Inovasi TongKAT Diusulkan Masuk Nominasi Penilaian Lomba TTG STBM

1 0 183
Gambar untuk Inovasi TongKAT Diusulkan Masuk Nominasi Penilaian Lomba TTG STBM
PALOPO - Inovasi Tong dan Kotak Ajaib Terpadu (TongKAT) dan Budidaya larva BSF (Black Soldier Fly) masuk nominasi penilaian Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Teknologi Tepat Guna Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (TTG STBM).

Hal itu diungkapkan pihak dari Dinas Kesehatan bersama tim Puskesmas Wara Utara Kota Palopo, saat menyambangi kantor Yayasan Bumi Sawerigading (YBS) Palopo, Jumat (3/9/2021).

Dipilihnya inovasi TongKAT sebagai salah satu TTG-STBM oleh Dinkes dipercaya dapat mengurangi sampah dan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Kota Palopo.

“Kita juga berharap inovasi TongKAT ini dapat memenangkan perlombaan ditingkat pusat,” ungkap Kepala Bidang Kesehatan Masyarakat (Kesmas) Ceria Amalia.

Lanjut Ceria, pihaknya berharap sosialisasi dari inovasi TongKAT ini, dapat disebarluaskan keseluruh tingkatan masyarakat.

“Inovasi ini sangat jelas, karena dapat mengurangi serta menekan timbulan sampah di Kota Palopo,” tambahnya.

Ketua YBS Palopo menerangkan bahwa pemicu pengembangan inovasi TongKAT tidak lain untuk menekan jumlah tumpukan sampah di TPA Mancani yang semakin mengkhawatirkan.

“Data DLHK tidak kurang dari 60-70 persen sampah organik menumpuk di TPA Mancani,” ungkap Abdul Malik Saleh.

Bahkan lanjut Malik, dihari tertentu tumpukan sampah mencapai 90-100 ton, dari daya tampung maksimal TPA hanya 80 ton.

“Kita juga berharap adanya kesadaran masyarakat dalam mengelolah sampah, minimal dengan memilah sampah organik dan anorganik,” pungkasnya.

Diuraikan pencetus TongKAT, dimana dirinya banyak belajar tentang pengelolaan sampah dengan memanfaatkan ide dan inovasi, di luar negeri termasuk di Australia.

“Kita tidak hanya sekadar membuang dan mengangkut sampah, melainkan bagaimana caranya untuk mengolah sampah itu sendiri,” tutup Rustan Santaria yang juga Direktur La PENA Institute.

Sementara itu, dikatakan Sekretaris Bakesbangpol, M. Taufiq Gurahman sebagai salah satu anggota FBM menerangkan keuntungan yang diperoleh dari inovasi TongKAT dan Budidaya Larfa BSF tersebut.

“Selain menghasilkan pupuk cair organik dari sampah organik dapat menyuburkan tanaman, dari larva maggot juga baik untuk pakan ternak dan ikan atau jenis lainnya,“ paparnya.

“Untuk bahan pembuatan TongKAT sangat mudah ditemukan dan ramah lingkungan yakni bersumber dari barang bekas,” tutup Taufik.

Sekadar diketahui, inovasi TongKAT dan budidaya larva BSF oleh YBS Palopo sebagai Lead Partner dimana FBM sebagai Learning Forum yang merupakan tindaklanjut dari program USAID MADANI dengan mengangkat isu tematik pengelolaan sampah di Kota Palopo. (*)

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Bukit Seguntang Adalah Ulu Melayu

  2. Penyerahan Bantuan Kursi Roda Kepada Warga


Komentar Terbanyak

  1. 8
    Komentar

    Kelurahan Brontokusuman Ramah Anak

  2. 8
    Komentar

    4 KEBUTUHAN ANAK YANG WAJIB DIPENUHI ORANG TUA

  3. 7
    Komentar
  4. 5
    Komentar

    Kehumasan ? Bukan Sekedar Antar Surat