Jemput Warga Dari Jurang Ketertinggalan, ICMI Banten Siap Kawal Tata Kelola Dana Desa.

0 0 60
Gambar untuk Jemput Warga Dari Jurang Ketertinggalan, ICMI Banten Siap Kawal Tata Kelola Dana Desa.
Pengelolaan dana desa untuk kepentingan peningkatan kesejahteraan masyarakat desa perlu pengawalan yang serius baik dari unsur pemerintahan maupun masyarakat sipil. Hal ini disampaikan Prof. Dr. Lili Romli, M.Si. pada diskusi Kajian Madani Serang Berkemajuan (Kamisan) Rabu, (01/12/2021) yang diselenggarakan oleh Simpul Madani Serang (SMS). “salah satu solusi yang dapat dilakukan dalam meningkatkan kesejahteraan warga adalah mengefektifkan pengelolaan dana desa, hal ini bisa efektif jika pengawalannya optimal”, jelasnya.
Lili dalam paparannya menyampaikan jika ia sangat emosional saat berbicara tetang Pontang, Tirtayasa, dan Tanara atau biasa disebut Pontirtanara. Bagaimana tidak, Lili lahir dan tumbuh di Pontirtanara dari seorang orang tua yang bekerja sebagai petani dan menyaksikan betapa masyarakat sekitar menderita. Lili berharap pemerintah dapat secara aktif memberi perhatian khusus kepada daerah tersebut sebagai salah satu tempat bersejarah yang pernah ada di bumi Banten. Salah satu peluang yang bisa dioptimalkan, selain perbaikan kondisi pertanian, juga optimalisasi dana desa.
Untuk tindak konkritnya, Lili yang juga Ketua ICMI Banten siap berkolaborasi dan bersinergi dengan Simpul Madani Serang dalam melakukan advokasi pengawalan tata kelola dana desa, terutama di wilayah Pontirtanara. “Dalam mengawal tata kelola dana desa bagi peningkatan kesejahteraan warga, ICMI Banten siap berinergi dengan Simpul Madani Serang, saya juga sangat berharap kita bisa melakukan sesuatu untuk Pontirtanara, saya ingin berterimakasih kepada USAID MADANI, Pengurus Daerah Áisyiyah Kab. Serang, Pattiro Serang, dan khusunya Simpul Madani Serang yang sudah mau dan berinisiatif mengembalikan Pontirtanara agar berkemajuan keluar dari kemiskinan.”Imbuh Lili, karena menurutnya sejak kehancuran di abad ke-17 hingga abad ke 21 saat ini nasib Pontirtanara masih kelam.
Kegiatan Kamisan dengan tema “mengembalikan peradaban Banten dimulai dari Tirtayasa” ini menghadirkan narasumber Prof. Dr. Lili Romli, M.Si., peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) dan Ade Jaya Suryani, Ph.D, Dosen UIN Banten, penulis buku Perempuan Banten Pergi Ke Arab. Dan Dr. Ina Salma Febriani sebagai Moderator.
Kegiatan ini secara umum bertujuan untuk membangun komitmen dalam peningkatan kapasitas dan menjadi wahana saling belajar antar anggota Simpul Madani Serang (SMS) yang terdiri dari berbagai Ormas di Kab. Serang.
Ade Jaya menambahkan melalui hasil temuan risetnya yang ia tulis dalam buku Perempuan Pergi Ke arab, kelamnya Tirtayasa diperparah dengan perginya orang-orang dari wilayah tersebut untuk mencari penghidupan, bahkan perempuan-perempuan pergi hingga ke arab Saudi untuk menjadi pembantu.
“Dalam data yang saya peroleh Kabupaten Serang dalam hal ini Pontang, Tanara, dan Tirtayasa menjadi pemasok TKW peringkat 15 se- Indonesia. Mereka pergi karena merasa di kampungnya tak bisa lagi memberi mereka harapan.”
Seorang peserta Ahmad Rifai, berpendapat bahwa salah satu penyebab tidak beranjaknya kemiskinan di desa adalah akibat kurang optimalnya pengelolaan dana desa bagi pertumbuhan ekonomi warga. “milyaran dana desa yang sudah disalurkan ke desa, kurang menyentuh sektor ekonomi, masih banyak potensi ekonomi desa yang tidak tersentuh, makanya wajar saja angka kemiskinan kita tinggi”, imbuhnya dalam kolom komentar.
Field Coordinator USAID MADANI Serang Muslih Amin menguatkan bahwa agenda KAMISAN ini merupakan ikhtiar bersama dalam mewujudkan Pontang dan Tirtayasa masa depan melalui pembenahan tata kelola dana desa melalui penguatan desa Modeling dengan membuat sebuah wahana belajar bersama bernama Madrasah Anggaran Warga Desa (Mawar Desa) bagi kelompok perempuan agar bisa berkiprah dalam pemberdayaan dan pembangunan desa.
“Kegiatan ini diharapkan dapat Meningkatkan peluang sinergi, kolaborasi, dan Kerjasama dengan para pihak dalam mensukseskan pemodelan penguatan pembangunan dan pemberdayaan desa di lokasi pemodelan Tirtaysa dan Pontang”, jelasnya.
Total peserta dalam pertemuan ini adalah sebanyak 40 orang secara daring dari unsur anggota Simpul Madani Serang, ormas, aktivis, mahasiswa, akademisi, guru, birokrat reform, dan masyarakat umum. (FN)

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Vaksinasi COVID-19 Gandaria City (17-30 Januari 2022)


Komentar Terbanyak

  1. 5
    Komentar
  2. 3
    Komentar
  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar