Ikuti Training Melawan Hoaks di Akar Rumput, Staff LGPP Jember Punya Bekal Lawan Hoaks

3 0 147
Gambar untuk Ikuti Training Melawan Hoaks di Akar Rumput, Staff LGPP Jember Punya Bekal Lawan Hoaks
Dalam akun facebooknya seorang kawan mengunggah beberapa screenshot berisi cuitan tentang terror ambulans kosong yang sengaja keliling untuk menakut – nakuti warga.

Potongan – potongan screenshot cuitan dengan narasi diantaranya:

“ baru kemaren gw saksikan sndri 2x lewat ninu ninu kosong cm sopir di depan, samping dan belakang kosong, gak ada isi. Hari ini kaga”

“Plot Twist: pas ambulans itu dicek, ternyata kosong. FYI udah banyak ambulans kosong muter-muter doang sambil nyalain sirine cm untuk “nakutin” warga sekitar”

Isi screenshot berikutnya adalah komentar dari warganet lain yang mengiyakan dan mengaku mengalami hal serupa, melihat ambulans kosong yang muter – muter dengan menyalakan sirine . Dalam unggahan face book nya itu, kawan tersebut memberi caption:
“silakan berkomentar, bebas. Fakta berbicara, lur. Corona cuma akal – akalan pemerintah saja. Kita rakyat kecil yang menderita”

Unggahan kawan tersebut hanyalah salah satu dari sekian banyak cuitan tentang isu terror ambulans yang tidak hanya beredar di kota Jember saja, tapi juga di kota – kota lain. Akibat dari isu tersebut, sebuah ambulans milik SAR Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) menjadi sasaran perusakan di Jalan Raya Piyungan-Prambanan, Kabupaten Bantul, Selasa (13/7).

Berita bohong yang beredar di media massa tidak hanya soal terror ambulans kosong, tapi banyak hal lain. Mulai dari hoaks kecil seperti: tusukan jarum untuk mengatasi stroke, daging kaleng yang sengaja ditetesi darah PKI yang terinfeksi HIV, hoaks – hoaks politik yang sangat ramai saat pilpres dan pemilu sampai hoaks tentang covid 19.

Gempuran hoaks yang semakin hari semakin santer seringkali membuat masyarakat akar rumput menjadi bingung dan tidak jarang termakan oleh hoaks tersebut. Ketidak hati-hatian akan merugikan pihak yang difitnah. Lalu apa yang seharusnya dilakukan?

LGPP Jember sebagai lembaga yang bergerak dalam isu pemberdayaan perempuan tak jarang ketiban sampur ketika salah satu anggota komunitas mengunggah sebuah informasi lewat whats app group Pasar Kita atau Kebun Sayur. Staff LGPP Jember harus memilah dan memberitahu komunitas tentang benar tidaknya info yang diunggah oleh anggota. LGPP Jember mempunyai kewajiban untuk mengedukasi anggota dengan informasi – informasi yang benar dan sesuai fakta dan tidak mudah terhasut. Karenanya, staff LGPP Jember harus punya cukup pengetahuan untuk mengidentifikasi mana berita hoaks dan mana berita asli.

Lewat training Melawan Hoaks di Akar Rumput yang diselenggarakan oleh AtmaConnect dan USAID MADANI Batch I (Sabtu/3 Juli), LGPP Jember dibekali banyak pengetahuan tentang tips dan tekhnik mengidentifikasi kebenaran suatu berita. Training ini diselenggarakan secara daring dan diikuti oleh perwakilan Lead Partner USAID MADANI serta Field Coordinator di tiga wilayah (Sulawesi, Jawa Timur dan Jawa Barat). Dalam training ini, dua narasumber yaitu: Ika Ningtyas, Pemeriksa Fakta Tempo sekaligus Sekjend AJI ( Aliansi Jurnalis Indonesia) dan Zainal Ishaq, Pemeriksa fakta Tempo sekaligus wartawan CNN TV.

Pemateri pertama membantu peserta mengidentifikasi berita dan foto lewat tools setelah sebelumnya menyampaikan materi dasar tentang pengertian hoaks dan macam – macam disinformasi. Yang paling menarik dari sesi ini, pemateri mengajak peserta berlatih mengidentifikasi berita dengan cara memverifikasi foto dan situs. “Salah satu sumber informasi palsu dan menyesatkan adalah situs-situs abal-abal yang memproduksi informasi semata-mata demi uang.” Demikian tutur Ika Ningtyas. “Ada tips untuk mengidentifikasi situs abal-abal,” Lanjutnya. 1. Cek alamat situsnya 2. Cek data perusahaan media di Dewan Pers 3. Cek detail visual 4. Waspada jika terlalu banyak iklan 5. Bandingkan ciri-ciri pakem media mainstream 6. Cek: About us. 7. Waspada dengan judul-judul sensasional 8. Cek berita ke situs mainstream. 9. Cek Google Reverse Image Search pada foto utama.

Pemateri kedua mengajak peserta memverifikasi video dan lokasi. Seperti halnya foto, kerapkali video digunakan untuk menyebar hoaks. Video diunggah seolah – olah merupakan bukti yang tak terbantahkan, padahal sebenarnya hoaks. ”Ada beberapa metode untuk verifikasi video, yaitu: 1. menggunakan kata kunci di mesin pencari atau di media sosial (Youtube, Facebook, Twitter, IG). 2. Memfragmentasi video menjadi gambar lalu gunakan reverse image tools.” Ujar Zainal. Kemudian ia melanjutkan: “ Saya akan memberi tips untuk anda. Perhatikan! Tonton dan dengarkan video sampai habis, untuk mencari petunjuk. Amati dengan teliti. Pada video: perhatikan bentuk bangunan, rambu-rambu jalan, plat nomor kendaraan, nama-nama jalan, nama-nama bangunan, dan lain-lain. Kemudian perhatikan juga audio nya. dengarkan: bahasa, hal-hal yang dibicarakan orang-orang yang berada dalam video (pasang ear/headphone, agar lebih jelas dan detil).”
” Dan jangan lupa, untuk memperkuat penelusuran foto dan video, verifikasi lokasi sangat dibutuhkan!”pungkasnya

Staff LGPP Jember antusias mengikuti training melawan hoaks ini dan langsung mempraktikkan dengan memverifikasi berita – berita yang beredar di linimasa. Training ini juga melatih kepekaan dan kejelian atas isu yang berkembang. Sangat menarik jika training semacam ini disebarkan lebih luas lagi terutama di kalangan masyarakat akar rumput. Bagaimana, anda tertarik untuk ikut? Mari kita cobaaa..

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler


Komentar Terbanyak

  1. 41
    Komentar
  2. 27
    Komentar
  3. 23
    Komentar
  4. 5
    Komentar