Pemda, APINDO dan KOBBER Siap Kolaborasi Tangani AKI di Brebes

2 0 28
Gambar untuk Pemda, APINDO dan KOBBER Siap Kolaborasi Tangani AKI di Brebes
Brebes - Koalisi organisasi masyarakat sipil dalam wadah Komunitas Brebes Bersama (KOBBER), menyampaikan empat tantangan Kesehatan Ibu dan Anak kabupaten Brebes, dalam kegiatan Lokakarya kolaboratif multi stakeholder dengan tema " Mendukung Akuntabilitas Layanan dan Kolaborasi multipihak dalam meningkatkan derajat Kesehatan Ibu dan Anak di Kabupaten Brebes" yang diselenggarakan oleh Pemerintah Daerah bekerjasama dengan program Madani, di Ruang OR Setda Kabupaten Brebes, beberapa waktu yang lalu.

Salah satu anggota KOBBER Riyadi Santoso menuturkan tingginya Angka Kematian Ibu dan Bayi (AKI AKB) di Kabupaten Brebes adalah pekerjaan rumah yang tidak kunjung usai, sudah tujuh tahun Brebes terus menerus menduduki peringkat pertama di jawa tengah.

"Kini sudah waktunya menjadi perhatian bersama, sekarang perlu berbagi peran siapa berbuat apa,"kata Riyadh. Ia menambahkan ada empat persoalan prioritas AKI AKB di Brebes yakni pertama sistem rujukan yang belum efektif, kedua pengetahuan masyarakat yang masih rendah, ketiga kualitas layanan yang belum optimal serta keempat kebijakan pemda yang belum responsif terhadap kebutuhan warga. Empat permasalahan merupakan hasil diskusi internal KOBBER.

Sementara Sekretaris Daerah Brebes Ir Djoko Gunawan, MT menyampaikan sikap gotong royong dalam pembangunan harus terjadi dari proses perencanaan, pelaksanaan, sampai dengan pengendalian pembangunan. Tentu tidaklah mudah untuk dapat menggandeng semua pihak dalam pembangunan. "Pihak diluar pemerintah akan dengan senang hati ikut dalam proses pembangunan bila mereka menilai kita telah menjalankan tata Kelola pemerintahan yang baik," jelas Joko.

Beliau menambahkan tata kelola pemerintahan yang baik atau good governance adalah penyelenggaraan pemerintahan secara efisien dan efektif dengan menjaga kesinergitasan interaksi yang konstruktif diantara pemerintah, swasta dan masyarakat. Perwujudan pemerintahan yang baik antara lain, adanya partisipasi, kerangka hukum yang jelas, transparansi, kesetaraan, responsive, wawasan kedepan, akuntabilitas, efektif efisien, professional dan berorientasi kepada kepentingan masyarakat yang luas. Dalam Good Governance ada unsur interaksi yang konstruktif antarapemerintah, swasta dan masyarakat dengan kata lain bahwa kemiteraan wajib ada dalam perwujudan good governance.

"Sesuai Misi ke 4 dalam RPJMD Kabupaten Brebes Tahun 2017-2022, Kabupaten Brebes bertekad untuk meningkatkan penyelenggaraan pemerintah daerah yang professional, efektif dan efisien sebagai perwujudan tata kelola pemerintahan yang baik,'" tambah Joko.

Selaku narasumber dari kalangan pegiat Organisasi Masyarakat Sipil Darwanto menyebutkan bahwa kolaborasi itu harus dimulai dari proses perencanaan sampai dengan monitoring evaluasi. Collaborative action mensyaratkan adanya relasi kerjasama sukarela di antara berbagai pihak, dimana semua pihak sepakat untuk bekerjasama untuk mencapai tujuan bersama atau menjalankan tugas tertentu dan membagi risiko, tanggung jawab, sumber daya dan manfaat. Praktek baik kolaborasi dari Kabupaten Sumbawa Barat dan Kabupaten Banggai yang sukses menekan Angka Kematian Ibu dan bayi serta menurunkan angka kemiskinan secara signifikan.

Sementara Teguh Prasetyo dari Asosiasi Pengusaha Indonesia (PT Yeun Heung Megasari) Brebes sangat mengapresiasi pertemuan lokakarya ini. Kehadiran gelombang investasi menjadi peluang Kabupaten Brebes untuk meningkatkan kemajuan daerahnya. Selama bergelut di dunia perusahaan pengalaman mendisitribusikan dana CSR hanya berdasar kebutuhan warga area perusahaan, ia mewakili perusahaan PT Yeon Heung Megasari menceritakan pengalaman selama tujuh tahun menyalurkan CSR berupa bantuan fisik pendidikan, beasiswa, pelatihan kerja kreatif menjahit, program sanitas, program sosial santunan yatim piatu, dan program sosial merespon kebencanaan. Setelah lokakarya ini, sepakat dengan konsep kolaborasi dan berkomitmen akan terlibat dalam isu Kesehatan Ibu dan Anak secara serius.

Kegiatan ini dihadiri oleh Dinas Kesehatan, Baperlitbangda, Dinas Sosial, Dinkominfotik, APINDO, KOBBER. Dilaksanakan dengan dua metode yaitu tatap muka (offline) dan daring (online) mengingat masih dalam pandemi, sehingga peserta dibatasi. (her)

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler


Komentar Terbanyak

  1. 3
    Komentar
  2. 3
    Komentar
  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar