Jaring Isu Budidaya Kakao Berkelanjutan, Pemda dan Lembaga Internasional Gelar FGD di 9 Kecamatan

0 0 112
Gambar untuk Jaring Isu Budidaya Kakao Berkelanjutan, Pemda dan Lembaga Internasional Gelar FGD di 9 Kecamatan
Luwu Utara --- Pemerintah Kabupaten Luwu Utara bekerjasama dengan Lembaga Internasional RAINFOREST ALLIANCE melaksanakan Focus Group Discussion (FGD) di 9 Kecamatan yang direncanakan selama dua pekan kedepan dimulai hari ini, Senin, 18 Januari 2021 di Kec. Sabbang dan diagendakan berakhir di Kec. Sukamaju Selatan, Kamis, 28 Januari 2021.

Kegiatan FGD pertama ini dilaksanakan di aula Kantor Desa Tulak Tallu Kecamatan Sabbang dengan mengikuti intruksi dan protokol kesehatan covid-19, membahas tentang isu dan permasalahan terkait budidaya tanaman kakao dan non kakao yang dihadiri oleh stakeholder terkait yakni Tim RAINFOREST ALLIANCE, Bappeda Luwu Utara, Dinas TPHP Luwu Utara, Pemerintah desa serta Perwakilan Kelompok Tani, Perwakilan Perempuan & Pemuda dari desa Tulak Tallu, Malimbu dan Pararra, "Ujar Sekretaris Bappeda Luwu Utara, Syawal Sammang.

Penyelenggaraaan FGD ini merupakan tindak lanjut pertemuan FGD tingkat Kabupaten yang telah dilaksanakan di akhir Tahun 2020 yang lalu, membahas tentang Penyelarasan Program Kakao Berkelanjutan di Kabupaten Luwu Utara.

Lanjut Dia, ini merupakan rangkaian program SFITAL (SUSTAINABLLE FARMING SYSTEM IN ASIAN
TROPICAL LANDSCAPES), dimana Kab. Luwu Utara ditetapkan oleh Lembaga Donor Internasional yakni IFAD bekerjasama dengan gabungan konsorsium RAINFOREST ALLIANCE, ICRAF & MARS sebagai lokasi implementasi program selama 5 tahun pada Periode tahun 2020 sampai 2025.

"Program SFITAL ini berkomitmen untuk mendukung petani dalam melaksanakan pertanian kakao yang berkelanjutan, membantu dalam meningkatkan kesejahteraan petani dan meningkatkan akses petani ke pasar yang lebih transparan dan kompetitif, "ucap Syawal Sammang.

Lanjut Syawal, Hal ini sejalan dengan upaya pemerintah dengan kebijakan Hulu-Hilir dalam pengembangan budidaya, pengolahan dan pemasaran komoditi unggulan termasuk salah-satunya adalah komoditi Kakao di Kabupaten Luwu Utara.

Pelaksanaan FGD ini diharapkan dapat mengkonfirmasi isu dan permasalahan di tingkat desa dan Kecamatan terkait budidaya kakao dan non kakao, penggunaan lahan dan aspek peran serta pemuda dan perempuan dalam budidaya pertanian serta terkait pasar & pemasaran sebagai bahan kajian selanjutnya dalam upaya mendorong peningkatan ekonomi masyarakat dan pengembangan rantai pasok kakao melalui produksi kakao berkelanjutan, "tutupnya.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Daftar CASN Pake Calo

  2. Formasi CASN 2021


Komentar Terbanyak

  1. 9
    Komentar

    Formasi CASN 2021

  2. 5
    Komentar
  3. 4
    Komentar
  4. 3
    Komentar