KPNas Dan KAWALI Masih Temukan Banyak Limbah B3 Fasyankes Di TPA

Gambar untuk KPNas Dan KAWALI Masih Temukan Banyak Limbah B3 Fasyankes Di TPA
๐—ž๐—ฃ๐—ก๐—ฎ๐˜€ ๐——๐—ฎ๐—ป ๐—ž๐—”๐—ช๐—”๐—Ÿ๐—œ ๐— ๐—ฎ๐˜€๐—ถ๐—ต ๐—ง๐—ฒ๐—บ๐˜‚๐—ธ๐—ฎ๐—ป ๐—•๐—ฎ๐—ป๐˜†๐—ฎ๐—ธ ๐—Ÿ๐—ถ๐—บ๐—ฏ๐—ฎ๐—ต ๐—•๐Ÿฏ ๐—™๐—ฎ๐˜€๐˜†๐—ฎ๐—ป๐—ธ๐—ฒ๐˜€ ๐——๐—ถ ๐—ง๐—ฃ๐—”

REAKSI BEKASI โ€“ Limbah infeksius atau Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) medis yang diduga berasal dari rumah sakit, klinik, puskesmas atau fasilitas layanan kesehatan (fasyankes) kerap ditemukan selama masa pandemi Covid-19 di Tempat Pembuangan Akhir (TPA).

Kegiatan pengelolaan limbah beracun dan berbahaya (B3) dari Fasilitas Pelayanan Kesehatan (Fasyankes) tidak mudah, bahkan cenderung kompleks dan rumit di tingkat lapangan masa pendemi Covid-19. Hampir satu tahun lebih kasus penambahan korban terinfeksi Covid-19 tak terelakan, meskipun belakangan ada tanda-tanda stabil menurun. Dampak buruknya adalah peningkatan 30-50% limbah medis bekas penanganan Covid-19 dari Fasyankes dan sumber lain.

Ketua Koalisi Persampahan Nasional (KPNas), Bagong Suyoto mengatakan, sejak Juni 2020 Koalisi Persampahan Nasional (KPNas) dan Koalisi Kawali Indonesia Lestari (KAWALI) melakukan investigasi di sejumlah pembuangan akhir (TPA). Ternyata semakin banyak ditemukan limbah infeksius dibuang ke TPA Burangkeng, TPA Sumurbatu dan beberapa titik sekitar TPST Bantargebang.

Bahkan di tempat lain dibuang di lahan kosong, pinggir dan badan kali. Modusnya limbah medis itu dicampur sampah rumah tangga dan sampah sejenis rumah tangga agar tak mencolok mata.

โ€œAktivitas investigasi pada September sampah akhir Oktober 2020 ditemukan berbagai jenis limbah medis di TPA. Artinya secara factual dan valid limbah medis masih dibuang di TPA merupakan bentuk pelanggaran serius.

Material limbah medis itu, seperti masker, sarung tangan, botol infus, selang infus dan jarumnya, bekas botol dan kemasan obat. Seringkali didapati botol serangkai dengan selang infusnya masih ada darah merah. Dalam pandangan mata sungguh sangat mengerikan.

Hasil investigasi ke sejumlah gubuk pemulung juga ditemukan limbah medis. Pemulung mengakui, bahwa sering menemukan limbah medis ketika mengais sampah di TPA, seperti masker, sarung tangan, botol obat, botol infus, selang dan jarum infus (satu set).

Source :
Kawali Bekasi Raya

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Vaksinasi COVID-19 Gandaria City (17-30 Januari 2022)


Komentar Terbanyak

  1. 3
    Komentar
  2. 2
    Komentar
  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar