Pemda Bulukumba Komitmen Sinkronkan Isu KIBBL Dalam Dokumen Perencanaan

0 0 160
Gambar untuk Pemda Bulukumba Komitmen Sinkronkan Isu KIBBL Dalam Dokumen Perencanaan
Bulukumba- PDNA Bulukumba sebagai mitra utama Program MADANI melaksanakan workshop literasi dan sinkronisasi RPJMD, Renja, RKA OPD terkait Kesehatan ibu dan anak yang bertempat di Rumah Makan HDR Bulukumba, Kamis (04/11/2021). Workshop yang menghadirkan mitra utama PDNA Bulukumba, tim koordinasi program MADANI dan simpul belajar FORMAP KIA serta dibuka oleh asisten II bapak Djunaidi Abdillah, SE,.M.Si.

Field Coordinator Program MADANI yang menyampaikan sambutan mengatakan bahwa kegiatan workshop ini sebagai salah satu kegiatan yang dilaksanakan untuk memastikan sejauh mana sinkronisasi isu KIBBL dalam dokumen perencanaan Pemda Bulukumba. Jelas Musaddaq.
Selain itu jelas Musaddaq, workshop literasi penting bagi CSO untuk memahami visi misi Pemda Bulukumba Tahun 2021-2026 agar CSO bisa berpartisipasi dan mengawasi realisasi tersebut, khususnya terkait kebijakan KIBBL.
Sementara itu Asisten II Bapak Djunaidi Abdillah, SE, M.Si yang mewakili Pemda Bulukumba dalam sambutannya menyampaikan bahwa upaya Pemda dalam meningkatkan kualitas dan kuantitas layanan dasar kesehatan menjadi kewajiban yang harus terus di benahi. olehnya itu perlu dilakukan identifikasi persoalan di sektor kesehatan dalam upaya peningkatan kualitas tersebut, diantarnya bagaimana meningkatkan layanan kesehatan ibu bersalin dan bayi baru lahir.
Persalinan aman ini sangat penting olehnya itu salah satu indikator pencapaian indek pembagunan manusaia (IPM) adalah angka harapan hidup (AHH) saat lahir. AHH ini di harapkan dapat meningkat minimal 72,17 % pada akhir periode pemerintahan yang menjadi target dalam dokumen RPJMD. jelasnya
Dia berharap, melalui workshop ini ada sinkronisasi dengan dokumen RPJMD, Renja OPD yang menjadi leading sector terkait dengan pencegahan dan penanganan kesehatan ibu bersalin dan bayi baru lahir. Dan mendorong terciptanya sistem pelayanan yang menjadi pedoman bagi penyelenggara pelayanan serta menjadi kontrol publik dalam mengadvokasi dan mengawasi pelaksanaan pelayanan persalinan di Bulukumba.
Dalam workshop ini menghadirkan narasumber dari Bappeda yang di bawakan oleh H.A Agus Ishak Kepala Bidang Sosial dan Budaya terkait Komitmen Pemda dalam Sinkronisasi isu KIA dalam Dokumen Perencanaan Daerah Kab.Bulukumba. Narasumber kedua Dinas Kesehatan yang di sampaikan oleh Ibu Kasmiranda terkait " Sinkronisasi Kebijakan KIA dalam doken Perencanaan (Renstra, Renja) Dinas Kesehatan.
Sebagai tindak lanjut workshop, disepakati rencana tindak lanjut pertemuan pada tiga Desa pemodelan yakni Desa Taccorong, Desa Benteng Palioi dan Desa Salassae yakni pertemuan dengan multipihak terkait perubahan regulasi Jampersal, posyandu remaja, program panrita siaga aktif dan program Gerebek Stunting sebagai kegiatan kolaboratif.
Kegiatan ini juga turut hadir beberapa OPD Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa (DPMD), Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP3A), Kesbangpol Bulukumba,BAZNAS Bulukumba, Akademisi yakni Universitas Muhammadiyah Bulukumba, BSI Bulukumba, FORMAP-KIA, Fatayat NU, Kopel, Pimpinan Daerah Muhammadiyah Bulukumba, PPDI Bulukumba, Radar Selatan.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Vaksinasi COVID-19 Gandaria City (17-30 Januari 2022)


Komentar Terbanyak

  1. 3
    Komentar
  2. 2
    Komentar
  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar