PROGRAM PADAT KARYA BANTU PEREKONOMIAN MASYARAKAT DI MASA PANDEMI

3 1 297
Gambar untuk PROGRAM PADAT KARYA BANTU PEREKONOMIAN MASYARAKAT DI MASA PANDEMI
Purwokinanti, Pakualaman
Peresmian Padat Karya Program Kotaku 2021 dilakukan oleh H Sukamto SH (Anggota Komisi V DPR RI) didampingi Wawali Yogyakarta Drs Heroe Poerwadi MA, Tri Rahayu ST.MT (Kepala Balai Prasarana Pemukiman Wilayah DIY), dan Muspika Pakualaman di kantor kelurahan Purwokinanti Kemantren Pakualaman, Rabu 28 April 2021

Disampaikan oleh H.Sukamto, "Dengan adanya padat karya ini masyarakat mendapat upah, dengan demikian diharapkan kepada kepala desa atau Lurah supaya mengutamakan masyarakat tidak mampu atau yang terdampak pademi covid untuk melaksanakan pekerjaan ini, harus dengan skala prioritas. Mudah-mudahan ini dapat bermanfaat bagi rakyat".

Adapun bantuan dana yang diberikan pada program padat karya ini yaitu sebesar Rp 300.000.000- per kalurahan.
Dalam program ini, masyarakat diharapkan tidak hanya menerima bantuan secara cuma-cuma melainkan ikut membantu membangun kampung seperti memperbaiki saluran air dan infrastruktur berbasis masyarakat

"Sebagai rasa tangguh jawab ini, warga harus menjalankan dengan baik sehingga hasilnya memuaskan. Pemerintah kota Jogja memiliki cita-cita terhubungnya jalan inspeksi dengan slogan Mundur Munggah Madep Kali guna membangkitkan perekonomian kawasan pinggir sungai. Diharapkan bapak Sukamto sebagai anggota komisi V DPR RI dapat mendorong dan membantu percepatan pembangunan di kota Jogja terkait program Kotaku" ujar Heroe Poerwadi

Kepala Balai Prasarana Permukiman Wilayah (BPPW) DIY Tri Rahayu menggarisbawahi bahwa langkah kolaborasi penanganan kumuh bisa dilakukan melalui tiga hal: pencegahan, peningkatan kualitas, dan pengelolaan. Pencegahan mengandung makna terjemahan untuk pengawasan, pengendalian, maupun pemberdayaan masyarakat. Peningkatan kualitas bisa diwujudkan dalam bentuk pemugaran, peremajaan, hingga permukiman kembali. Sedangkan pencegahan mampu dilaksanakan melalui pengawasan dan pengendalian, beserta pemberdayaan masyarakat

Dituturkan pula oleh Lurah Purwokinanti Sugiharti SIP "Revitalisasi proyek-proyek yang dilaksanakan padat karya program KOTAKU diantaranya infrastruktur, konblokisasi, pelumpuran SAH serta kerja bakti lingkungan di wilayah yang kelihatan kumuh.
Untuk dana dikelola oleh BKM Purwo Raharjo melalui kelompok swadaya masyarakat. 70% tenaga kerja, 20% material, 10% asuransi. tenaga kerja dengan total pekerja sebanyak 75 orang laki-laki maupun perempuan untuk 60 hari kerja"

Mayoritas pekerja berasal dari sektor informal. Para pekerja ini merupakan masyarakat yang terdampak oleh pandemi. Sebagian mereka mengalami penurunan pendapatan, bahkan sebagian lainnya kehilangan pekerjaan.

Adanya program padat karya diharapkan membantu perekonomian keluarga para pekerja tersebut. Mereka pun melaksanakan pekerjaan infrastruktur Program Kotaku dengan lebih tekun dan tanpa mengeluh. Yang tak kalah penting, selama pelaksanaan Padat Karya Program Kotaku, seluruh pekerja patuh dan disiplin pada protokol kesehatan sebagai upaya pencegahan penularan Covid-19.

Sebelum memulai kegiatan, setiap pekerja wajib mengukur suhu tubuhnya serta mengenakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap. Mulai dari masker penutup hidung dan mulut, sarung tangan, rompi pengaman, helm proyek, hingga sepatu boot bersol karet. Protokol ini wajib diterapkan sejak on the job training (OJT) hingga pekerjaan infrastruktur di lapangan.

Manfaat yang dirasakan masyarakat menunjukkan bahwa Program Padat Karya yang digulirkan Pemerintah mampu membantu masyarakat yang terdampak pandemi. Hal ini sekaligus menguatkan Padat Karya sebagai solusi tepat bagi masyarakat dalam menghadapi ketidakpastian ekonomi di masa pandemi

  1 Komentar

Tulis komentarmu...

Ameng

Tamu
Oke lanjut.... terus...beritakan apa yang ada di Purwokinanti untuk kemajuanya...!!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Perbedaan Antara CPNS dan PPPK


Komentar Terbanyak

  1. 10
    Komentar
  2. 5
    Komentar
  3. 3
    Komentar
  4. 3
    Komentar

    Perbedaan Antara CPNS dan PPPK