Membangun PATBM Sebagai Sistem Terkoneksi Berbagai Level

1 0 156
Gambar untuk Membangun PATBM Sebagai Sistem Terkoneksi Berbagai Level
Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani yakin dengan kerjasama dengan Save the Children Indonesia atas dukungan Mars Wrigley Foundation akan menjadikan Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) sebagai sebuah sistem perlindungan anak yang terkoneksi dimulai dari level terkecil desa hingga ke tingkat lebih besar.

Saat menyampaikan sambutannya pada Kick Off Meeting Program Pemkab Luwu Utara bersama Save the Children Indonesia dan Mars Wrigley Foundation di Aula Bappelitbangda, Rabu (13/10/2021), Indah optimis kerjasama akan kontribusi terhadap penurunan kasus kekerasan anak yang ada di Kabupaten Luwu Utara, dan terus meningkatkan posisi Kabupaten Luwu Utara menuju Kabupaten Layak Anak (KLA) yang saat ini sudah pada posisi Madya.

“Jadi program ini adalah upaya mengurangi kasus kekerasan terhadap anak dan membangun Perlindungan Anak Terpadu Berbasis Masyarakat (PATBM) sebagai sistem mulai dari tingkat terkecil hingga tingkat terbesar. Selain itu, kerjasama akan membantu Kabupaten Luwu Utara menuju Kabupaten Layak Anak (KLA). Saat ini Kabupaten Luwu Utara berada di tingkat Madya. Kita berharap ke depan akan naik setingkat lagi. Setelah Madya itu Nindya. Ya, mudah-mudahan kita bisa naik di Nindya’’ harap Bupati Indah.

Kegiatan tersebut sekaligus launching atas dimulainya program kerjasama antara Save the Children Indonesia yang didukung Mars Wrigley Foundation dengan Pemkab Luwu Utara berupa Perlindungan Anak dan Tanggap Covid-19 selama setahun ke depan.

Bupati Luwu Utara Indah Putri Indriani lebih mengurai kerjasama tersebut. Menurutnya, program ini akan menyasar 15 desa di Kabupaten Luwu Utara sebagai piloting yang terdiri dari 10 desa inti dan 5 desa repilkasi. Sementara desa yang dipilih adalah desa-desa yang memiliki jumlah perkebunan kakao yang luas dan mewakili wilayah hulu, tengah dan dataran rendah.

Diakhir sambutannya, Bupati Indah menyampaikan terima kasih banyak kepada pihak Save the Children Indonesia karena telah menjadikan Kabupaten Luwu Utara sebagai lokus dari implementasi program ini. ‘’Saya juga mengingatkan agar segenap OPD dan rekan-rekan dari NGO agar berperan aktif sesuai dengan fungsi dan tugas masing-masing dalam program ini,’’ harap Bupati perempuan pertama di Sulsel.

Kick Off Meeting Program Save the Children dirangkaikan dengan penyerahan secara simbolis dukungan respons Covid-19 untuk Kabupaten Luwu Utara.

Sesi selanjutnya, pemaparan prgram yang disampaikan Program Manager Save The Children Wahyu A. Irianto. “Program ini akan berjalan kurang lebih selama satu tahun kedepannya. Di Luwu Utara kita akan bekerjasama dengan teman-teman Perkumpulan Wallacea. Tercatat sejak Oktober 2021 – Juli 2022,” terang Wahyu.

Menurut Wahyu, empat hal yang akan dicapai dari program ini: Pertama, peningkatan kapasitas, monitoring dan evaluasi serta penekanan terhadap pekerja anak. Kedua, masuk kedalam sistem pemerintah seperti kabupaten layak anak. Ketiga, masuk pada level keluarga terkait bagaimana pengasuhan positif termasuk proses identifikasi terkait perilaku yang ada dimasyarakat. Dan Keempat, mencoba berkolaborasi dengan kaum muda baik advokasinya maupun program perencenaan di tingkat desa.

Selain itu, lanjut Wahyu, program respons Covid-19 adalah program yang berlangsung selama dua bulan baik di Makassar maupun di Luwu Utara oleh Save the Children melalui Mars Wrigley Foundation. Target untuk kabupaten Luwu Utara sebanyak 250 KK, sementara mitra untuk respons Covid-19 ini adalah teman-teman dari Yayasan Dewi Keadilan.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Bukit Seguntang Adalah Ulu Melayu

  2. Games Sore bersama Mahasiswa Bhayangkara


Komentar Terbanyak

  1. 7
    Komentar
  2. 4
    Komentar
  3. 4
    Komentar
  4. 4
    Komentar

    Kelurahan Brontokusuman Ramah Anak