Pusat Study Alqur'an Disabilitas /Rumah Qur'an Disabilitas Jember Berbuka Puasa Bersama PERPENCA

1 0 224
Gambar untuk Pusat Study Alqur'an Disabilitas /Rumah Qur'an Disabilitas Jember Berbuka Puasa Bersama PERPENCA
Jumat, 30 April 2021 bertempat di sekretariat Persatuan Penyandang Disabilitas dan Center Advokasi (Perpenca) Jember di perumahan Queen Gardenia Blok Edelweise A28 Jember berlangsung acara kajian Alqur'an buka bersama bersama pengelola Rumah Qur'an/Pusat Study Alqur'an Disabilitas / Musium Qur'an Jember.

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur'an kemudian dilanjutkan dengan pembacaan sari tilawah Alqur'an, kemudian dilanjutkan dengan kajian /ceramah Alqur'an. Dari Perpenca tampak pengurus Perpenca dan perwakilan Perpenca di 31 kecamatan juga hadir.

Pada bulan Ramadhan ini, bulan dimana Al'quran diturunkan dua tahun yang lalu telah dilouncing Rumah Qur'an Disabilitas/Pusat Studi Al-Qur'an Disabilitas / Musium Al'quran yang terletak di Perumahan Sriwijaya III Blok H 1-2, Kec. Sumbersari Kab. Jember. Rumah Qur'an Disabilitas / Pusat Study Alqur;an Disabilitas Jember ini terinspirasi dari kisah Ibnu Ummi Maktum, penyandang disabilitas netra yang dipuji Rosulullah. Sosok Abdullah bin Ummi Maktum adalah sahabat yang mempunyai peran penting dalam sejarah Islam. Bukan hanya karena Ummi Maktum diuji dengan ketidaksempurnaan fisik berupa disabilitas netra, melainkan juga beberapa keistimewaan lain dari Ibnu Ummi Maktum.

Diantaranya dikenal sebagai muazin, selain bilal bin Rabah. Ibnu Ummi Maktum juga merupakan salah satu individu yang pertama menyatakan ikrar syahadat kepada Rasulullah SAW.

Meski mempunyai ketidaksempurnaan fisik, Abdullah Ibnu Ummi Maktum dikenal berilmu serta beradab, sehingga bisa melihat dengan mata hati.

Tak heran bila dirinya memiliki kepekaan tinggi untuk mengetahui waktu. Jika Bilal mengumandangkan azan pada malam hari , setiap fajar Abdullah Ibnu Ummi Maktum keluar dari rumahnya untuk menyerukan azan Shubuh di masjid.

Pada Ramadhan, Rasulullah pun bersabda, “Makan dan minumlah kalian hingga Abdullah bin Ummi Maktum mengumandangkan azan.”

Bahkan Allah telah memuliakan pria tersebut. Pasalnya, Abdullah merupakan sebab surah ke-80 dalam Alquran yakni surah ‘Abasa turun.

Mengutip sejumlah referensi kitab, dikisahkan surah ‘Abasa turun ketika satu hari saat Nabi tengah duduk bersama para pemuka Quraisy.

Lalu tiba-tiba Abdullah menanyakan sesuatu kepada Rasulullah tetapi beliau tak menghiraukannya karena sibuk berbicara dengan beberapa tokoh Quraisy di antaranya Syaibah bin Rabi’ah.

Selesai berunding dengan para Quraisy, Rasulullah kemudian bersiap untuk pulang, namun mendadak beliau merasa kesakitan. Saat itulah Firman Allah berupa surah ‘Abasa ayat pertama hingga ke- 16 turun.

“Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling karena telah datang seorang buta kepadanya. Tahukah kamu barangkali ia ingin membersihkan dirinya (dari dosa), atau dia (ingin) mendapatkan pengajaran, lalu pengajaran itu memberi manfaat kepadanya? Adapun orang yang merasa dirinya serba cukup, maka kamu melayaninya. Padahal tidak ada (celaan) atasmu kalau dia tidak membersihkan diri (beriman). Adapun orang yang datang kepadamu dengan bersegera (untuk mendapatkan pelajaran), sedang ia takut kepada (Allah), maka kamu mengabaikannya. Sekali-kali jangan (demikian)! Sesungguhnya ajaran-ajaran Tuhan itu adalah suatu peringatan. Maka barangsiapa yang menghendaki, tentulah ia memperhatikannya di dalam kitab-kita yang dimuliakan, yang ditinggikan lagi disucikan, di tangan para penulis (malaikat), yang mulia lagi berbakti.”

Nabi Muhammad lalu memanggil Abdullah bin Ummi Maktum dan untuk pertama kalinya menunjuk Abdullah menjadi wakil beliau di Madinah. Sejak hari itu, Rasulullah semakin memuliakan sang muazin.

Suatu ketika Abdullah menyampaikan keinginannya untuk ikut berjihad. Para sahabat pun menyambut baik hal itu.

Hanya saja kemudian firman Allah dalam dalam Surah an-Nisa ayat 95 turun. “Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak ikut berperang ).”

Mengetahui dirinya tak bisa ikut berperang, Abdullah merasa sedih. Lantas dia berkata, “Apakah ada keringanan untukku?” Lalu turunlah ayat lanjutannya, “Selain yang mempunyai uzur.."

Kendati demikian tekad Abdullah ikut sangat kuat. Dirinya berulangkali menyampaikan keinginannya tersebut, hingga akhirnya pada Perang Qadisiyah, dia berperang sebagai pembawa panji pasukan berwarna hitam.

Sejarah mencatatnya sebagai seorang disabilitas netra pertama yang turut dalam peperangan.

Kisah inilah yang melatarbelakangi lahirnya Rumah.
Qur'an Disabilitas sebagai pusat study Alqur'an Disabilitas Jember dan srlanjutnya berkembang lagi menjadi musium Alqur'an, yang merupakan musiun Alqur'an pertama di Jember bahkan nasional.

Pengelola rumah Qur'an disabilitas Jember mempersilahkan teman-teman disabilitas Jember belajar menghafal Al-qur'an disini.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Perbedaan Antara CPNS dan PPPK


Komentar Terbanyak

  1. 10
    Komentar
  2. 5
    Komentar
  3. 3
    Komentar
  4. 3
    Komentar

    Perbedaan Antara CPNS dan PPPK