Pengaruh Meninggalkan Dosa

Gambar untuk Pengaruh Meninggalkan Dosa
Malang Mengaji :

𝐏𝐄𝐍𝐆𝐀𝐑𝐔𝐇 𝐌𝐄𝐍𝐈𝐍𝐆𝐆𝐀𝐋𝐊𝐀𝐍 𝐃𝐎𝐒𝐀

Artikel Whatsapp Malang Mengaji
Seri Fawaidul Fawaid 10

Mahasuci Allah, Rabb alam semesta. Sungguh, banyak sekali manfaat yang dapat diaraih seseorang yang meninggalkan dosa dan kemaksiatan. Diantaranya adalah sebagai berikut:
1. Meneguhkan integritas diri.
2. Terpeliharanya kehormatan diri.
3. Terjaganya harta- yang Allah Subhanahu wa Ta’ala jadikan sebagai penopang kemaslahatan hidup manusia, di dunia dan di akhirat.
4. Dicintai semua makhluk dan melahirkan citra yang baik diantara mereka.
5. Memperoleh kehidupan yang layak.
6. Dianugerahi badan yang kuat dan hati yang teguh.
7. Membersihkan jiwa, membahagiakan hati, dan melapangkan dada.
8. Merasa aman dari hal-hal yang menjadi kekhawatiran orang-orang fasik dan jahat.
9. Tidak sering merasa cemas, resah, ataupun sedih.
10. Menjadikan diri sendiri tetap terhormat sehingga jauh dari kehinaan.
11. Memelihara cahaya hati agar tidak terpadamkan oleh kegelapan maksiat.
12. Mendapatkan jalan keluar dalam setiap permasalahan, di mana permasalahan inilah yang menyesakkan hati orang-orang fasik dan para pelaku maksiat.
13. Mudah memperoleh rezeki melalui jalan yang tidak disangka-sangka.
14. Dimudahkan dalam segala hal yang menjadi kesulitan bagi orang-orang fasik dan para pelaku maksiat.
15. Dimudahkan dalam melakukan ketaatan.
16. Diberikan kemudahan dalam memperoleh ilmu, serta memperoleh sanjungan yang baik di tengah-tengah masyarakat.
17. Banyak mendapatkan doa kebaikan dari orang lain.
18. Menjadikan wajah selalu ceria.
19. Menjadi sosok yang berwibawa di hati semua orang.
20. Mendapatkan pertolongan dan perlindungan dari mereka manakala diganggu atau dizhalimi oleh orang lain.
21. Kehormatannya dipelihara oleh masyarakat ketika tersebut gunjingan atau ghibah tentang dirinya.
22. Doanya cepat dikabulkan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
23. Hilangnya kerisauan hati yang menghalangi antara dirinya dengan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
24. Dekat dengan Malaikat.
25. Dijauhkan dari syaitan-syaitan, baik syaitan yang berbentuk manusia maupun syaitan yang berbentuk jin.
26. Membuat orang lain berlomba-lomba melayani an memenuhi hajatnya.
27. Menjadikan orang-orang berupaya agar dicintai dan dijadikan sahabatnya.
28. Tidak takut menghadapi kematian, bahkan berbahagia dengan datangnya kematian, karena dengan demikian ia dapat menghadap Rabbnya, bertemu dengan-Nya, dan kembali kepada-Nya.
29. Dunia terasa kecil di hatinya dan akhirat terasa begitu besar atau amat berarti baginya.
30. Besar ambisinya untuk meraih kekuasaan dan kemenangan yang agung di akhirat kelak.
31. Merasakan manisnya ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.
32. Merasakan manisnya iman.
33. Para pembawa ‘Arsy dan Malaikat yang ada di sekitarnya mendoakannya.
34. Malaikat pencatat amal bergembira dan mendoakan kebaikan untuknya setiap saat.
35. Semakin bertambah pemahaman, iman dan ma’rifat-nya.
36. Meraih cinta Allah, bahkan Dia selalu memperhatikan dirinya.
37. Allah Subhanahu wa Ta’ala bergembira dengan taubatnya. Sungguh, kegembiraan Allah ini memberikan kegembiraan tersendiri bagi dirinya; yang tidak dapat dibandingkan sedikit pun dengan kegembiraan yang diperolehnya dari perbuatan maksiat sebelumnya.

Demikianlah sebagian manfaat yang akan diperoleh oleh orang-orang yang meninggalkan maksiat. Semua itu dapat dirasakannya ketika masih hidup di dunia.
Adapun setelah orang yang bertaubat itu meninggal dunia, para Malaikat menjemputnya dengan membawa berita gembira dari Rabbnya. Malaikat-Malaikat itu mengabarkan bahwa Surga telah menantinya, serta memberitahukan bahwa ia tidak akan merasa takut dan sedih lagi. Orang ini pun dipindahkan dari penjara dunia.
Dalam hal ini, Rasulullah pernah bersabda,
الدُّنْيَا سِجْنُ الْمُؤْمِنِ، وَجَنَّةُ الْكَافِرِ
“Dunia adalah penjara orang Mukmin dan Surga bagi orang kafir.” Hadits ini diriwayatkan oleh Muslim (no. 2956) dari Abu Hurairah.
Dan kesempitannya ke salah satu taman Surga. Di dalam taman itu, ia meraih kenikmatan hingga hari Kiamat.
Dan tatkala hari Kiamat tiba, semua orang dikumpulkan di tengah panas terik dan dalam kea

daan bercucuran keringat, sementara ia berada di bawah naungan ‘Arasy. Hadits tentang naungan ‘Arasy bagi para hamba yang shalih tercantum di dalam kitab Shahihul Bukahri (no. 660, 1423, 6806) dan Muslim (no. 1031).
Kemudian, setelah umat manusia bertolak dari hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala, ia pun ikut menempuh jalan sebelah kanan bersama para kekasih Allah yang bertakwa dan pasukan-Nya yang beruntung. Inilah yang dikabarkan dalam firman-Nya Subhanahu wa Ta’ala,
ذَٰلِكَ فَضْلُ اللَّهِ يُؤْتِيهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَاللَّهُ ذُو الْفَضْلِ الْعَظِيمِ
“Demikianlah karunia Allah, yang diberikan kepada siapa yang Dia kehendaki; dan Allah memiliki karunia yang besar.” (QS. Al-Jumu’ah[62]: 4).

⏩ @malang.mengaji
⏩ @alaisarmalang
⏩ @edumalji⁣⁣
⏩ @maljipeduli
⏩ @maljistore

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler


Komentar Terbanyak

  1. 0
    Komentar
  2. 0
    Komentar
  3. 4
    Komentar
  4. 0
    Komentar

    Lowongan CPNS di DPR RI 2021