SB Mabaca Presentasikan Lembar Kebijakan KIBBL

2 0 307
Gambar untuk SB Mabaca Presentasikan Lembar Kebijakan KIBBL
Hasil diskusi pemetaan isu kesehatan ibu dan bayi baru lahir (KIBBL) yang telah dilakukan beberapa bulan lalu di internal Simpul Belajar Mabaca (SB Mabaca) kini dipresentasikan di ruang pertemuan Bappeda Pangkep (Senin, 12/04). Sartiana, Divisi Data dan Informasi SB Mabaca menampilkan ringkasan kebijakan (policy brief) melalui slide materi yang telah disiapkan.

“Kami membagi tiga level masalah begitupun dengan rekomendasi kebijakan yang bisa ditempuh oleh pemangku kebijakan mulai dari level kelurahan dan desa, kecamatan hingga tingkat kabupaten,” ucap Sartiana.

Skema rekomendasi itu meliputi perlunya level kelurahan/desa menyiapkan strategi regulasi melalui peraturan desa (Perdes) dengan mendorong kader atau fasilitator desa dan kelurahan di bidang kesehatan. Hal ini senada paparan Syamsuddin, Divisi Sumber Daya Lembaga SB Mabaca yang optimis hal ini bisa dilakukan mengingat alokasi dana desa lumayan besar untuk melakukan pelatihan dan mencanangkan tenaga fasilitator bidang kesehatan.

Di level kecamatan, rumusan rekomendasi mengusulkan adanya program pemeriksaan keliling kepada ibu hamil dan menggelar inisiasi pertemuan rutin antara masyarakat dengan tenaga kesehatan di Puskesmas. Sedangkan di level kabupaten, Dinas Kesehatan perlu melakukan edukasi tentang pentingnya kampanye kesehatan reproduksi di kalangan remaja dan mendorong terbangunnya sistem informasi berbasis digital terkait rujukan maternal dan neonatal.

Menanggapinya, Hj Murni, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Pangkep mengulas banyak tentang kendala yang masih terus dihadapi di Pangkep kaitannya dengan pelayanan. Utamanya mengenai akses di wilayah terpencil seperti di kepulauan dan pegunungan. “Sebagai upaya yang sudah lama dilakukan, Dinkes Pangkep telah membangun MOU dengan faskes terdekat yang bisa dijangkau masyarakat Pangkep seperti membangun kerjasama dengan rumah sakit di Sumbawa, NTT,” ungkapnya.

Dialog berlangsung selama dua jam lebih ini memantik banyak pendapat, tanggapan, dan usulan. Amanah Restuyana, Ka Seksi Keperawatan Rumah Sakit Batara Siang Pangkep menjelaskan sejumlah hal terkait proses pelayanan di rumah sakit. Ia mengimbau agar kerjasama pelayanan perlu dibangun dari bawah mulai dari petugas kesehatan lintas puskesmas dan pemerintah desa untuk berandil membangun tenaga pendamping ibu hamil.

Andi Farida, Kasubag Umum Kepegawaian Bappeda tampil menyuarakan pengalamannya ketika melakukan pendampingan ibu hamil yang akan melahirkan, berdasarkan pengalamannya ia mengusulkan agar di ruang bersalin harusnya disediakan alat ultrasonografi atau biasa disebut USG. Bagi Ibu Farida, alat USG ini penting sebagai alat bantu untuk melakukan pengecekan gejala yang dialami ibu hamil. “Ketika ingin melahirkan memang ada rasa sakit, tetapi perlu bagi tenaga kesehatan mengandalkan alat USG karena tingkat rasa sakit yang dialami ibu hamil tentu berbeda,” jelasnya.

Penyampaian lembar kebijakan dari SB Mabaca ini merupakan strategi dalam proses input draf RPJMD Pangkep terkait Pangkep Sehat yang merupakan salah satu sepuluh program unggulan Pemda Pangkep lima tahun ke depan.

Di akhir forum, Nawir Sikki, FC Madani Pangkep mendorong dilakukan pertemuan lanjutan dengan fokus mendalam dengan membangun komunikasi lanjutan agar lahir kebijakan aksi di lapangan. Hal ini ditekankan agar Dinkes Pangkep dan SB Mabaca dapat membangun sinergitas dalam menjalankan program kolaborasi terkait KIBBL. Rencana ini akan ditindaklanjuti pasca Ramadan.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. ECO.J, Juara 1 Anugerah Inovasi & Penelitian 2021


Komentar Terbanyak

  1. 7
    Komentar
  2. 6
    Komentar

    ECO.J, Juara 1 Anugerah Inovasi & Penelitian 2021

  3. 4
    Komentar
  4. 2
    Komentar