Sampah Menggunung, Bupati Tinjau TPA Jetis

3 0 226
Gambar untuk Sampah Menggunung, Bupati Tinjau TPA Jetis
๐’๐š๐ฆ๐ฉ๐š๐ก ๐Œ๐ž๐ง๐ ๐ ๐ฎ๐ง๐ฎ๐ง๐ , ๐๐ฎ๐ฉ๐š๐ญ๐ข ๐“๐ข๐ง๐ฃ๐š๐ฎ ๐“๐๐€ ๐‰๐ž๐ญ๐ข๐ฌ

Bupati Purworejo RH Agus Bastian SE MM meninjau kondisi terkini Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) Gunung Tumpeng Desa Jetis Kecamatan Loano, Rabu (10/3/2021). Dari peninjauan itu, terlihat tumpukan sampah yang mulai menggunung di satu-satunya TPA yang dimiliki Kabupaten Purworejo itu.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DINLH) Kabupaten Purworejo Al Bambang Setiyawan MSi menjelaskan, TPA Jetis diproyeksi hanya untuk menampung sampah perkotaan dan perumahan. Namun, mulai tahun 2020 sampah dari pasar juga ditampung di TPA Jetis.

โ€œSetiap harinya TPA Jetis menerima 40 ton sampah. Setahun kita baru bisa memproduksi kompos sebanyak 25 ton. Dengan meningkatnya volume sampah maka akan mempengaruhi kapasitas sel TPA Jetis,โ€ terang Bambang.

Dikatakan Bambang, saat ini TPA Jetis memiliki 3 sel yang diproyeksikan akan mampu menampung dan mengelola sampah hingga tahun 2022. Namun pada tahun 2021 ini, sampah sudah terlihat menumpuk.

โ€œDiperlukan penambahan area sekitar 5000 m2. Selain itu juga diperlukan penambahan sarana peralatan. Anggaran untuk tanah sekitar 1,3 miliar, sedangkan peralatan beko dan buldoser senilai 6 miliar. Total 7,3 miliar yang telah kami usulkan pada pada tahun 2022,โ€ imbuh Bambang.

Sementara itu, Bupati Purworejo RH Agus Bastian SE MM menilai perlu adanya peningkatan teknologi pengolahan sampah yang lebih baik di TPA Jetis. Lahan yang semakin lama semakin terbatas, menuntut pamanfaatan teknologi agar dapat mengolah sampah menjadi produk yang bermanfaat.
โ€œPenambahan area TPA tidak dapat terus dilakukan. Mau selebar apapun tidak akan bisa. Satu-satunya jalan adalah penerapan teknologi, bagaimana sampah ini didaur ulang untuk menghasilkan produk-produk yang bermanfaat,โ€ kata Bupati.
Bupati menambahkan, pemrosesan pupuk di TPA Jetis telah dilakukan sejak lama. Namun jika pemrosesan pupuk terus dilakukan secara manual, menurutnya tidak akan begitu bermanfaat bagi masyarakat.

Sumber :
Pemkab Purworejo
@purworejokab.go.id

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. MALEAN SAMPI

  2. Dewata Kite Festival (Festival Layang-layang Pulau Dewata)


Komentar Terbanyak

  1. 3
    Komentar
  2. 2
    Komentar

    Pisang Goreng Mbah Mis

  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar

    RTAR VII PMII Fak.Tarbiyah Lahirkan Nakhoda Baru