Sanggar Hijau Membangkitkan Semangat Tolerasi dalam Kepedulian Lingkungan

0 0 120
Sikap toleransi dan peduli sosial yang merupakan pribadi bangsa Indonesia, dimana makna dari toleransi sendiri yaitu sikap saling menghormati sesama. Menjaga tolerasi menjadi bagian penting dalam berkehidupan. Ada alasan yang mendalam dari usaha – usaha yang dilakukan LSM Perkumpulan Sanggar Hijau Indonesia untuk turut serta menjaga toleransi dan peduli pada sesama agar tidak memudar atau hilang, “karena hilangnya sikap toleransi dimasyarakat akan mengakibatkan semakin saling tidak peduli terhadap sesama maupun terhadap alam, tentu hal tersebut tidak baik apabila terus berlanjut, manusia adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan satu dengan lainnya, dan manusia membutuhkan alam untuk kehidupan. Sehingga membangkitkan kembali semangat toleransi dan peduli sosial juga menjadi bagian orientasi gerakan dari Perkumpulan Sanggar Hijau Indonesia yang Berperan aktif (berpartisipasi) dalam usaha pelestarian lingkungan”. Penjelan Lutfi Nurhadi sebagai Manager Project Sanggar Hijau Indonesia.
Peduli ekosistem lokal menyatukan semua orang dari berbagai kelas, usia, status ekonomi dan benua, hal ini dibuktikan dari aksi kolaborasi edukasi lingkungan bersama Komunitas Badala Jombang yang mengajak anak - anak hebat Desa Tanjung Wadung dalam kegiatan cleanup sampah diarea bermainya. Ketidak nyamannya yang lutfi rasakan saat tim Sanggar Hijau Indonesia saat melihat kawasan bermain berdampingan dengan area pembuangan sampah yang dilakukan oleh warga sekitar, padahal sampah sampah itu tersangkut menumpuk di ledokan pinggir sungai dan pastinya menjadi sumber masalah apabila debit air sungai meninggi, sampah – sampah didominasi berjenis plastik dan popok itu akan ikut hanyut dan menjadi rantai panjang pencemaran. Maka dengan mengajak anak-anak bergerak untuk peduli juga bisa menjadi pesan kepada masyarakat sekitar agar tidak membuang sampah ditempat tersebut, di dekat area bermain mereka. “Proses pembersihan akan meningkatkan kesadaran akan konsekuensi dari konsumsi dan bahaya plastik”, tambah Lutfi Nurhadi.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Bukit Seguntang Adalah Ulu Melayu

  2. Games Sore bersama Mahasiswa Bhayangkara


Komentar Terbanyak

  1. 7
    Komentar
  2. 4
    Komentar
  3. 4
    Komentar
  4. 4
    Komentar

    Kelurahan Brontokusuman Ramah Anak