Kekerasan Seksual Kerap Dilakukan Orang Terdekat

0 0 64
Gambar untuk Kekerasan Seksual Kerap Dilakukan Orang Terdekat
Kejadian yang menimpa seorang dosen Universitas Jember inisial RH yang melakukan tindakan tidak senonoh kepada ponakannya sendiri, dan itu dilakukan tidak hanya sekali itu sangat mengagetkan kita semua. Dan memberikan kita edukasi untuk waspada dan memberikan pendidikan reproduksi sejak dini.

Berdasarkan tempat kejadian, kekerasan terhadap anak yang terjadi di lingkungan keluarga ada 24 persen, lingkungan sosial 56 persen, dan sekolah 17 persen.

Ahli Kajian Gender dan Seksualitas Universitas Amsterdam, Prof. Dr. Saskia E. Wieringa mengatakan, tidak dimungkiri saat ini banyak pelaku kasus kekerasan seksual terhadap anak berasal dari lingkungan terdekat si anak.

Kini sudah banyak kasus pemerkosaan yang melibatkan orang terdekat seperti keluarga dengan anak, paman dengan keponakan atau kakek ke cucu atau di lingkungan sekolah seperti guru dengan murid. Hal ini disebabkan karena ada unsur kekuasaan yang sangat kental di sini, sehingga anak tidak bisa berbuat apa-apa karena terlalu takut.

Oleh karena itu para orangtua dan pihak sekolah perlu mengajarkan pendidikan kesehatan reproduksi sejak dini untuk mencegah terjadinya kasus pemerkosaan.

Kalau terjadi di rumah, itu karena anak menganggap orangtua sebagai sosok otoritas sehingga sulit sekali melawannya. Sikap diam pun dianggap salah. Kalau memang terjadi kasus pelecehan seksual baik di keluarga atau orang asing perlu dilaporkan,agar bisa memberikan efek jera dan bisa memberikan edukasi kepada masyarakat yang mengetahuinya.

Menurut pernyataan salah satu korban pelecehan seksual di keluarga, kekerasan oleh orang terdekat terjadi karena anak terlalu takut untuk melawan.

Di keluarga, itu kan orangtua yang paling berkuasa. Anak hanya menurut dan terlalu takut untuk melawan karena dari awalnya memang sudah begitu. Pelecehan seksual terjadi bisa juga karena stres, orang tua merasa stres di luar rumah dan membawanya ke dalam rumah kemudian emosi tersebut disalurkan ke pihak yang lebih lemah yaitu anak.

Proses menceritakan kembali peristiwa yang menyakitkan bukan hal yang mudah dan kondisi luka itu akan terus membekas.Trauma itu tidak bisa disembuhkan, karena ibaratnya paku yang ditancapkan di kayu. Saat dicabut akan meninggalkan bekas. Itulah luka korban pelecehan seksual. Kalau terus berulang kali diceritakan maka akan muncul lagi memori menyakitkan itu..

Untuk menghindari kasus pemerkosaan anak yang dilakukan para orangtua bukan dengan cara melawan orangtua. Bukan juga harus melawan atau terlalu was-was sehingga menimbulkan kecurigaan dan sikap waspada yang berlebihan ke orangtua. Tapi orangtua perlu memberikan pengetahuan tentang pendidikan reproduksi ke anak sejak dini.

Kejadian di Jember ini memberikan edukasi kepada kita semua untuk memberikan pendidikan reproduksi kepada anak kita sejak dini. Selain itu kita harus segera melaporkan apabila di sekitar kita terjadi kekerasan seksual dan pelecehan seksual, ini dilakukan untuk menimbulkan efek jera kepada pelaku dan memberikan edukasi kepada masyarakat yang mengetahuinya bahwa hal seperti itu perlu dilakukan tindakan semacam ini.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler


Komentar Terbanyak

  1. 3
    Komentar
  2. 3
    Komentar
  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar