Pemanfaatan WhatsApp sebagai Sarana Pembelajaran Daring SDN 2 Mantang

3 2 1555
Gambar untuk Pemanfaatan WhatsApp sebagai Sarana Pembelajaran Daring SDN 2 Mantang
27 April 2020 08.00 wita

"Belajar di rumah", kini merupakan satu isilah yang tidak lagi asing didengar walaupun istilah ini sepertinya belum pernah terpikirkan sebelumnya. Selama ini banyak pihak yang menganggap bahwa kegiatan belajar di rumah tidak efektif, namun di tengah-tengah situasi mewabahnya virus corona, seolah-olah semua melupakan seluruh kekhawatiran akan ketidak-efektifan tersebut.

Dalam hal ini guru SDN 2 Mantang mencoba merujuk dari kebijakan pemerintah untuk melakukan pembimbingan belajar bagi peserta didiknya, walaupun harus dilakukan secara jarak jauh dan hanya dengan beberapa siswa. Salah satu yang dapat dilakukan guru adalah mempersiapkan materi-materi pembelajaran maupun penugasan-penugasan yang dapat dipelajari secara daring oleh peserta didiknya.

Sebelumnya banyak guru yang fobia dan enggan dengan pembelajaran daring. Hal ini kiranya wajar karena pembelajaran tatap muka masih bisa dilaksanakan dalam kondisi normal dan tidak semua guru terbiasa dengan metode pembelajaran daring, namun dalam situasi penularan virus corona yang semakin mengkhawatirkan, fobia dan keengganan melaksanakan pembelajaran daring sedikit demi sedikit harus dikikis. Dalam rangka kemudahan, alangkah baiknya jika memanfaatkan aplikasi-aplikasi sederhana.

beberapa aplikasi yang dapat dimanfaatkan untuk pembelajaran daring, antara lain: whatsapp, facebook, telegram, googleclassroom, dan google formulir. Dalam tulisan ini hanya akan dibahas mengenai penggunaan whatsapp karena merupakan aplikasi yang paling banyak dimiliki dan digunakan sehari-hari oleh sebagian besar guru dan peserta didik.

Aplikasi whatsapp merupakan salah satu aplikasi yang familiar di kalangan masyarakat inodnesia, termasuk guru dan peserta didik. Aplikasi ini merupakan aplikasi media sosial yang cukup terkenal. Ternyata whatsapp bisa dimanfaatkan sebagai media pembelajaran daring. Tentunya syarat utama adalah baik guru maupun peserta didik, keduanya harus memiliki smartphone dan akun whatsapp agar dapat saling berkolaborasi.

Jika grup telah dibentuk, maka selanjutnya komunikasi dalam grup tersebut dapat dilakukan secara terbuka dan memungkinkan seluruh anggota grup, dalam hal ini peserta didik dan guru untuk saling berdiskusi. Guru dapat menyampaikan materi pembelajaran dan penugasan bagi peserta didiknya.
Sebaliknya peserta didik juga dapat mempelajari materi yang disampaikan oleh guru serta mengirimkan kembali seluruh tagihan penugasan dalam bentuk jpg.

Meskipun dalam bimbingan belajar ini banyak terjadi keterbatasannya setidaknya ada usaha meskipun masih jauh dari kurang dan berharap wabah ini cepat berlalu, amiin," kata salah satu guru SDN 2 Mantang.

  2 Komentar

Tulis komentarmu...

Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Vaksinasi COVID-19 Gandaria City (17-30 Januari 2022)


Komentar Terbanyak

  1. 3
    Komentar
  2. 2
    Komentar

    Pisang Goreng Mbah Mis

  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar