Pengusaha Sarung Majalaya Menjerit, Sudah Didera Pandemi Covid-19, Ditambah Banjir Barang Impor

5 0 218
Gambar untuk Pengusaha Sarung Majalaya Menjerit, Sudah Didera Pandemi Covid-19, Ditambah Banjir Barang Impor
Para pelaku UKM Tekstil dan Produksi Tekstil Majalaya, Kabupaten Bandung, yang memproduksi sarung, baratnya sudah jatuh tertimpa tangga, dengan maraknya barang impor di tengah pandemi Covid-19.

Pelaku Usaha sekaligus Wakil Ketua Asosiasi UKM TPT Majalaya, Agus Ruslan, mengaku, kini TPT Majalaya sangat mengkhawatirkan.

"Pada intinya persaingan impor ini, kami tidak siap dan kami menolak keras. Barang impor yang masuk ke Indonesia, dampak dan efeknya sangat berat bagi kami UKM yang ada di Majalaya," ujar Agus, saat pengusaha TPT berkumpul di Majalaya, Kabupaten Bandung, Kamis (17/9/2020).

Agus memalarkan, melihat di lapangan barang inport itu, harganya lebih murah dan kualitas lebih bagus, jadi pihaknya sangat sulit untuk bersaing.

"Sebelum adanya Covid-19, sudah terasa ketika muncul barang impor (penjualannya) sudah mulai tak setabil, dampak maksimalnya saat ada korona hanya bisa oprasional 3 hari kerja," kata dia.

Menurut Agus, anjloknya penjualan mungkin akibat turunnya ekonomi masyarakat, ditambah banyaknya barang inport.

Agus berharap, pemerintah bisa menolak bahan impor yang masuk ke Indonesia, supaya UKM PPT bisa bersinergi dan berkelanjutan seperti biasa.

Setelah adanya barang impor dan pandemi Covid 19, para pendapatn PPT menurun hampir 80 - 90 persennya.

"Kami hanya bertahan saja, artinya bisa bertahan saja, bisa berproduksi tapi tak bisa menjual," kata dia

Agus mengaku, kini berharap kepada pemerintah bisa membantu untuk order berkesinambungan.

"Di kami ini kan ada pengrajin sarung, kain kasur, handuk, itu mudah-mudahan bisa membantu untuk menyerapnya supaya kami bisa berkelanjutan," ucapnya.

Source :

jabar.tribunnews.com

Repost :

Info Bandung Timur

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Vaksinasi COVID-19 Gandaria City (17-30 Januari 2022)


Komentar Terbanyak

  1. 4
    Komentar
  2. 3
    Komentar
  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar