Melatih Kesiapsiagaan Bencana, YPI Gelar Simulasi

2 0 293
Gambar untuk Melatih Kesiapsiagaan Bencana, YPI Gelar Simulasi
Melatih kesiapsiagaan kelompok siaga bencana dan masyarakat untuk menghadapi terjadinya bencana di desa, Yayasan Pusaka Indonesia (YPI) bekerjasama dengan Caritas Swiss menggelar simulasi bencana alam banjir di empat desa, Sambo, Baluase, Jono dan Wisolo, Kecamatan Dolo Selatan, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Juni 2020.

Selain BPBD Kabupaten Sigi, Simulasi ini juga dihadiri oleh Camat Kecamatan Dolo Selatan, Kepala Desa, NGO, Caritas Swiss, Puskemas, Tagana, Gugus Tugas Covid Kecamatan, Muspika Dolo Selatan, NGO, Kelompok Siaga Bencana dan keterwakilan masyarakat, anak-anak, disabilitas, lansia dan perempuan.

Kegiatan simulasi ini diharapakan menjadi sebuah rangkaian yang bertujuan untuk pembentukan desa tangguh bencana. Selain itu, kegiatan ini merupakan upaya guna meningkatkan kapasitas masyarakat dalam menghadapi bencana, terlebih yang berada di daerah yang memiliki potensi resiko gempa dan banjir.

Kristina selaku Koordinator Program YPI mengatakan : sebelum simulasi dilaksanakan terlebih dahulu dilakukan kegiatan sosialisasi hasil kajian kepada masyarakat hingga penyusunan dokumen, peningkatan kapasitas Kelompok Siaga Bencana (KSB) dalam strategi menghadapi bencana, Pengetahuan Sistem komunikasi dan koordinasi yang teruji pada saat bencana dan Proses evakuasi dan manajemen posko yang teruji pada saat terjadi bencana

Simulasi evakuasi mandiri ini merupakan kegiatan terakhir dari rangkaian agenda tersebut. Dengan simulasi ini, diharapkan masyarakat memiliki kecakapan dalam merespon potensi bencana yang ada.

"Masyarakat lebih memahami bahwa dirinya berada dikawasan yang punya potensi bencana, Sehingga harus tetap waspada dan seandainya terjadi bencana yang pertama harus dilakukan tetap tenang tidak perlu sampai panik, karena panik bisa menjadi bencana kedua," kata Kristina
.
Warga tampak antusias mengikuti instruksi simulasi meskipun cuaca mendung, dibantu para petugas kelompok siaga bencana desa, simulasi dimulai dari bunyinya system peringatan dini bencana dengan bunyi sirene dan pemberitahuan melalui HT Walky Talk.

Warga langsung berlarian dari rumah menuju lapangan yang difungsikan sebagai tempat titik kumpul. Mereka juga melakukan koordinasi dengan petugas, masyarakat diminta untuk bersungguh-sungguh dalam melakukan simulasi tersebut.

Sementara Koordinator Pengurangan Risiko Bencna YPI, Tobrini menjelaskan Melalui kegiatan ini masyarakat diharapkan tidak hanya memahami ancaman di desa saja, tapi juga ketika berada atau beraktivitas di luar.

Warga belajar mengembangkan kerangka berpikir tentang bagaimana potensi kerawanan itu terhadap hal-hal kecil yang sebelumnya tidak dianggap sebagai sumber bencana untuk lebih diperhatikan kembali.

Selain itu, masih banyak persiapan yang harus dilakukan masyarakat agar terhindar dari bencana saat datang. Seperti memetakan jalur evakuasi dalam rumah, memetakan jalur evakuasi di luar rumah dan mencari tempat terbuka, ujar Tobrini

Camat Dolo Selatan, Ali Nurdin memberikan apresiasinya atas kepercayaan yang diberikan Pusaka Indonesia dan Caritas Swiss untuk menggelar simulasi di Kecamatan Dolo Selatan. Ali Nurdin berharap dengan pelatihan bisa dilakukan perencanaan penanganan bencana yang tepat oleh para pemangku kepentingan daerah dan meminimalisir jumlah korban jiwa.

"Bencana sifatnya tidak bisa diprediksi tapi bila terjadi kita harus bisa merespon dengan cepat dan tepat. Lewat penyelenggaraan simulasi ini, kami bergarap bisa memberi bekal bagi kami untuk menghadapi bencana," ungkap Ali Nurdin.

sumber : Yayasan Pusaka Indonesia

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Vaksinasi COVID-19 Gandaria City (17-30 Januari 2022)


Komentar Terbanyak

  1. 3
    Komentar
  2. 2
    Komentar

    Pisang Goreng Mbah Mis

  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar