Luwu Utara Raih Urutan Pertama di Indonesia Serapan Anggaran Program READSI KEMENTAN RI

2 0 68
Gambar untuk Luwu Utara Raih Urutan Pertama di Indonesia Serapan Anggaran Program READSI KEMENTAN RI
Luwu Utara --- Team leader Readsi Pusat, Wahyuddin Kessa melakukan monitoring di Kabupaten Luwu Utara, Rabu (20/1/2021), Kemarin.

Dalam monitoring Wahyuddin Kessa, sebelum turun meninjau langsung ke kelompok diawali rapat kordinasi bersama Kadis DKP Luwu Utara, Alauddin Sukri bersama Tenaga Ahli, Para Kabid dan Para Fasilitator Desa Program READSI.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan Luwu Utara, Alauddin Sukri sangat mengapresiasi atas kehadiran Team Leader Pusat Program Readsi di Luwu Utara. Ini adalah ketiga kali nya Tim Leader berkunjung ke Luwu Utara, tuturnya.

Selain itu, ia juga mengapresiasi kerja kerja Fasilitator Desa yang dapat bekerja secara tim. Sehingga Kita di Luwu Utara mendapatkan peringkat pertama seluruh Indonesia dalam serapan anggaran Program READSI.

Namun, ia berharap bukan hanya serapan anggaran nya saja. Akan tetapi ia mengajak Fasilitator Desa kiranya terus mengedukasi petani dampingan supaya ada dampak (impact) peningkatan ekonomi masyarakat pedesaan yang mendapatkan manfaat program READSI, Kementan yang bekerjasama IFAD, "tuturnya.

Sementara itu, Team Leader Pusat Program READSI, Wahyuddin Kessa mengatakan kunjungan ini, monitoring progres Keberlanjutan program READSI, KEMENTAN Tahun 2020 ke tahun 2021.

Kita apresiasi atas capaian yang diraih Luwu Utara. apa yang diraih itu tak lepas karena kerja keras DPMO bersama Para Fasilitator Desa. Akan tetapi juga karena dukungan Bupati Luwu Utara memang betul peduli kepada petani, "tuturnya.

Kata Dia, Ada banyak daerah di Indonesia yang mendapatkan program Readsi. DPMO nya kerja keras, namun tidak disupport oleh Bupati sehingga serapan anggaran nya pun biasa saja, tak usah saya sebutkan daerahnya, "tuturnya.

Lanjut Wahyuddin, sementara untuk Program READSI Kementan tahun 2021, yaitu Alsintan. Polanya 70 persen ditanggung oleh program dan 30 persen ditanggung oleh petani secara swadaya.

Mengapa demikian, bukan berarti program READSI Kementan tidak bisa tanggung secara keseluruhan 100 persen. Hanya saja perlu dibangun rasa memiliki kepada petani. Karena sudah ribuan Alsintan namun sebentar rusak disebabkan petani tidak memeliharanya, "tuturnya.

Selain itu, ia juga tambahkan bahwa Program READSI Kementan telah membangun sinergitas kepada pemerintah desa. Sehingga tahun ini ada dana stimulan sebesar 100 juta untuk pembangunan fisik ke desa, "tutpnya.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Daftar CASN Pake Calo

  2. Formasi CASN 2021


Komentar Terbanyak

  1. 9
    Komentar

    Formasi CASN 2021

  2. 5
    Komentar
  3. 4
    Komentar
  4. 3
    Komentar