Sanggar Hijau Indonesia mengikuti sharing Sosialisasi dan Pembelajaran Penggunaan Swakelola Tipe III

1 0 315
Gambar untuk Sanggar Hijau Indonesia mengikuti sharing Sosialisasi dan Pembelajaran Penggunaan Swakelola Tipe III
Jombang 1 September2021 secara daring, Sanggar Hijau Indonesia diundang oleh Konsorsium LinkLSM yang tersiri dari atas AKATIGA, SEKNAS FITRA, KONSIL LSM dan YASMIB Sulawesi. Kegiatan tersebut sharing terkait “Mengenali Swakelola Tipe III dan Pembelajaran Penggunaan Swakelola Tipe III”. Narasumber masing-masing dari Direktorat PSKPU LKPP dan SuaR Indonesia.
Direktorat PSKPU LKPP menyampaikan bahwa peraturan yang mendukung tentang swakelola tipe III yaitu Perpres nomor 16 tahun 2018 yang mana peraturan tersebut disempurnakan dengan diterbitkannya Perpres Nomor 12 tahun 2021 tentang perubahan atas Perpres Nomor 16 Tahun 2018 tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah. Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah (LKPP) juga mengeluarkan peraturan tentang Pedoman Swakelola. Peraturan tersebut dikeluarkan untuk menjelaskan lebih detil terkait swakelola baik tipe I, tipe II, tipe III, dan tipe IV.
Diantara 10 kriteria barang/jasa yang diadakan melalui swakelola yang umum dilakukan oleh Ormas/NGO yaitu Jasa penyelenggaraan penelitian dan pengembangan, pendidikan, pelatihan, seminar, lokakarya ayau penyuluhan. Jasa sensus, survey, pemprosesan/pengolahan data, peurumusan kebijakan public, pengembangan sistem, aplikasi. Barang/jasa yang dihasilkan oleh Ormas, kelompok masyarakat, atau masyarakat. Barang/jasa yang pelaksanaan pengadaannya memerlukan partisipasi masyarakat, dan lain-lainnya.
Penyelenggara swakelola tipe III oleh lembaga swadaya masyarakat/organisasi masyarakat sipil, juga dapat dilaksanakan oleh perguruan tinggi swasta atau organisasi profesi. Adapun persyaratannya antara lain: berbadan hukum yayasan/perkumpulan yang telah mendapatkan pengesahan dari kemenkumham, memiliki NPWP lembaga, memiliki struktur organisasi/pengurus, memiliki AD/ART, mempunyai bidang kegiatan yang berhubungan dengan barang/jasa yang diadakan sesuai dengan AD/ART dan/atau dokumen pengesahan, mempunyai personel tetap dengan keilmuan dan pengalaman teknis menyediakan atau mengerjakan barang/jasa sejenis yang diswakelolakan, mempunyai kantor dengan alamat yang benar, dan adanya perjanjian kerjasama kemitraan.
Adapun contoh pengalaman Ormas/NGO yang sudah melaksanakan swakelola tipe III yaitu dari SuaR Indonesia. Menurut Pak Sanusi selaku staf SuaR Indonesia mengatakan bahwa alasan tertarik pada swakelola tipe III yaitu merupakan peluang bagi CSO/Ormas untuk mengakses dalam rencana kegiatan yang dilakukan oleh pemerintah daerah melalui APBD, ada kegelisahan bagi CSO yang mana berada diluar skema pembangunan dalam satu wilayah, ingin membuktikan, apakah Perpres 16 th 2018 sudah tersampaikan pada tingkat Kab/Kota.
Peta jalan SUAR menuju Swakelola tipe 3. Pertama, SUAR diundang lokakarya terkait “Penguatan peran OMS dalam pembangunan yang partisipatif: merumuskan langkah bersama di tengah tantangan-tantangan” oleh Perkumpulan Prakarsa dan Oxfam Jakarta di Bogor. Kedua, dalam lokakarya tersebut ada sesi terkait pendanaan yang berkelanutan bagi CSO dengan pembahasan tentang Perpres 16 th 2018 tentang swakelola tipe 3. Katiga, melakukan diseminasi internal hingga advokasi ke OPD dan legislative. Keempat, mencari informasi tambahan pada OPD tentang swakelola tipe 3. hasilnya, mayoritas belum tahu, ada yang pernah dengar tetapi belum paham dank arena bukan bidangnya. Selanjutnya mencoba komunikasi ke jejaring NGO dengan hasil, beberapa dari mereka baru mendengar, ada yang tahu tetapi syaratnya berat dan perlu adanya audit laporan keuangan oleh eksternal.

Pembelajaran dari perjalanan SuaR Indonesia dalam mendapatkan dan menjalankan swakelola tipe III yaitu Pengelolaan swakelola tipe 3 merupakan piloting project sehingga pembelajaran ini bisa dipakai OPD dan ormas/NGO, bahwa semua ormas/NGO bisa mengakses lelang barang dan jasa di Pemerintahan. Dulu ormas/NGO tidak masuk dalam skema pembangunan, sekarang sudah bisa akses. Hasil kinerja OPD yang melakukan swakelola dengan Ormas/NGO memberikan hasil jauh lebih bagus, komprehensif dan keberlanjutan

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler


Komentar Terbanyak

  1. 5
    Komentar
  2. 2
    Komentar
  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar