Tak Pakai Masker, Tenaga Kesehatan Cemas.

1 0 603
Gambar untuk Tak Pakai Masker, Tenaga Kesehatan Cemas.
Tidak bisa di pungkiri keberadaan Klinik kesehatan di pedesaan masih sedikit di tambah lagi akses menuju klinik memerlukan jarak tempuh cukup jauh. di satu desa dengan wilayah yang luas terkadang hanya terdapat satu klinik kesehatan milik swasta yang belum terdaftar sebagai klinik dengan Fasilitas Kesehatan dari BPJS. Masyarakat yang ingin memeriksakan kesehatan nya harus menggunkan biaya pribadi di tengah sulitnya ekonomi saat ini.

Di masa Pandemi seperti ini pemerintah mewajibkan kepada seluruh masyarakat untuk menerapkan Protokol kesehatan. Di tempat umum selalu kita temui tulisa himbauan yang terpampang dengan tulisan “ WAJIB MEMAKAI MASKER” apakah himbauan ini di patuhi oleh masyarakat?. Agustina Seorang tenaga kesehatan di salah satu klinik BPJS di kecamatan Sei Rampah – Serdang Bedagai menuturkan hanya ± 40% pasien yang datang ke klinik ini yang patuh akan protokol kesehatan. ‘ Di Desa ini pemerintah desa nya sudah membagikan masker ke seluruh masyarakat juga sudah menghimbau untuk tetap menggunakan masker dimanapun berada tapi giliran berobat ke klinik malah gak bawa masker’ Tuturnya. Banyak Masyarakat masih beranggapan bahwa daerahnya bukan Zona Merah Penyebaran Covid-19 sehingga kurangnya kesadaran dalam menerapkan protokol kesehatan yang sudah di wajibkan. Mereka merasa wilayahnya masih aman karena belum adanya Korban meninggal akibat Virus ini di desanya sendiri. Padahal bersama kita ketahui penyebaran virus ini masih tinggi di wilayah Sumatera Utara terlebih di masa Libur Natal dan Tahun baru ini.

Di lansir dari Situs https://covid19.sumutprov.go.id/ Gubernur Sumatera Utara (Sumut) mengeluarkan aturan persyaratan Pelaku Perjalanan Dalam Negeri yang memasuki Wilayah Provinsi Sumatera Utara (Sumut), wajib menunjukkan hasil PCR atau Rapid Test Antigen dengan masa berlaku 14 hari. Aturan dengan Nomor 360/9626/2020 tanggal 18 Desember 2020 ini belaku mulai 21 Desember 2020 hingga 4 Januari 2021.
Hal itu disampaikan Juru Bicara (Jubir) Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Covid-19 Sumut Whiko Irwan mewakili Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, saat menyampaikan perkembangan terkini penanganan Covid-19, secara virtual dari Ruang Sumut Smart Province, Kantor Gubernur, Jalan Pangeran Diponegoro Nomor 30 Medan, Senin (21/12).
“Aturan yang diberlakukan pada masa liburan Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 ini semata-mata untuk mencegah penyebaran Covid-19 dari luar daerah ke daerah lainnya di Sumut. Pengalaman dari masa liburan beberapa waktu lalu, di beberapa provinsi di luar Sumut, didapatkan adanya peningkatan atau lonjakan penderita Covid-19. Lonjakan penderita baru Covid-19 akan membutuhkan effort (upaya) yang besar untuk mengatasinya,” ujar Whiko.Ketidak disiplinan masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan terutama masyarakat yang datang ke klinik kesehatan tak jarang mengakibatkan konflik dengan tenaga kesehatan. ‘ Kami sering berdebat hingga bersuara dengan nada tinggi untuk menyadarkan mereka, kami ini garda terdepan yang rentan terkena penularan virus ini. Kami di rumah punya keluarga juga yang harus kami lindungi’ Tutur Agustina.
Untuk antisipasi pihak klinik kesehatan tempat Agustina bekerja rutin melakukan penyemprotan desinfektan dan juga memperbanyak pengadaan Hand Sanitizer juga rutin melakukan Rapid Test. Dalam sehari bisa 12 kali penyemprotan desinfektan dilakukan di klinik kesehatan tersebut. Dengan semakin meningkatnya kasus terinfeksi Covid-19 ini di harapkan masyarakat lebih mengetatkan kembali Protokol Kesehatan karena hingga saat ini Obat atau Vaksin Covid-19 masih simpang siur dan tidak ada kejelasan dan ketegasan.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Vaksinasi COVID-19 Gandaria City (17-30 Januari 2022)


Komentar Terbanyak

  1. 5
    Komentar
  2. 3
    Komentar
  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar