MENUMPUKNYA LIMBAH MASKER, ANTARA PENCEMARAN LINGKUNGAN DAN PENULARAN VIRUS COVID-19

5 0 474
Gambar untuk MENUMPUKNYA LIMBAH MASKER, ANTARA PENCEMARAN LINGKUNGAN DAN PENULARAN VIRUS COVID-19
Ditengah semakin meningkatnya kasus Covid-19 di Indonesia, mengulirkan berbagai permasalahan baru yang tak kunjung selesai, dimana terjadi penumpukan limbah medis atau limbah Alat Pelindung Diri (APD), terutama masker. Jika dalam satu hari 250 juta manusia di Indonesia menggunakan masker sekali pakai, bisa dibayangkan berapa ton sampah masker dalam satu harinya. Sementara pada rentang bulan Maret sampai September 2020 bahwa di Indonesia mendapati limbah medis termasuk masker dan APD tercatat telah mencapai 1,662,75 ton. Ini harus menjadi perhatian kita bersama, baik pemakai dalam hal ini masyarakat itu sendiri, peneliti, peggiat lingkungan dan tentu saja pemerintah atas dampak buruk yang ditimbulkan oleh limbah medis terhadap lingkungan.
Sampah berupa masker sekali pakai merupakan limbah medis yang sangat berbahaya dan berisiko tinggi terhadap penularan penyakit, merupakan jenis sampah yang tidak bisa didaur ulang sampai hari ini. Kenapa sampah masker sangat berbahaya, karena dimungkingkan masih menempelnya virus dan kuman penyebab penyakit, ini sangat berbahaya jika menulari masyarakat yang memakai ulang masker tersebut dengan mencuci dan atau menulari petugas sampah yang setiap harinya bergulat dengan sampah. Jika selama ini masyarakat sudah merespon bagus dengan memakai masker sebagai APD dari penularan covid, namun bertolak belakang dengan pengetahuan masyarakat tentang pengelolaan limbah medis yang masih sangat minim.
Sementara kebiasaaan masyarakat membuang sampah di sembarang tempat masih marak dan kurang tahu dimana mereka harus membuang sampah medis masker. Masyarakat masih cenderung membuang sampah masker bercampur dengan sampah lainnya. Ini membuktikan bahwa masyarakat yang kurang tahu bagaimana membuang sampah medis dan fasilitas yang kurang memadai. Di tempat-tempat umum memang sudah tersedia tempat sampah, namun sebenarnya sampah-sampah memiliki karakter dan bahayanya sendiri, maka kemudia kenapa sangat penting tersedianya tempat sampah organic dan non organik. Ini yang harus terus di edukasikan kepada masyarakat tentang membuang sampah yang benar, baik sampah medis dan sampah jenis lainnya.
Daripada itu, limbah medis, dalam hal ini masker masih meresahkan lingkungan, pembuangan yang sembarangan, dan menumpuk baik di tong sampah, tepi sungai, sampai tepi pantai, selain mencemari lingkungan juga berbahaya bagi ekosistem daratan dan lautan. Belum lama ini kita mendapati limbah masker yang mencemari Teluk Jakarta, peneliti LIPI menemukan 1,94 kg sampah masker medis di Muara Cilincing pada Maret tahun lalu, jumlahnya meningkat di bulan selanjutnya mencapai 2,16 kg, belum lagi ditempat lain. Metode pembakaran sampah diruang terbuka sangat berbahaya bagi lingkungan terutama polusi udara yang dapat menimbulkan global warming dan krisis iklim yang semakin berkelanjutan. Satu-satunya cara adalah dengan pembakaran dengan alat khusus pembakar limbah medis, seperti menggunakan mesin incinerator dengan pembakaran pada suhu tinggi lebih dari 600 derajat Celsius. Namun, yang menjadi permasalahan adalah tidak semua tempat, daerah/ rumah sakit memiliki alat pembakar ini. Bagaimana dengan daerah-daerah lain, rumah sakit swasta, klinik, tempat-tempat umum dan ditingkat paling bawah yaitu RT/RW. Karena kita tahu sendiri pengelolaan sampah di Indonesia juga masih belum maksimal, di tingkat TPS sendiri pun masih belum maksimal penanganan dan pengelolaan sampah, masih terjadi penumpukan sampah sampai di TPA.
Sebenarnya sebagian masyarakat sudah mulai paham tentang pengelolaan sampah yang benar, hanya saja pengetahuan dan praktik keseharian belum selaras atau sitilahnya “jomplang” masyarakat tahu cara mengelola sampah dengan memisahkan, namun ada keterbatasan pada masyarakat desa terutama, yaitu yang membuat mereka belum bisa dan/atau belum mau menerapkan pengelolaan sampah yang benar.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Vaksinasi COVID-19 Gandaria City (17-30 Januari 2022)


Komentar Terbanyak

  1. 5
    Komentar
  2. 3
    Komentar
  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar