KETIKA SANG KETUA TERUSIK KARNA LAPORAN BUMDES

3 0 387
Gambar untuk KETIKA SANG KETUA TERUSIK KARNA LAPORAN BUMDES
-KASAK KUSUK SANG KETUA BUMDES

Penulis: Heandly Mangkali Tomaringku

Badan usaha milik desa (bumdes) idealnya dimanfaatkan untuk kepentingan banyak orang, mengedepankan keterbukaan, musyawarah, dan pengambilan keputusan yang mengcover suara dan kepentingan semua.

Alokasi dana desa, dan didalamnya termasuk pengelolaan bumdes, sering disalah gunakan atau "keluar jalur" dan merugikan masyarakat. Korupsi alokasi dana desa (ADD) termasuk didalamnya penyelewengan BUMDES adalah tindakan yg merugikan keuangan Negara dan perekonomian Negara berapapun nilainya.

Kasak kusuk ketua bumdes atas disorotinya pertanggung jawaban yang tidak jelas, adalah gambaran ketakutan yang berlebihan atas ulah sang ketua sendiri. Bahkan berbagai tindakan yg masuk kategori intimidasi dan tekanan kepada bendahara, sesungguhnya tidak perlu dilakukan jika memang ketua bumdes bisa membuktikan dirinya tidak bersalah.

Saya menerima sebuah pesan bahwa tidak perlu mengurusi kasus kecil, agak aneh ketika ada pihak yang sengaja menghalangi upaya mengungkap ada apa sebenarnya dibalik bumdes kasak kusuk sang ketua. Bukankah dalam mengungkap kebenaran, dan didalamnya ada masyarakat kecil yang dirugikan, kita sedang menguji kadar moralitas kita sampai sejauh mana. Atau kita memang sudah tidak punya yg namanya moralitas, sehingga tidak ingin bicara sebuah persoalan yg tidak menguntungkan pribadi kita sendiri.

Persoalan yang diduga penyelewengan dana BUMDES, harus terus disuarakan agar jelas pihak mana yang bertanggung jawab. Dan siapa sesungguhnya yang sedang bermain main dengan dana BUMDES. Apalagi ketua bumdes juga dikenal sangat arogansi dalam bersikap, tentu patut diduga ketua ingin mengaburkan intisari korupsi yang dilakukan pada dana bumdes.

#Harus ada pihak yg bertanggung jawab
#Usut dana BUMDES yang sengaja dikaburkan dengan mengangkat issue lain.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terbaru


Terpopuler


Komentar Terbanyak

  1. 5
    Komentar
  2. 2
    Komentar
  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar