Komitmen “0” Stunting Kabupaten Malang yang diawali dengan Rembug Stunting 2021

1 0 104
Gambar untuk Komitmen “0” Stunting Kabupaten Malang yang diawali dengan Rembug Stunting 2021
Jumlah stunting di Kabupaten Malang ada 14.793 dari 129.615 (11,4%) berdasarkan Litbang Agustus 2020. Berdasarkan angka tersebut tentu masih menjadi perhatian khusus oleh Pemerintah Kabupaten Malang, mengingat kesehatan anak menjadi asset penting dalam menyumbang manusia yang berkualitas sebagai generasi penerus bangsa. Disamping itu dampak stunting pada Balita apabila tidak mendapatkan penanganan khusus dan serius maka yang terjadi yaitu 15 tahun mendatang menjadi generasi penduduk usia produktif yang tidak produktif, bonus demografi yang tidak termanfaatkan dengan baik dan menjadi beban dan tangung jawab negara, berpotensi melahirkan generasi stunting baru, menurunkan harga diri bangsa dimata dunia, pemerintah dianggap tidak dapat memberikan layanan terbaik kepada masyarakat.

Bertempat di sebuah hotel di Kota Malang melalui kegiatan Rembug Stunting Tahun 2021 dilakukan pertemuan yang melibatkan pimpinan daerah (Bupati), OPD terkait, beserta 33 kecamatan dan layanan yang ada di Kabupaten Malang. Dalam agenda rembug stunting ada beberapa yang dibahas, salah satunya terkait tingginya angka stunting di Kabupaten Malang. Sehingga diperlukan strategi dalam penanganannya. Disamping itu ada beberapa peraturan kebijakan yang dikeluarkan, seperti yang disampaikan oleh Bupati Malang bahwa stunting menjadi prioritas utama yang perlu mendapatkan penanganan secara serius.

Melalui SK BAPPEDA No. 050/2168/KEP/35.07.202/2021 tentang penetapan desa prioritas pencegahan stunting Kabupaten Malang 2022. Berdasarkan SK tersebut ada 50 desa di Kabupaten Malang menjadi prioritas desa penanganan stunting. Dalam uraian SK dijelaskan bahwa menetapkan desa tersebut memerlukan percepatan stunting secara integrasi, mendapat prioritas intervensi utama pada peningkatan cakupan variable spesifik dan sensitif untuk pencegahan stunting dalam penyusunan APBDesnya.

Stunting merupakan sinyal bahwa ada masalah dalam manajemen penyelenggaraan pelayanan dasar. Dimana pelayanan terhadap upaya pencegahan dan penurunan prevalensi stunting belum tersedia dalam skala dan kualitas yang memadai serta tidak sampai secara lengkap pada kelompok sasaran prioritas (ibu hamil dan baduta). Pencegahan stunting dapat dilakukan dengan strategi antara lain :
a. Pengelolaan advokasi konvergensi pencegahan stunting di desa dengan menggunakan aplikasi digital electronic.
b. Pemberian insentif untuk Kader Pembangunan Manusia (KPM), kader posyandu dan pendidik Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD).
c. Tindakan promotif dan preventif untuk pencegahan stunting melalui Rumah Desa Sehat.
d. Memberikan layanan peningkatan layanan kesehatan, peningkatan gizi dan pengasuhan anak melalui kegiatan kesehatan ibu dan anak, konseling gizi, bersih dan sanitasi, perlindungan sosial untuk peningkatan akses ibu hamil dan menyusui serta balita terhadap jaminan kesehatan dan administrasi kependudukan, pendidikan tentang pengasuhan anak melalui Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD); pengasuhan anak di keluarga termasuk pencegahan perkawinan anak.
e. Pendayagunaan lahan pekarangan keluarga dan Tanah Kas Desa untuk pembangunan Kandang, Kolam dan Kebun (3K) dalam rangka penyediaan makanan yang sehat dan bergizi untuk ibu hamil, balita dan anak sekolah.

Selama proses pertemuan rembug juga terdapat komitmen bahwa sinergitas lintas sektor dan lintas program mulai pusat sampai ke desa sangat diperlukan agar tercapainya “0” stunting baru di Kabupaten Malang. Dimana permasalahan stunting disebabkan oleh berbagai hal, mulai dari lingkungan, kemiskinan, pola perilaku, dan lain-lain sehinga menyebabkan berbagai hal pula baik produktivitas rendah sampai kemiskinan.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. MALEAN SAMPI

  2. Vaksinasi COVID-19 Gandaria City (17-30 Januari 2022)

  3. Dewata Kite Festival (Festival Layang-layang Pulau Dewata)


Komentar Terbanyak

  1. 3
    Komentar
  2. 2
    Komentar

    Pisang Goreng Mbah Mis

  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar