Mengubah Tradisi Menjadi Sumber Nutrisi

3 1 26
Gambar untuk Mengubah Tradisi Menjadi Sumber Nutrisi
Nutrisi di masa pandemi sangat dibutuhkan untuk memperkuat imunitas, Sayur dan buah adalah sumber nutrisi terbaik bagi tubuh kita. Di masa pandemi ini tak bisa dipungkiri penghasilan ekonomi masyarakat mengalami penurunan yang diperparah dengan harga kebutuhan pokok yang semakin tinggi. Di Sumatera Utara Untuk harga cabai rawit sendiri saat ini menyentuh angka Rp.90.000 /Kg disusul dengan harga berbagai sayur-sayuran yang mulai naik. Hal ini disebabkan oleh musim kemarau yang mulai melanda wilayah Sumatera Utara. Selain itu daya beli masyarakat terhadap sayur dan buah juga tinggi sebagai bentuk kesadaran untuk tercukupinya kebutuhan nutrisi di masa pandemi. Banyak cara yang dapat dilakukan masyarakat untuk tetap memenuhi kebutuhan nutrisinya dan menghemat biaya belanja rumah tangga, salah satu caranya adalah memanfaatkan halaman rumah untuk bercocok tanam sayur dan buah di halaman rumah. Bercocok tanam sayur dan buah jauh lebih bermanfaat daripada menanam bunga. Selain bisa menghasilkan sumber ekonomi sekaligus dapat menghemat biaya belanja rumah tangga.

Seorang Bidan swasta di Kabupaten Serdang Bedagai mulai memanfaatkan lahan halaman rumahnya. Walaupun hanya berukuran 15m x 10m persegi namun Tina (sapaan bidan tersebut) dapat mengolah halamannya menjadi hal yang lebih bermanfaat. Berbagai jenis tanaman sayur dan rempah mulai ditanam Tina sejak tiga bulan terakhir. Sebelumnya lahan tersebut adalah lahar pertanian yang rutin ditanami singkong oleh orang tua beliau. Singkong merupakan jenis tanaman turun-temurun yang biasa ditanam oleh para petani tempat tinggal Tina. Tak jarang terlihat jika halaman rumah warga banyak tanaman singkong.
Saat ini ada tanaman sawi, bayam dan cabai rawit untuk jenis sayuran, sementara untuk rempah Tina sudah menanam Serai, kunyit dan jahe merah. Awal mula Tina berniat menanam sayur & rempah karena melihat halaman rumah ketua Himpunan Serikat Perempuan Indonesia (HAPSARI) “Halaman rumah Bu leli itu sangat kecil tapi semua jenis bahan pokok ditanam. Mulai dari sayur, rempah hingga buah-nuahan bahkan ada juga tanaman bunga hingga bambu yang bisa di jadikan bahan untuk teh. Salut melihat lahan sempit menjadi sumber kebutuhan pokok ,sementara halaman rumah ini memiliki ukuran yang lumayan lebar hanya ditanami singkong sama Bapak” tuturnya.

Orang tua memberi izin Tina dan suaminya mengolah lahan
halamannya untuk ditanami sayur-mayur dan rempah-rempahan. Semoga pemanfaatan halaman rumah menjadi lahan pertanian ini dapat menggugah hati warga lain. sehingga mereka sadar bahwa apa yang kita makan sehari-hari dapat ditanam sendiri tanpa harus membeli, walaupun tidak semuanya dapat ditanam setidaknya terdapat beberapa jenis bahan pokok yang dapat dikonsumsi tanpa mengeluarkan uang.

Apa yang dilakukan oleh Tina mendapat dukungan penuh dari suami, kebetulan Kantor tempat suaminya bekerja menerapkan sistem kerja dari rumah (WFH) sebagai antisipasi penyebaran Covid-19. Waktu luang ini di manfaatkan sang suami untuk merawat sayur dan rempah tersebut. Pembibitan pepaya mulai dilakukan suami beliau untuk melengkapi tanaman kebutuhan pokok di halaman rumahnya. “kalau nanti pepayanya besar terus buah kan jadi lengkap tanaman nya ada sayur, buah dan rempah semakin hemat dan semakin sehat juga kan” ujar Tina.

Tanaman rempah sengaja ditanam terlebih dahulu ketimbang tanaman buah-buahan, karena menurut nya nutrisi dari rempah sangat dibutuhkan di masa ini untuk memperkuat imunitas tubuh. Tina menuturkan saat ini tubuh kita butuh asupan nutrisi lebih dari rempah. Sejak awal pandemi harga rempah-rempahan mengalami kenaikan harga yang cukup signifikan, terutama jahe merah yang menyentuh harga hingga Rp 100.000/kg.

Apa yang dilakukan bidan swasta ini menyita perhatian warga di lingkungan tempat tinggalnya, tak sedikit orang yang menertawakan apa yang dilakukannya. Kawasan dataran tinggi dengan kontur tanah yang tandus di mana sejak dahulu singkong menjadi tanaman komoditi yang melegendaris, kini berubah m

  1 Komentar

Tulis komentarmu...

Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Di Masa Pandemi Covid-19, Seberapa Pentingkah Pendampingan Belajar Pada Anak

    Sasa Rahayu Safitri  di  Andong, Boyolali  |  21 Feb 2021
  2. Warga RT 001, RT 002 Dan 008, RW 01 Kelurahan Kebon Pala Mengevakuasi Kendaraan

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Makasar, Jakarta Timur  |  20 Feb 2021
  3. Cuaca Ekstrem Melanda, Waspada Pohon Tumbang

    𝙈𝙊𝙃𝘼𝙈𝙈𝘼𝘿 𝙅𝘼𝙀𝙉𝙐𝘿𝙄𝙉  di  Bogor Kota  |  21 Feb 2021

Komentar Terbanyak

  1. 7
    Komentar

    Meningkatkan Kapasitas Perempuan Muda, PDNA Garut Selenggarakan Perkaderan Formal

    Berita Nasyiah Kab Garut  di  Garut Kota, Garut  |  28 Feb 2021
  2. 6
    Komentar

    GRESIK MENJADI BAGIAN DARI 4200 PESERTA PELATIHAN E.LEARNING

    siti fitriah  di  Kebomas, Gresik  |  26 Feb 2021
  3. 3
    Komentar
  4. 2
    Komentar

    Kemantren Mergangsan Berupaya Tertibkan PKL Sepanjang Jl. Taman Siswa

    Emma Dewi  di  Mergangsan, Yogyakarta  |  18 Feb 2021