Studi Komparasi LPMK se-Kota Yogyakarta di Kota Malang

0 2 311
Gambar untuk Studi Komparasi LPMK se-Kota Yogyakarta di Kota Malang
Studi komparasi bagi Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) se-Kota Yogyakarta tahun 2021 dilaksanakan di Kota Malang, Jawa Timur. Studi komparasi dimaksudkan untuk membandingkan potensi yang berada di wilayah tujuan dengan potensi di masing-masing wilayah LPMK. Selanjutnya mencari persamaan dan perbedaan potensi yang ada, yang memungkinkan untuk dikembangkan di wilayah LPMK.

Studi komparasi dilaksanakan Senin-Selasa  (11 dan 12 Oktober 2021), di Kelurahan Purwantoro, Kecamatan Blimbing, Kota Malang dan Bagian Kesejahteraan Rakyat, Pemerintah Kota Malang.

Turut mendampingi studi komparasi, Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, Wakil Ketua Komisi D, DPRD Kota Yogyakarta, Krisnadi Setyawan, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB), Edy Muhammad, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra), Retnaningtyas, Staf Kesra dan Ketua LPMK se-Kota Yogyakarta.

Retnaningtyas, Kabag Kesra Kota Yogyakarta menyatakan, Studi Komparasi ini sebagai salah satu upaya untuk menambah wawasan bagi LPMK, guna optimalisasi peran LPMK dalam pemberdayaan masyarakat. Selain itu, potensi yang ada di wilayah tujuan, menjadi referensi pengembangan wilayah.

Ia menuturkan, di hari pertama tujuan studi komparasi di wilayah kampung Glintung Water Street (GWS) yang terletak di RW 5, Kelurahan Purwantoro, AQ Kecamatan Blimbing, Kota Malang. GWS merupakan kampung yang berbasis ketahanan pangan dan urban farming. Di kampung ini, peserta diajak menyusuri kampung untuk melihat secara langsung pengelolaan tanaman, budi daya lele dan ikan dengan memanfaatkan saluran air yang berasal dari belik atau sumber mata air dan saluran air hujan.

Selain itu, peserta mendapatkan informasi dari Ketua RW 5 Purwantoro, Ageng Wijayakusuma tentang keterlibatan masyarakat dalam menciptakan kampung wisata GWS, peran kelompok masyarakat dan kelembagaan tingkat wilayah kampung, peran LPMK, Kelurahan dan Kecamatan, serta upaya meningkatkan nilai tambah dari budidaya lele dan ikan. Disamping pengelolaan sampah, dan daur ulang sampah bernilai jual.

Ia menambahkan, pemanfaatan saluran air dari belik untuk memelihara ikan lele, ikan nila dan jenis ikan lainnya. Pemanfaatan tersebut berangkat dari permasalahan banjir yang sering terjadi, bila hujan tiba. Kondisi ini terjadi, karena secara geografis berada di dataran rendah. Disisi lain, tidak memungkinkan untuk dibuat sumur peresapan. Setelah dikelola, dan dimanfaatkan secara maksimal, saat ini terhindar dari banjir dan hasil ikan diolah, sehingga menambah pendapatan ekonomi masyarakat.

Di hari kedua, Selasa (12/10/2021), peserta  studi komparasi beserta Wakil Walikota, Wakil Ketua Komisi D DPRD, Kepala DP3AP2KB, dan Kabag Kesra Kota Yogyakarta diterima Wakil Walikota Malang, Sofyan Edi Jarwoko di Hall dan Meeting Room Komplek Balaikota Malang.

Wakil Walikota Malang, dalam sambutannya menyatakan Kota Malang adalah kota besar kedua setelah surabaya, dengan luas 114 km2, yang terdiri dari 5 kecamatan dan 57 kelurahan.

Semboyan Kota Malang adalah Malangkucecwara, lanjut Edi, yang memiliki makna yang dalam, yaitu keburukan akan musnah oleh Tuhan atau Keburukan akan musnah dengan kebenaran, yang kebenaran itu dari Tuhan.

Sementara etnik masyarakat Malang terkenal religius, dinamis, suka bekerja keras, lugas dan bangga dengan identitasnya sebagai Arek Malang (AREMA). Sedangkan Bahasa Jawa dialek Jawa Timuran dan bahasa Madura adalah bahasa sehari-hari masyarakat Malang. Di kalangan generasi muda berlaku dialek khas Malang yang disebut ‘boso walikan’ yaitu cara pengucapan kata secara terbalik, contohnya : seperti Malang menjadi Ngalam.

Menurutnya, ada perubahan habitus warga kota Malang, dari yang terkesan sangar menjadi ramah, dari yang tidak aman menjadi aman. Hal ini karena disetiap kampung ada destinasi wisata yang sering dikunjungi wisatawan. Kunjungan wisatawan tersebut, berdampak secara ekonomi, yang menuntut masyarakat merubah kebiasaanya.

Ia menuturkan, LPMK di wilayah Kota Malang diampu oleh Kecamatan sesuai dengan kewilayahannya. "Pemberdayaan masyarakat yang dilakukan LPMK, telah bersinergi dengan kelurahan dan kelembagaan di tingkat kelurahan", ujarnya.

Sementara, Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi dalam sambutannya, mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Kota Malang, khususnya kepada Wakil Walikota Malang, atas kesediaan menerima rombongan Ketua LPMK se-Kota Yogyakarta.

Sebelumnya, rombongan telah mengunjungi kampung Glintung, Purwantoro, Kecamatan Blimbing. "Yang Mulia Ketua LPMK, telah melihat secara langsung, dan mendapatkan informasi tentang pemberdayaan masyarakat. Informasi tersebut menjadi referensi untuk pengembangan di masing-masing wilayah LPMK", ujar Heroe.

Bertukar cindera mata antara Wakil Walikota Yogyakarta dengan Wakil Walikota Malang mengakhiri kunjungan studi komparasi. Penyerahan cindera mata didampingi Wakil Ketua Komisi D DPRD Kota Yogyakarta, dan disaksikan Ketua LPMK se-Kota Yogyakarta. (KangRozaq)

  2 Komentar

Tulis komentarmu...

Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Bukit Seguntang Adalah Ulu Melayu

  2. Penyerahan Bantuan Kursi Roda Kepada Warga


Komentar Terbanyak

  1. 8
    Komentar

    Kelurahan Brontokusuman Ramah Anak

  2. 8
    Komentar

    4 KEBUTUHAN ANAK YANG WAJIB DIPENUHI ORANG TUA

  3. 7
    Komentar
  4. 5
    Komentar

    Kehumasan ? Bukan Sekedar Antar Surat