Petani Milenial Luwu Utara Dorong 20 Desa Menjadi Penangkaran Padi untuk Mandiri Benih

1 0 356
Gambar untuk Petani Milenial Luwu Utara Dorong 20 Desa Menjadi Penangkaran Padi untuk Mandiri Benih
LUWU UTARA --- Ketua perkumpulan petani milenial Indonesia Kabupaten Luwu Utara, Kadding menerima benih unggul 1,2 ton atas kerjasama Fakultas Pertanian Universitas Hasanuddin Makassar (Unhas) - Taiwan dalam program penangkaran benih padi demi mewujudkan desa mandiri benih di Kabupaten Luwu Utara.

Benih padi unggul tersebut, diserahkan melalui perwakilan Balai Pengawasan dan Sertifikasi Benih, Tanaman Pangan dan Hortikultura Provinsi Sulawesi Selatan, Mustakim dan di terima oleh Ketua dan anggota di sekretariat perkumpulan petani milenial Indonesia Kabupaten Luwu Utara, Jl. Andi Karim, BTN. Andi Djemma Masamba, Minggu (28/11/2021).

Mustakim katakan bahwa benih ini diserahkan sesuai usulan calon petani/calon Lokasi (CPCL) perkumpulan Petani milenial Indonesia Kabupaten Luwu Utara dengan luas lahan 40 Ha, yang tersebar di 20 Desa dan perhektar mendapatkan benih 30 Kg.

Lanjut Dia, metode penanaman benih yaitu tanam pindah (TAPIN) dan jajar legowo agar produksi lebih meningkat, "tutupnya.

Sementara ketua perkumpulan petani milenial Indonesia Kabupaten Luwu Utara, Kadding, yang menerima benih padi tersebut, menghaturkan terimakasih kepada ketua CEO penangkaran benih padi Sulawesi Selatan, Prof. Yunus Musa dan koordinator penangkaran benih padi Luwu Raya, Idris Summase atas kepercayaan yang diberikan kepada kami petani milenial.

"Ini peluang besar untuk berkonstribusi membantu petani agar dapat terwujud desa mandiri benih, supaya kebutuhan benih unggul petani terjangkau," tuturnya.

Bicara soal hasil pertanian, tentu sangat tergangtung pada pemilihan benih unggul. Jangan pernah berharap hasil banyak, bilamana benih yang anda tanam, adalah asalan, kemudian baru dilanjutkan bagaimana perlakuannya, "tambah Kadding.

Olehnya itu, Kadding berharap kepada calon penangkaran benih padi, kiranya dapat mengikuti prosedur penangkaran benih dengan baik. Apalagi kita di dampingi langsung pak mustakim sebagai pengawas benih.

Menjadi penangkar perlu keseriusan karena tak boleh ada vatietas lain tumbuh, selain benih pokok. Hal ini perlu di sortir bilamana ada varietas lain, sebab dapat mengganggu pertumbuhan benih pokok.

Untuk diketahui bahwa Program penangkaran benih padi ini, digratiskan benih unggul, akan tetapi bilamana petani butuh soprodi lainnya seperti pupuk, maka perkumpulan petani milenial Indonesia Kabupaten Luwu Utara bekerjasama Universitas Hasanuddin Makassar-Taiwan akan menyediakan nya, namun tidak gratis tapi berupa panjar, panen baru di bayar.

Kebutuhan petani terkait Benih Padi di Luwu Utara sangat besar, dengan luas persawahan 28 ribu Ha, dengan kebutuhan perhektar 25 Kg permusim. Jadi total kebutuhan Benih Padi keseluruhan permusim 700.000 Kg.

Sementara harga, benih unggul 10-15 ribu Kg. Kita kalikan saja 700.000 kg dengan harga rata rata 10 ribu maka total 7 Milyar/musim. Peluang pemuda sangat besar untuk menjadi petani milineal yang sukses. (#)

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Vaksinasi COVID-19 Gandaria City (17-30 Januari 2022)


Komentar Terbanyak

  1. 5
    Komentar
  2. 3
    Komentar
  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar