Rencana Aksi Isu Tematik Kesehatan Ibu dan Anak

4 0 333
Gambar untuk Rencana Aksi Isu Tematik Kesehatan Ibu dan Anak
Setelah bergelut pendampingan Musrembang dari tingkat kelurahan hingga pengawalan perumusan RKPD di tingkat kabupaten tahun anggaran 2022 yang menjadi program taktis. Simpul Belajar Mabaca Pangkep pada Jumat (26/3) kembali berkumpul merumuskan rencana aksi untuk isu Kesehatan Ibu dan Anak Baru Lahir (KIBBL).

Dalam pemaparannnya, Rosniaty Azis, Direktur Eksekutif Yasmib Sulawesi, mengungkapkan upaya peningkatan kesejahteraan masyarakat terus diupayakan oleh pemerintah Kabupaten Pangkep. Salah satu indikatornya adalah adanya kecenderungan peningkatan Indeks Pembangunan Gender (IPG) dari tahun 2015 hingga tahun 2019 yang mencapai angka 90,16.

Pada aspek kesehatan, khususnya terkait KIBBL, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep) menempati posisi keempat penyumbang angka kematian ibu dan bayi di Sulawesi Selatan. beberapa faktor disebabkan, diantaranya karena minimnya fasilitas kesehatan di tingkat desa dan kelurahan dan akses untuk sampai dari rumah ke tempat pelayanan kesehatan tidak terjangkau. Selain itu, juga kurangnya SDM untuk memastikan atau monitoring agar pasien terlayani dengan baik.

Nawir Sikki, Senior FC Pangkep, menyatakan bahwa dalam pelaksanaan program nantinya sekiranya dalam penentuan target lokasi program perlu mempertimbangkan beberapa kondisi. Di antaranya bagaimana program yang ingin dicapai bisa berkolaborasi dengan pihak terkait. “Selain angka kematian yang tinggi, responsibiltas dengan pihak terkait mesti jadi pertimbangan mengingat pendampingan yang akan kita lakukan memakan waktu sekitar 3 tahun bahkan lebih,” paparnya.

Lebih lanjut Rosniati Azis menjelaskan terkait target yang akan dicapai dalam pendampingan termasuk peningkatan koordinasi penanggulangan kemiskinan lintas sektor melalui penguatan TKPKD dan implementasi SPKD agar terbangun konsistensi dalam pelibatan organisasi masyarakat sipil (OMS).

Pada kesempatan ini pula dilakukan pemetaan wilayah untuk pendampingan dengan mempertimbangkan topografi Pangkep dengan wilayah tiga dimensi, yakni daratan, pegunungan, dan kepualauan. Desa Coppo Tompong di Kecamatan Mandalle mewakili daratan, Desa Bantimurung di Kecamatan Tondong Tallasa untuk wilayah pegunungan dan Desa Mattiro Matae Kecamatan Likang Tupabbiring di daerah kepulauan.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. ECO.J, Juara 1 Anugerah Inovasi & Penelitian 2021


Komentar Terbanyak

  1. 7
    Komentar
  2. 6
    Komentar

    ECO.J, Juara 1 Anugerah Inovasi & Penelitian 2021

  3. 4
    Komentar
  4. 2
    Komentar