Lokakarya Penajaman Rencana Aksi Tematik Percepatan Penurunan AKI AKB Kab Garut (Bagian 1)

0 0 209
Gambar untuk Lokakarya Penajaman Rencana Aksi Tematik Percepatan Penurunan AKI AKB Kab Garut (Bagian 1)
Dalam upaya menajamkan dan menyepakati rencana aksi bersama terkait isu tematik AKI AKB, Mitra Utama Madani PDNA Garut menggelar kegiatan Lokakarya untuk membedah paparan, temuan di lapangan dan sinkronisasi perencanaan dan kebijakan daerah terkait program percepatan penurunan AKI AKB di Kab Garut.

Kegiatan yang bertempat di Aula Setda Kab.Garut ini, diawali penyampaian keynotespeech oleh ASDA 1, Bpk.Suherman yang menyampaikan dengan antusias dan mendukung penuh Rencana AKSI tematik yang akan dikolaborasikanPDNA Garut, OPD terkait dan simpul Belajar FAASIH. Beliau berharap dalam edukasi waspada AKI AKB ke masyarakat nanti, harus ditekankan juga bahwa pola makan anak-anak Garut harus dijaga. Mereka sebagai generasi penerus penduduk di Kab.Garut harus tumbuh dan berkembang baik, sehat jasmani dan bisa berdampak jg pada penurunan AKI AKB. Beliau berharap kegiatan pendampingan ibu hamil nanti dapat dilakukan di minimal setengah jumlah total kecamatan di kab.Garut.

Sesi selanjutnya progress report dan perencanaan program Madani_Mitra Utama PDNA Garut, oleh Rosi SR selaku penanggung jawab program dan Dept.Sosial PDNA Garut, menyampaikan Rencana Aksi Tematik Penurunan AKI AKB yang telah dikaji, dianalisa bersama dengan Simpul belajar FAASIH Garut. Rencana Aksi tematik ini didesain kolaboratif multi pihak (Pemerintah, Swasta dan Masyarakat) yang diinisiasi oleh unsur masyarakat sipil di Kab Garut atas dukungan Program Madani. Adapun langkah modelling/piloting akan diarahkan pada Peningkatan rujukan Kegawatdaruratan dan Kesiapsiagaan Partisipasi Masyarakat pada Keselamatan Ibu Melahirkan dan bayi baru lahir melalui penguatan Desa Siaga Kesehatan ibu dan Bayi Baru Lahir (KIBBL). Rekan-rekan yang tergabung dalam FAASIH Garut, nantinya akan membentuk, mengedukasi para Relawan Pendamping Ibu Hamil (Satgas SAKINA RAPIH) di masyarkat. Bersama FAASIH, Relawan ini akan intensif melakukan pendampingan dan pemantauan bagi ibu hamil hingga melahirkan dan masuk masa nifas. Memastikan keselamatan dan kebutuhan primer Ibu Hamil sesuai dengan indikator keberhasilan dari DInkes Kab.Garut. JIka piloting/modelling ini berkontribusi pada komitmen penurunan AKI AKB di Kab Garut, maka gerakan ini akan membuka peluang replikasi/scalling out Aksi Kolaboratif yang sama di kecamatan dan desa lainnya di seluruh Kab.Garut.

Kemudian paparan sinkronisasi dan analisis kebijakan serta langkah strategis multi pihak terkait penurunan AKI AKB yang disampaikan oleh Kabag Sosial Budaya BAPPEDA, Bapak Iman Purnama Ridho, S.IP, M.Si. Beliau mepresentasikan RKPD, RPJMD Pemda Garut, capaian yang telah dilakukan PEMDA dalam upaya menurunkan AKI AKB. Dalam analisanya, Penurunan AKI AKB bisa diintervensi juga dari data angka harapan hidup. Penduduk Garut dalam IPM, memiliki pendidikan rerata 7,2 artinya hanya sampai SMP hal ini menjadi salah satu Faktor AKI AKB Garut masih tinggi, karena minimnya kesadaran dan pengetahuan, pernikahan dini, dll. Pemda Garut juga mengedepankan keberhasilan pembangunan melalui skema SDGs. SDGs mengukur juga kesehatan masyarakat disetiap negara, salah satunya mengupayakan penurunan AKI AKB. Bupati berharap di thn 2022-2024 targetan meningkatkan harapan hidup dapat tercapai terutama dapat menurunkan AKI AKB Kab. Di akhir, Bpk.Iman juga menyampaikan peluang strategis kemitraan yang bisa dilakukan utk kolaborasi multi pihak antara dinas, swasta dan masyarakat.


© RSR

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler


Komentar Terbanyak

  1. 5
    Komentar
  2. 2
    Komentar
  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar