Peringati Hari Sumpah Pemuda dengan Gelar Webinar Minim Sampah dengan Budaya Kerja 5R

0 0 120
Shanti Ramadhani selaku ketua pelaksana Sanggar Hijau Indonesia memaparkan perkenalan profil singkat Perkumpulan Sanggar Hijau Indonesia. Profil SHI dipaparkan dalam acara webinar minim sampah dengan budaya kerja 5R (ringkas, rapi, resik, rawat, rajin) yang dilakukan secara daring (4/11/21). Kegiatan ini didukung oleh KM4NGO dan dilaksanakan sebagai bentuk peringatan hari sumpah pemuda pada tanggal 28 Oktober dengan harapan akan menjadi wadah belajar bagi anggota perkumpulan dan masyarakat umum untuk bersama mewujudkan lingkungan yang lebih sehat.
Room zoom kegiatan ini dibuka mulai pukul 13.00 wib, dan peserta sudah dapat memasuki ruangan dan bersiap menimba ilmu dari Aang Hudaya yang merupakan trainer dan konsultan metode 5S/5R. Aang sapaan akrabnya memulai pemaparanya materi dari sejarah 5S/5R itu sendiri yang dikenalkan oleh Dr. W. Edward Deming pada saat akhir perang dunia II di Jepang, yang selanjutnya oleh masyarakat Jepang lebih dikenal dengan istilah kaizen.
Lebih jauh lagi, Aang juga memaparkan terkait bagaimana implementasi dari 5R itu sendiri. “yang jelas melalui training terlebih dahulu, kemudian pembentukan team 5R untuk pengawasan dan penyusunan standarisasi kebutuhan kantor/organisasi, kemudian disosialisasikan, selanjutnya diiplementasikan, setelah itu diperlukan monitoring, dari hasil monitoring akan ada riview standar apakah perlu pengembangan atau penyusutan dari standarisasi awal yang dilakukan.” paparnya.
Selanjutnya Aang uga menambahkan catatan penting bahwa ringkas merupakan langkah awal 5R, jika proses ringkas gagal, maka rapi dan resik berikutnya hanyalah hiasan. Tahapan lain tidak akan berjalan. Ringkas sendiri dalam implementasinya memerlukan waktu yang relatif lama karna membentuk habit baik secara bersama.
Pemaparan Aang juga mendapat feedback dari peserta, salah satu peserta menanyakan terkait bagaimana tips atau implemntasi budaya 5R pada kantor yang sempit. Menurut Aang “kerapian itu tidak mengenal luasan tempat, yang jelas ada 3 hal penting yang harus diperhatikan: 1. kita punya tempat untuk segala sesuatu, 2. Segala sesuatu harus terletak pada tempatnya, dan 3. Tidak ada pemborosan/barang berserakan dan kotor “. Pungkasnya.
Aang menambahkan bahwa Implementasi 5R tidak hanya cukup dilakukan dengan pendekatan personal dalam team namun juga memerlukan kebijakan yang mengikat semua orang dalam organisasi, sehingga organisasi dapat berjalan dengan baik.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Vaksinasi COVID-19 Gandaria City (17-30 Januari 2022)


Komentar Terbanyak

  1. 5
    Komentar
  2. 3
    Komentar
  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar