Lebarkan Sayap! YBS, FBM dan DLHK Palopo Sosialisasikan TongKAT dan Budidaya BSF di Salotellue

5 0 319
Gambar untuk Lebarkan Sayap! YBS, FBM dan DLHK Palopo Sosialisasikan TongKAT dan Budidaya BSF di Salotellue
PALOPO – Tak henti-hentinya, sosialisasi pengelolaan sampah dengan inovasi Tong Kotak Ajaib Terpadu (TongKAT) dan budidaya larva Black Soldier Fly (BSF) terus dikembangkan.

Usai mengepakkan sayap diwilayah Tomarundung dan kampus Universitas Muhammadiyah (UM) Palopo. Kali ini kegiatan yang sama, kembali digelar di Kelurahan Salotellue, Kamis (19/8/2021) sore.

Kegiatan yang digagas Yayasan Bumi Sawerigading (YBS) Palopo bekerjasama Forum Belajar Mapaccing (FBM) sebagai Learning Forum (LF) kembali mengajak dan Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK).

Dalam sambutannya, Ketua YBS Palopo berharap dimana hasil dari sosialisasi ini dapat ditindaklanjuti langsung oleh warga, khususnya para ibu rumah tangga.

“Aksi ini secara tidak langsung dapat membantu pemerintah dalam hal menekan angka timbulan sampah yang dihasilkan dari limbah rumah tangga,” kata Abdul Malik Saleh.

Dari data DLHK bahwa, saat ini tidak kurang dari 60-70 persen sampah basah atau rumah tangga (Organik), bahkan dihari tertentu dapat mencapai 90-100 ton, dari daya

“Sementara daya tampung di tempat pembuangan akhir, maksimal 80 ton saja,” ungkapnya.

Dikatakan Staf Bidang PPLH-DLHK, dimana pihaknya telah memprogramkan pengelolaan sampah dengan metode Bank Sampah Mapaccing khusus sampah Anorganik.

“Kita akan bentuk bank sampah di unit disini. Diharapkan pula kelurahan salotellue akan mencapai pengurangan sampah 30 persen tahun 2025,” terang Kurniawan.

“Diharapkan setiap warga mulai aktif dalam memilah sampah organik dan anorganik sebagai langkah awalnya,” paparnya.

Lebih jauh ditambahkan Direktur La PENA Institute yang merupakan pencetus TongKAT bahwa, selain menghasilkan pupuk cair organik yang dapat menyuburkan tanaman, dari larva maggot juga baik untuk pakan ternak dan ikan atau jenis lainnya.

“Tentunya dengan metode ini, akan membantu warga dari sisi pemenuhan ekonomi,“ tutup Rustan Santaria.

Menanggapi kegiatan, Lurah Salotellue berterima kasih kepada YBS, FBM dan DLHK atas sosialisasi dimana kegiatan ini dapat memberikan edukasi kepada warga dalam mengelola sampah.

“Khususnya dalam mencegah kawasan kumuh, agar terciptanya lingkungan yang bersih dan sehat diseluruh wilayah kelurahan salotellue,” pungkas Eva Yani sembari menutup kegiatan.

Sekadar diketahui, sosialisasi ini merupakan tindaklanjut dari program USAID MADANI dengan mengangkat isu tematik tentang pengelolaan sampah di Kota Palopo. (*)

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Bukit Seguntang Adalah Ulu Melayu

  2. Games Sore bersama Mahasiswa Bhayangkara


Komentar Terbanyak

  1. 7
    Komentar
  2. 5
    Komentar
  3. 4
    Komentar
  4. 4
    Komentar

    Kehumasan ? Bukan Sekedar Antar Surat