Tak Tampak Mata tapi Menggemparkan Dunia

2 0 148
Gambar untuk Tak Tampak Mata tapi Menggemparkan Dunia
Siapa yang tak kenal Corona, saat ini seluruh dunia sedang membicarakan si mungil ini. Dimulai dari Wuhan China perlahan tapi pasti virus ini menyebar keseluruh dunia, termasuk Indonesia. Pada awalnya Indonesia tidak mengakui atau tidak menyadari bahwa COVID 19 sudah datang berkunjung ke Indonesia. Hampir setiap hari kita membaca berbagai macam candaan dimedia sosial tentang COVID 19 yang tidak masuk ke indoensia, antara lain 100 sendok piring gelas cuma dicuci dengan air 1 ember, Dari asap knalpot, obat nyamuk, rokok, sampai debu juga disedot dan masih banyak candaan lainnya. Tetapi semua candaan tersebut hilang dengan pengumuman langsung dari Presiden Joko Widodo bahwa sudah ada 2 orang terpapar virus ini dan dinyatakan positif corona. Tak lama berselang, pemerintah mengambil tindakan untuk “merumahkan” anak sekolah mulai dari tingkat PAUD sampa Universitas.
Kebijakan “merumahkan” anak sekolah mulai dari sekolah-sekolah diJakarta, hingga pada akhirnya tgl 17 maret 2020 Gubernur Sumatera Utara mengeluarkan Surat Edaran dengan Nomor : 440/2666/2020 tentang Peningkatan Kewaspadaan Terhadap Resiko Penularan Infeksi Corona Virus Disease (COVID 19) di Sumatera utara. Salah satu isi dari surat edaran tersebut adalah para Siswa harus belajar secara mandiri dirumah masing-masing. Selain kebijakan “merumahkan” anak sekolah kebijakan lain yang di ambil pemerintah adalah Work From Home (WFH) dan Social Distancing. Kebijakan yang diambil pemerintah ini memunculkan masalah baru terutama untuk warga kelas menengah kebawah seperti tukang becak, pedagang keliling, pengusaha rumah makan, petani dll. Seperti yang di alami Mak Iris, dimana suaminya adalah tukang becak. Sudah beberapa hari ini mak Iris kesulitan untuk membeli kebutuhan sembako karena pendapatan suaminya berkurang drastis bahkan tidak dapat penghasilan sama sekali karena selama ini yang menjadi penumpang becaknya mayoritas anak sekolah dan pegawai kantoran. Mak iris dan keluarganya hanya bisa makan mie instan. Lain lagi permasalahan yang dihadapi petani. Kebijakan “merumahkan” siswa sekolah dan Social Distancing membuat berkurangnya daya beli masyarakat. Para pedang yang bisa berjualan dikantin sekolah harus berhenti berdagang, belum lagi para pembeli rumah makan yang menurun sehingga daya beli masyarakat berkurang sementara pasokan barang malah meningkat sehingga hal ini menyebabkan murahnya harga jual hasil pertanian. Seperti kacang panjang sebelum ada COVID 19 petani menjual kacang panjang ke agen berkisar 3.000,- perkilo, tetapi saat ini harga jual kacang panjang hanya 1.000,- saja, mentimun harga sebelumnya 3.500,- saat ini menjadi 1.500,-, dan begitu juga dengan hasil pertanian lainnya dimana harga jualnya semakin lama semakin menurun, sementara ongkos produksi tidak mengalami penurunan.
Entah sampai kapan virus ini ada di Indonesia, yang pasti semakin hari kerugian yang ditimbulkan semakin meningkat. #WargaLawanCorona

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Daftar CASN Pake Calo

  2. Workshop Disabilitas Jember


Komentar Terbanyak

  1. 5
    Komentar

    Workshop Disabilitas Jember

  2. 3
    Komentar
  3. 3
    Komentar
  4. 3
    Komentar