Mentoring Pengelolaan Keuangan Mitra Lokal

0 0 466
Gambar untuk Mentoring Pengelolaan Keuangan Mitra Lokal
Dalam upaya meningkatkan kapasitas mitra lokal USAID MADANI di Kabupaten Luwu Utara maka Perkumpulan Wallacea mentoring Lembaga Mitra Swadaya Mandiri (Madani) sehingga dapat memenui kapasitas minimal sebagai CSO.

Terdapat 7 aspek yang perlu dipenuhi CSO lokal sesuai hasil assesment Tim Program USAID MADANI pada awal program ini. Proses mentoring ini merupakan skema partnering yang dilakukan USAID MADANI untuk pendampingan CSO Lokal di Kabupaten Luwu Utara.

Dari tujuh aspek kapasitas minimal CSO, Perkumpulan Wallacea memulai proses mentoringnya dengan kegiatan pendampingan pengelolaan keuangan bagi CSO.

Basri Andang Direktur Perkumpulan Wallacea mengatakan, maksud kegiatan ini adalah untuk melihat kondisi pengelolaan keuangan Lembaga Mitra Swadaya Mandiri (Madani) Luwu Utara sebagai partnering. Kami sangat berharap pada tahun ini terjadi peningkatan kapasitas dari Lembaga Madani Luwu Utara sehingga pada tahun kedua sudah siap menjadi Mitra Utama USAID MADANI. Paling lambat bulan Juni tahun depan (2021,-red) Lembaga Madani sudah mampu menjalankan program USAID MADANI sampai tahun ketiga dan mengawal berjalannya Simpul Belajar Lamaranginang.

Tenaga mentoring pengelolaan keuangan dilakukan Marsus Zakaria yang juga Manager Keuangan Perkumpulan Wallacea. Diawal kegiatan, Muhammad Sahaka FC USAID MADANI Luwu Utara menyampaikan bahwa apa yang lakukan hari ini adalah penguatan kapasitas khususnya kepada CSO partnering. ‘’Kita akan mulai dari pengelolaan keuangan dan renstra. Tentu saja hal ini tidak mudah, tetapi jika kita mau dan fokus semua akan terasa mudah. Saya yakin akan dimudahkan, apalagi di mentoring oleh yang sudah berpengalaman," jelas Sahaka.

Kegiatan yang belangsung selama satu hari (30/11/2020) membahas pengelolaan keuangan meliputi peran perangkat-perangkat pengelola keuangan organiasi dan pembuatan aliran pembukuan sederhana, aturan keuangan yang dibuktikan dengan Standar Operasional Prosedur (SOP), serta sistem keuangan OMS atau organisasi nirlaba sesuai PSAK 45.

Marsus Zakaria menyampaikan PSAK 45 dan ISAK 35. Juga mempertajam mekanisme pelaporan keuangan standar. Menutnya, dalam pelaporan keuangan kita kenal dengan bukti utama dan bukti pendukung. Bukti utama itu berupa kwitansi dan nota, sementara bukti pendukung minimal absensi, kontrak kerja, CV dan juga termasuk TOR.

‘’Dalam pencatatan keuangan baiknya dikendalikan oleh dua orang. Satu bisa disebut bendahara, dan yang satunya lagi kasir. Ini untuk menghindari kekeliruan dan menguatkan kepercayaan dari mitra kerja, karena ini terkait soal alur kas," urai Marsus.

Di akhir sesi, Marsus Zakaria mengatakan, organisasi nirlaba seperti kita ini harus juga mulai berfikir unit usaha, tentu dengan management sendiri. Ini yang disebut dengan fundrising.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Vaksinasi COVID-19 Gandaria City (17-30 Januari 2022)


Komentar Terbanyak

  1. 3
    Komentar
  2. 2
    Komentar

    Pisang Goreng Mbah Mis

  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar