Mental Masyarakat vs COVID-19

1 1 199
Gambar untuk Mental Masyarakat vs COVID-19
kasus positif corona (COVID-19) di Indonesia sudah mencapai lebih dari 4 juta kasus. berawal pada bulan Desember 2019, terjadi suatu wabah pneumonia yang disebabkan oleh virus corona jenis baru, dimana wabah ini diketahui menyebar pertama kali di Wuhan, Provinsi Hubei, China.
Tepat pada tanggal 2 Maret 2020, kasus pertama COVID-19 di konfirmasi di Indonesia. Mitos Indonesia 'Kebal' corona pun patah, banyak korban dari virus ini. Pada 15 Maret 2020, Indonesia mengumumkan sudah ada 117 kasus yang terkonfirmasi dan Presiden Joko Widodo menghimbau masyarakat untuk melakukan Pembatasan Sosial Berskala Besar atau biasa disebut PSBB (inggris : lockdown).

Wabah ini menimbulkan gejala seperti demam tinggi, sakit kepala, sakit tenggorokan, batuk kering dan sesak nafas. Selain dampak fisik, wabah ini juga bisa berdampak pada kesehatan mental setiap masyarakat.
Tidak sedikit masyarakat kita yang stres dalam menghadapi wabah ini. Mulai dari anak-anak yang kehilangan masa kecilnya, dimana seharusnya mereka bisa bermain bebas bersama teman-temannya, atau bersekolah tatap muka agar bisa menyerap ilmu dengan baik, kemudian anak remaja yang masa mudanya sedikit terbuang sia-sia karna seharusnya mereka bisa mengexplore dunia secara nyata, buka cuma melalui internet. Hingga dampak ke orang dewasa yang kehilangan pekerjaan karna cukup banyak juga perusahaan yang melakukan PHK massal demi bisa menerapkan salah satu protokol kesehatan, yaitu berjaga jarak (Social distancing). Selain itu, pandemi juga membuat masker kesehatan menjadi salah satu bahan pokok sekunder. Banyak masker kesehatan yang dijual dengan harga yang lebih mahal dibanding harga sebelum pandemi, perubahan harga ini sangat signifikan, sedangkan pemerintah mewajibkan masyarakat menggunakan masker saat berkepentingan di tempat umum sehingga menjadi beban bagi sebagian orang.
Selama masa pandemi ini pun semua isi siaran di televisi membahas mengenai wabah ini. Beberapa berita di statsiun televisi menyiarkan info grafik kematian karna virus ini. Sehingga memberikan sugesti buruk kepada masyarakat dan secara tidak sadar membuat masyarakat tertekan, sehingga membuat masalah terhadap kesehatan mental masyarakat.

Maka dari itu saya ingin membagi sedikit tips menjaga kesehatan mental selama pandemi ini. Berikut ada tips dari saya :
1. Tetap percaya kepada Tuhan bahwa tuhan tidak memberikan cobaan ke umatnya melebihi batas kemampuan umatnya.
2. Kurangi asupan berita. Mengetahui berita terkini memang perlu, namun jangan menerima berita itu secara berlebihan sehingga membuat diri kita cemas. Sesekali dalam sehari untuk melihat beritanya sudah cukup
3. Habiskan waktu bersama keluarga. Selama pandemi ini pemerintah telah menetapkan PSBB/PPKM dengan jangka waktu yang cukup panjang, sehingga sebagian orang pasti mengahbiskan waktunya dirumah saja. Kita bisa mencoba mengobrol atau memainkan suatu permainan yang menghibur dengan keluarga.
4. Temukan hobi baru. Bagi masyarakat yang tinggal sendiri seperti contohnya anak rantau, bisa nih coba cari dan mulai hobi yang baru seperti bercocok tanam, memainkan musik, bermain game, atau mungkin mencoba menu masakan baru yang sebelumnya hanya wacana.
5. Jaga kesehatan fisik. Fisik yang sehat juga bisa memberikan dampak baik untuk mental seseorang. Maka dari itu usahakan untuk selalu menjaga kesehatan dengan cara berolahraga di rumah, makan-makanan sehat, mengkonsumsi vitamin penambah imun.
6. Self Talk. Hal ini bukanlah hal yang aneh untuk dilakukan. Kita perlu melakukan self-talk positive dengan diri kita sendiri. Jangan menunggu untuk mendengar “Kamu apa kabar?”, tapi sesekali kita perlu bertanya “Apa kabar aku?”. Kita juga perlu memastikan setiap harinya diri kita baik-baik saja. Berikanlah sugesti baik ke diri sendiri
7. Berterima kasih ke diri sendiri. Setelah malam tiba, sebelum mata terpejam jangan lupa untuk ucapkan terima kasih kepada diri sendiri karna telah melalui hari-hari yang berat dengan jiwa yang kuat. Sering kali kita lupa dengan hal satu ini. Buktikan kita mencintai diri kita sendiri.

Seiring berjalannya waktu, saat ini kasus COVID-19 sudah mulai mereda. Sudah banyak obat tradisional yang dapat meringankan gejala. Sudah cepat juga penanganan yang bisa di dapatkan oleh penderita. Berita mengenai dampak negatif dari wabah ini pun mulai berkurang penyiarannya. Banyak dari masyarakat kita yang mulai sadar untuk bekerjasama dalam menjaga kesehatan di masa pandemi ini. Sehingga rasa tertekan dan cemas perlu kita kurangi lagi agar mental kita semakin hari semakin membaik. Terima kasih pembaca, semoga beberapa tips yang saya berikan berguna untuk kalian



(source gambar : google image - ilustrasi kesehatan mental)

#newnormalAtmaGo
#newnormalAtmaGo

  1 Komentar

Tulis komentarmu...

Rania putri azzahra
Tamu
Benar. Jarang sekali orang orang yang mengucapkan trimakasih ke dirinya sendiri karna sudah berjuang hingga detik ini. Padahal kita perlu menghargai diri sendiri
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Vaksinasi COVID-19 Gandaria City (17-30 Januari 2022)


Komentar Terbanyak

  1. 5
    Komentar
  2. 3
    Komentar
  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar