Jual-Beli Uang Receh Menjelang Lebaran Adalah Riba

Gambar untuk Jual-Beli Uang Receh Menjelang Lebaran Adalah Riba
# Jual-Beli Uang Receh Menjelang Lebaran Adalah Riba

Menjelang lebaran uang receh dengan pecahan 1000 atau 2000 Rupiah dibutuhkan untuk dibagi-bagikan kepada anak-anak atau orang yang tidak mampu. Niat ini cukup bagus karena untuk memberikan kegembiraan kepada mereka di hari raya kaum muslimin.

Uang receh dalam jumlah besar agak sulit didapatkan sehingga ada orang yang meilhat peluang ini dan menjadikannya bisnis. Akan tetapi perlu diketahui bahwa bisnis ini adalah riba. Riba dilarang oleh syariat. Memang dampak riba tidak langsung terlihat secara individu akan tetapi riba bisa merusak bahkan melumpuhkan ekonomi suatu bangsa karena yang kaya semakin kaya dan miskin semakin miskin sehingga celah sekecil apapun yang bisa membawa kepada kerusakan yang besar akan ditutup oleh syariat.



Jual-beli receh adalah riba

Pada prakteknya jual beli receh dengan menukar 1000 rupiah sebanyak 100 (senilai dengan 100 ribu) dengan harga 120 ribu misalnya. Maka ada nilai lebih, lebih-lebih pada benda ribawi yaitu mata uang.

Jika ingin tidak termasuk riba, maka tukar-menukarnya harus sama nilai dan jumlahnya. 100 ribu selembar ditukar dengan 1000 rupiah 100 lembar.

Rasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ุงู„ุฐู‘ูŽู‡ูŽุจู ุจูุงู„ุฐู‘ูŽู‡ูŽุจู ูˆูŽุฒู’ู†ู‹ุง ุจููˆูŽุฒู’ู†ู

โ€œJika emas ingin ditukar dengan emas, maka harus sama timbangannya.โ€[1]



Demikian juga berbagai fatwa ulama bahwa uang termasuk benda ribawi dan tidak boleh menukarnya dengan nilai lebih. Sebagaimana fatwa Haiโ€™ah Kibar Ulama

ู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ุจูŠุน ุงู„ุฌู†ุณ ุงู„ูˆุงุญุฏ ู…ู†ู‡ ุจุนุถู‡ ุจุจุนุถ ู…ุชูุงุถู„ุงู‹ุŒ ุณูˆุงุก ูƒุงู† ุฐู„ูƒ ู†ุณูŠุฆุฉ ุฃูˆ ูŠุฏุงู‹ ุจูŠุฏุŒ ูู„ุง ูŠุฌูˆุฒ ู…ุซู„ุงู‹ ุจูŠุน ุนุดุฑุฉ ุฃุฑูŠู„ุฉ ุณุนูˆุฏูŠุฉ ูˆุฑู‚ ุจุฃุญุฏ ุนุดุฑ ุฑูŠุงู„ุงู‹ ุณุนูˆุฏูŠุงู‹ ูˆุฑู‚ุงู‹.

โ€œTidak boleh menukar satu jenis (mata uang) dengan nilai lebih, baik itu dengan cara tertunda (tidak tunai) atau kontan (tunai). Misalnya menukar sepuluh riyal saudi dengan satu lembar 11 riyal saudi.โ€[2]



Uang adalah benda ribawi

Mengapa uang alat tukar dianggap sebagai barang ribawi?

Karena uang disamakan โ€œillatโ€/alasannya dengan emas dan perak. Emas dan perak merupakan benda ribawi.

Sebagaimana dalam hadits,

ุงู„ุฐู‘ูŽู‡ูŽุจู ุจูุงู„ุฐู‘ูŽู‡ูŽุจู ูˆูŽุงู„ู’ููุถู‘ูŽุฉู ุจูุงู„ู’ููุถู‘ูŽุฉู ูˆูŽุงู„ู’ุจูุฑู‘ู ุจูุงู„ู’ุจูุฑู‘ู ูˆูŽุงู„ุดู‘ูŽุนููŠุฑู ุจูุงู„ุดู‘ูŽุนููŠุฑู ูˆูŽุงู„ุชู‘ูŽู…ู’ุฑู ุจูุงู„ุชู‘ูŽู…ู’ุฑู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูู„ู’ุญู ุจูุงู„ู’ู…ูู„ู’ุญู ู…ูุซู’ู„ุงู‹ ุจูู…ูุซู’ู„ู ูŠูŽุฏู‹ุง ุจููŠูŽุฏู ููŽู…ูŽู†ู’ ุฒูŽุงุฏูŽ ุฃูŽูˆู ุงุณู’ุชูŽุฒูŽุงุฏูŽ ููŽู‚ูŽุฏู’ ุฃูŽุฑู’ุจูŽู‰ ุงู„ุขุฎูุฐู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูุนู’ุทูู‰ ูููŠู‡ู ุณูŽูˆูŽุงุกูŒ

โ€œJika emas dijual dengan emas, perak dijual dengan perak, gandum dijual dengan gandum, syaโ€™ir (salah satu jenis gandum) dijual dengan syaโ€™ir, kurma dijual dengan kurma, dan garam dijual dengan garam, maka jumlah (takaran atau timbangan) harus sama dan dibayar kontan (tunai). Barangsiapa menambah atau meminta tambahan, maka ia telah berbuat riba. Orang yang mengambil tambahan tersebut dan orang yang memberinya sama-sama berada dalam dosa.โ€[3]

ุงู„ุฐู‘ูŽู‡ูŽุจู ุจูุงู„ุฐู‘ูŽู‡ูŽุจู ูˆูŽุงู„ู’ููุถู‘ูŽุฉู ุจูุงู„ู’ููุถู‘ูŽุฉู ูˆูŽุงู„ู’ุจูุฑู‘ู ุจูุงู„ู’ุจูุฑู‘ู ูˆูŽุงู„ุดู‘ูŽุนููŠุฑู ุจูุงู„ุดู‘ูŽุนููŠุฑู ูˆูŽุงู„ุชู‘ูŽู…ู’ุฑู ุจูุงู„ุชู‘ูŽู…ู’ุฑู ูˆูŽุงู„ู’ู…ูู„ู’ุญู ุจูุงู„ู’ู…ูู„ู’ุญู ู…ูุซู’ู„ุงู‹ ุจูู…ูุซู’ู„ู ุณูŽูˆูŽุงุกู‹ ุจูุณูŽูˆูŽุงุกู ูŠูŽุฏู‹ุง ุจููŠูŽุฏู ููŽุฅูุฐูŽุง ุงุฎู’ุชูŽู„ูŽููŽุชู’ ู‡ูŽุฐูู‡ู ุงู„ุฃูŽุตู’ู†ูŽุงูู ููŽุจููŠุนููˆุง ูƒูŽูŠู’ููŽ ุดูุฆู’ุชูู…ู’ ุฅูุฐูŽุง ูƒูŽุงู†ูŽ ูŠูŽุฏู‹ุง ุจููŠูŽุฏู

โ€œJika emas dijual dengan emas, perak dijual dengan perak, gandum dijual dengan gandum, syaโ€™ir (salah satu jenis gandum) dijual dengan syaโ€™ir, kurma dijual dengan kurma, dan garam dijual dengan garam, maka jumlah (takaran atau timbangan) harus sama dan dibayar kontan (tunai). Jika jenis barang tadi berbeda, maka silakan engkau membarterkannya sesukamu, namun harus dilakukan secara kontan (tunai).โ€[4]

Pendapat terkuat bahwa โ€œillatโ€/alasan emas dan perak menjadi benda ribawi karena merupakan alat tukar dan mempunyai nilai tukar. Karenanya dinar dan perak sebagai alat tukar di zaman Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam dianggap sebagai benda ribawi. Begitu juga dengan uang di zaman sekarang.

Ibnul Qayyim rahimahullah menjelaskan,

ูˆุฃู…ุง ุงู„ุฏุฑุงู‡ู… ูˆุงู„ุฏู†ุงู†ูŠุฑุŒ ูู‚ุงู„ุช ุทุงุฆูุฉ ุงู„ุนู„ุฉ ููŠู‡ู…ุง ูƒูˆู†ู‡ู…ุง ู…ูˆุฒูˆู†ูŠู†ุŒ ูˆู‡ุฐุง ู…ุฐู‡ุจ ุฃุญู…ุฏ ููŠ ุฅุญุฏู‰ ุงู„ุฑูˆุงูŠุชูŠู† ุนู†ู‡ ูˆู…ุฐู‡ุจ ุฃุจูŠ ุญู†ูŠูุฉุŒ ูˆุทุงุฆูุฉ ู‚ุงู„ุช:ุงู„ุนู„ุฉ ููŠู‡ู…ุง ุงู„ุซู…ู†ูŠุฉุŒ ูˆู‡ุฐุง ู‚ูˆู„ ุงู„ุดุงูุนูŠ ูˆู…ุงู„ูƒ ูˆุฃุญู…ุฏ ููŠ ุงู„ุฑูˆุงูŠุฉ ุงู„ุฃุฎุฑู‰ุŒ ูˆู‡ุฐุง ู‡ูˆ ุงู„ุตุญูŠุญ ุจู„ ุงู„ุตูˆุงุจ

โ€œAdapun dirham dan dinar, ada yang bependapat โ€œillatโ€ (alasan menjadi benda ribawi) adalah karena takarannya ditimbang, ini adalah mazhad Imam ahmad pada satu riwayat dan mazhad Abu Hanifah. Pendapat yang lain, โ€œillatโ€nya adalah karena memiliki nilai tukar. Ini adalah pendapat Syafiโ€™iyah, Malik dan Imam Ahmad pada satu riwayat. Ini adalah pendapat yang shahih (illatnya adalah karena nilai tukar).โ€[5]



Bahaya riba

Berikut beberapa dalil saja mengenai bahaya riba

-Akan diperangi oleh Allah dan Rasul-Nya, Allah Taโ€™ala berfirman,

ูŠูŽุง ุฃูŽูŠู‘ูู‡ูŽุง ุงู„ู‘ูŽุฐููŠู†ูŽ ุขู…ูŽู†ููˆุงู’ ุงุชู‘ูŽู‚ููˆุงู’ ุงู„ู„ู‘ู‡ูŽ ูˆูŽุฐูŽุฑููˆุงู’ ู…ูŽุง ุจูŽู‚ููŠูŽ ู…ูู†ูŽ ุงู„ุฑู‘ูุจูŽุง ุฅูู† ูƒูู†ุชูู… ู…ู‘ูุคู’ู…ูู†ููŠู†ูŽู’ ููŽุฅูู† ู„ู‘ูŽู…ู’ ุชูŽูู’ุนูŽู„ููˆุงู’ ููŽุฃู’ุฐูŽู†ููˆุงู’ ุจูุญูŽุฑู’ุจู ู…ู‘ูู†ูŽ ุงู„ู„ู‘ู‡ู ูˆูŽุฑูŽุณููˆู„ูู‡ู

โ€œHai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah, bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu.โ€[Al-Baqarah: 278-279]



-Dilaknat semua yang mendukung riba

dari sahabat Jabir bin Abdillahradhiallahu โ€˜anhu bahwasannya ia menuturkan,

ู„ุนู† ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‘ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู‘ู… ุขูƒู„ ุงู„ุฑุจุง ูˆู…ูˆูƒู„ู‡ ูˆูƒุงุชุจู‡ ูˆุดุงู‡ุฏูŠู‡ุŒ ูˆู‚ุงู„: (ู‡ู… ุณูˆุงุกู…

โ€œRasulullah shallallahu โ€˜alaihi wa sallam telah melaknati pemakan riba (rentenir), orang yang memberikan / membayar riba(nasabah), penulisnya (sekretarisnya), dan juga dua orang saksinya. Dan beliau juga bersabda, โ€˜Mereka itu sama dalam hal dosanyaโ€™.โ€[6]



-Termasuk dosa besar yang membinasakan,

Dari Abu Hurairah, Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam bersabda,

ยซ ุงุฌู’ุชูŽู†ูุจููˆุง ุงู„ุณู‘ูŽุจู’ุนูŽ ุงู„ู’ู…ููˆุจูู‚ูŽุงุชู ยป . ู‚ูŽุงู„ููˆุง ูŠูŽุง ุฑูŽุณููˆู„ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุŒ ูˆูŽู…ูŽุง ู‡ูู†ู‘ูŽ ู‚ูŽุงู„ูŽ ยซ ุงู„ุดู‘ูุฑู’ูƒู ุจูุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุŒ ูˆูŽุงู„ุณู‘ูุญู’ุฑู ุŒ ูˆูŽู‚ูŽุชู’ู„ู ุงู„ู†ู‘ูŽูู’ุณู ุงู„ู‘ูŽุชูู‰ ุญูŽุฑู‘ูŽู…ูŽ ุงู„ู„ู‘ูŽู‡ู ุฅูู„ุงู‘ูŽ ุจูุงู„ู’ุญูŽู‚ู‘ู ุŒ ูˆูŽุฃูŽูƒู’ู„ู ุงู„ุฑู‘ูุจูŽุง ุŒ ูˆูŽุฃูŽูƒู’ู„ู ู…ูŽุงู„ู ุงู„ู’ูŠูŽุชููŠู…ู ุŒ ูˆูŽุงู„ุชู‘ูŽูˆูŽู„ู‘ูู‰ ูŠูŽูˆู’ู…ูŽ ุงู„ุฒู‘ูŽุญู’ูู ุŒ ูˆูŽู‚ูŽุฐู’ูู ุงู„ู’ู…ูุญู’ุตูŽู†ูŽุงุชู ุงู„ู’ู…ูุคู’ู…ูู†ูŽุงุชู ุงู„ู’ุบูŽุงููู„ุงูŽุชู

โ€œJauhilah tujuh dosa besar yang akan menjerumuskan pelakunya dalam neraka.โ€ Para sahabat bertanya, โ€œWahai Rasulullah, apa saja dosa-dosa tersebut?โ€ Beliau mengatakan, โ€œ(1) Menyekutukan Allah, (2) sihir, (3) membunuh jiwa yang diharamkan oleh Allah kecuali dengan alasan yang dibenarkan, (4) memakan harta anak yatim, (5) memakan riba, (6) melarikan diri dari medan peperangan, (7) menuduh wanita yang menjaga kehormatannya (bahwa ia dituduh berzina)โ€[7]



Demikian semoga bermanfaat



@Pogung Dalangan, Yogyakarta Tercinta

Penyusun : Raehanul Bahraen

Artikel www.muslimafiyah.com



[1] HR. Muslim no. 1591

[2] Pembahasan Haiโ€™ah Kibar Al-Ulama 9/1-39

[3] HR. Muslim no. 1584

[4] HR. Muslim no. 1587

[5] Iโ€™lamul Muwaqqiโ€™in 2/156

[6] HR. Muslim

[7]HR. Bukhari no. 2766 dan Muslim no. 89

__
Follow akun (klik) :
Telegram :
http://bit.ly/muslimafiyah

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler


Komentar Terbanyak

  1. 3
    Komentar
  2. 2
    Komentar
  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar