalah Sahabat Pena. Secara tidak langsung aku juga belajar dari kegiatan korespondensi dengan banyak sahabat. Menulis ngawur itu, masih ku lakukan hingga saat ini tanpa perkembangan kemampuan yang berarti. Mungkin hal ini yang membuat ku selalu ingin belajar dan belajar menulis lagi tanpa jenuh.

Entah berapa tulisan yang sudah tersusun baik dalam bentuk fiksi mau pun nonfiksi. Terpampang di beberapa media dan lebih banyak menjadi konsumsi pribadi. Rentetan kalimat yang sambung menyambung, representasi upaya memilih dan memilah diksi yang akan dirangkai. Tidak jarang bingung mengganggu, tapi sungguh otak serasa tak ingin diam. Hanya kadang fisik menolak, enggan dan malas hanya sekedar menekan pelan tuts huruf pada handphone murah ini. Tapi, lambat laun rasa itu jenuh menghinggapi, ada keyakinan pada diri bahwa menulis memberi kekuatan diri. Untuk mengeksplorasi semua hal yang ada dipikiran, takutkan, lakukan, impikan dan sederet perasaan lainnya.

Tidak semua hal yang tertulis tentang diri ku pribadi. Pikirku sering usil ketika melihat hal yang menarik perhatian. Tidak jarang tulisan ku melahirkan tanggapan berbeda dari pembaca. Mungkin karena gaya bahasa bebas, tidak diperhalus untuk mengaburkan kondisi sebenarnya. Tulisan ku biasanya bersifat terbuka, terkesan sangat vulgar dalam menyampaikan hal. Hingga dalam beberapa kesempatan, teman-teman yang bergerak dalam ruang literasi mengajak diskusi mau pun workhsop. Alhamdulillah dunia semakin lebar, ilmu dan sahabat bertambah. Mari tinggalkan jejak melalui tulisan.


#Rumahmenulisindonesia
#seawoelandary
#salimtubagus
#nurrahmahmerdekawati

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terbaru


Terpopuler

  1. Vaksinasi COVID-19 Gandaria City (17-30 Januari 2022)


Komentar Terbanyak

  1. 3
    Komentar
  2. 2
    Komentar
  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar