Logos Menolak Tumbang di Hadapan Covid-19

3 0 240
Gambar untuk Logos Menolak Tumbang di Hadapan Covid-19
Di kabupaten Pangkajene dan Kepulauan (Pangkep), salah satu kabupaten di Sulawesi Selatan, berjarak sekita 50 km di sisi utara kota Makassar.

Saat ini sudah ada dua warga terpapar, melalui juru bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Pangkep, dr Annas Ahmad mengatakan pasien kedua bukan merupakan dari ibadah umroh melainkan ada riwayat perjalananan dari Papua dan saat ini sedang dirawat di rumah sakit di Makassar, seperti dilansir fajar.co.id (12/4/2020). Data itu tentu menjadi alarm sekaligus horor. Jauh hari, sebelum pemerintah kabupaten mengeluarkan imbauan tentang perlunya waspada dan mengurangi aktivitas di luar, sejumlah komunitas di Pangkep telah mendeklarasikan sebuah gerakan melawan virus corona.

Pangkep Bergerak Cegah Corona, demikian nama gerakan itu yang melibatkan puluhan komunitas di Pangkep. Sebagian besar dari penggerak di komunitas itu adalah mereka yang selama ini sering berkumpul di Logos Coffee, warung kopi yang terletak di titik nol kota Pangkajene, ibu kota kabupaten Pangkep.

Logos sendiri telah mengalihkan transaksi ekonominya dari membuka warkop dengan menggantinya layanan pesan antar. Salah satu menu yang diminati selama pandemi adalah sarabba, minuman khas di Sulawesi Selatan. Meski metode jualan online itu mengurangi pendapatan, tetapi itu pilihan yang harus diterapkan. Kemanusiaan tetaplah lebih agung ketimbang ekonomi.

Ramez, sosok di balik Logos dan gerakan berbasis komunitas itu tak ingin tumbang di hadapan Covid-19. “Situasinya memang pelik. Semua sendi ekonomi ikut terpapar. Namun, jika bekerjasama mencegah wabah ini, maka semua akan berlalu.” Tulisnya lewat WhatsApp kepada saya.

Kini, Logos tetap melayani pelanggannya dengan cara pesan antar sekaligus menjadi markas gerakan memberikan edukasi, literasi, hingga menggalang donasi untuk kemudian membuat handsantizer atau cairan disinfektan untuk disalurkan kepada masyarakat.

Di Pangkep, Logos Coffe lebih dari sekadar warkop atau unit usaha. Kehadirannya memberikan reposisi baru dalam menjalinhubungkan kegiatan ekonomi dengan kepedulian sosial. Menilik kiprahnya bisa ditarik ketika gempa mengguncang Palu di tahun 2018 lalu, Logos menjadi titik kumpul dan pusat distribusi hasil galangan dana dan bentuk sumbangan yang lain untuk disalurkan ke lokasi bencana.

Upaya yang dilakukan manajemen Logos ini menyiratkan asa di tengah pandemi. Melakukan reposisi dalam menyikapi situasi adalah peta yang senantiasa menjadi jalan. Covid-19 yang telah menjadi horor di dunia perlu dilawan dengan cara yang bisa dilakukan.

Trend perlawanan sejauh ini semuanya seragam, semua seturut dengan imbauan pemerintah untuk melakukan pembatasan aktivitas dan membekali diri dengan masker serta menjaga kebersihan. Merespons itu, Logos telah membatalkan sejumlah agenda acara yang melibatkan banyak orang dan menyediakan handsantizer dan air di depan pintu masuk yang bisa digunakan oleh siapa saja yang melintas.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. ECO.J, Juara 1 Anugerah Inovasi & Penelitian 2021


Komentar Terbanyak

  1. 7
    Komentar
  2. 6
    Komentar

    ECO.J, Juara 1 Anugerah Inovasi & Penelitian 2021

  3. 4
    Komentar
  4. 2
    Komentar