Hukum Perayaan Nuzulul Qur'an

4 0 75
Gambar untuk Hukum Perayaan Nuzulul Qur'an
๐Ÿƒ๐ŸŒน ๐‡๐”๐Š๐”๐Œ ๐๐„๐‘๐€๐˜๐€๐€๐ ๐๐”๐™๐”๐‹๐”๐‹ ๐๐”๐‘โ€™๐€๐ ๐Ÿƒ๐ŸŒน

โœOleh :
Ustadz Muhammad Abduh Tuasikal, MSc ุญูุธู‡ ุงู„ู„ู‡ ุชุนุงู„ู‰

Kapan Al Qurโ€™an itu diturunkan? Sebagian mengatakan bahwa turunnya adalah 17 Ramadhan sehingga dijadikan peringatan Nuzulul Qurโ€™an. Padahal tujuan Al Qurโ€™an diturunkan bukanlah diperingati, yang terpenting adalah ditadabburi atau direnungkan sehingga bisa memahami, mengambil ibrah dan mengamalkan hukum-hukum di dalamnya.

Allah Taโ€™ala berfirman,

ุฅูู†ูŽู‘ุง ุฃูŽู†ู’ุฒูŽู„ู’ู†ูŽุงู‡ู ูููŠ ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ุงู„ู’ู‚ูŽุฏู’ุฑู (1) ูˆูŽู…ูŽุง ุฃูŽุฏู’ุฑูŽุงูƒูŽ ู…ูŽุง ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ุงู„ู’ู‚ูŽุฏู’ุฑู (2) ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ุงู„ู’ู‚ูŽุฏู’ุฑู ุฎูŽูŠู’ุฑูŒ ู…ูู†ู’ ุฃูŽู„ู’ูู ุดูŽู‡ู’ุฑู (3) ุชูŽู†ูŽุฒูŽู‘ู„ู ุงู„ู’ู…ูŽู„ูŽุงุฆููƒูŽุฉู ูˆูŽุงู„ุฑูู‘ูˆุญู ูููŠู‡ูŽุง ุจูุฅูุฐู’ู†ู ุฑูŽุจูู‘ู‡ูู…ู’ ู…ูู†ู’ ูƒูู„ูู‘ ุฃูŽู…ู’ุฑู (4) ุณูŽู„ูŽุงู…ูŒ ู‡ููŠูŽ ุญูŽุชูŽู‘ู‰ ู…ูŽุทู’ู„ูŽุนู ุงู„ู’ููŽุฌู’ุฑู (5)

โ€œSesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al Qurโ€™an) pada malam kemuliaan. Dan tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan sampai terbit fajar.โ€ (QS. Al Qadr: 1-5).

Dalam surat Al Qadar di atas disebutkan bahwa Allah menurunkan Al Qurโ€™an pada Lailatul Qadar. Malam ini adalah malam yang diberkahi sebagaimana disebutkan dalam ayat yang lain,

ุฅูู†ูŽู‘ุง ุฃูŽู†ู’ุฒูŽู„ู’ู†ูŽุงู‡ู ูููŠ ู„ูŽูŠู’ู„ูŽุฉู ู…ูุจูŽุงุฑูŽูƒูŽุฉู

โ€œSesungguhnya Kami menurunkannya pada suatu malam yang diberkahiโ€ (QS. Ad Dukhon: 3). Malam yang diberkahi yang dimaksud di sini adalah Lailatul Qadar yang terdapat di bulan Ramadhan. Karena Al Qurโ€™an itu diturunkan di bulan Ramadhan seperti disebut dalam ayat,

ุดูŽู‡ู’ุฑู ุฑูŽู…ูŽุถูŽุงู†ูŽ ุงู„ูŽู‘ุฐููŠ ุฃูู†ู’ุฒูู„ูŽ ูููŠู‡ู ุงู„ู’ู‚ูุฑู’ุขูŽู†ู

โ€œ(Beberapa hari yang ditentukan itu ialah) bulan Ramadhan, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al Quran โ€ (QS. Al Baqarah: 185).

Ada riwayat dari Ibnu โ€˜Abbas yang menjelaskan mengenai nuzulul Qurโ€™an, yaitu waktu diturunkannya permulaan Al Qurโ€™an. Ibnu โ€˜Abbas berkata,

ุฃู†ุฒู„ ุงู„ู„ู‡ ุงู„ู‚ุฑุขู† ุฌู…ู„ุฉ ูˆุงุญุฏุฉ ู…ู† ุงู„ู„ูˆุญ ุงู„ู…ุญููˆุธ ุฅู„ู‰ ุจูŠุช ุงู„ุนูุฒู‘ุฉ ู…ู† ุงู„ุณู…ุงุก ุงู„ุฏู†ูŠุงุŒ ุซู… ู†ุฒู„ ู…ูุตู„ุง ุจุญุณุจ ุงู„ูˆู‚ุงุฆุน ููŠ ุซู„ุงุซ ูˆุนุดุฑูŠู† ุณู†ุฉ ุนู„ู‰ ุฑุณูˆู„ ุงู„ู„ู‡ ุตู„ู‰ ุงู„ู„ู‡ ุนู„ูŠู‡ ูˆุณู„ู…

โ€œAl Qurโ€™an secara keseluruhan diturunkan dari Lauhul Mahfuzh ke Baitul โ€˜Izzah di langit dunia. Lalu diturunkan berangsur-angsur kepada Rasul -shallallahu โ€˜alaihi wa sallam- sesuai dengan peristiwa-peristiwa dalam jangka waktu 23 tahun.โ€ (HR. Thobari, An Nasai dalam Sunanul Kubro, Al Hakim dalam Mustadroknya, Al Baihaqi dalam Dalailun Nubuwwah. Hadits ini dishahihkan oleh Al Hakim dan disetujui oleh Adz Dzahabi. Ibnu Hajar pun menyetujui sebagaimana dalam Al Fath, 4: 9).

Syaikh As Saโ€™di rahimahullah berkata, โ€œAllah itu menjadikan permulaan turunnya Al Qurโ€™an adalah di bulan Ramadhan di malam Lailatul Qadar.โ€ (Taisir Al Karimir Rahman, hal. 931).

Jika dinyatakan bahwa Al Qurโ€™an secara keseluruhan itu diturunkan di bulan Ramadhan pada malam Lailatul Qadar, maka klaim yang mengatakan bahwa Al Qurโ€™an diturunkan pada 17 Ramadhan, jelas-jelas tidak berdasar. Karena Lailatul Qadar itu terjadi di sepuluh hari terakhir. Sehingga jelas-jelas penetapan 17 Ramadhan sebagai perayaan Nuzulul Qurโ€™an tidak berdasar atau mengada-ngada.

Perayaan Nuzulul Qurโ€™an sama sekali tidak pernah dicontohkan oleh Nabi shallallahu โ€˜alaihi wa sallam, juga tidak pernah dicontohkan oleh para sahabat. Para ulama Ahlus Sunnah wal Jamaโ€™ah mengatakan,

ู„ูŽูˆู’ ูƒูŽุงู†ูŽ ุฎูŽูŠุฑู’ุงู‹ ู„ูŽุณูŽุจูŽู‚ููˆู’ู†ูŽุง ุฅูู„ูŽูŠู’ู‡ู

โ€œSeandainya amalan tersebut baik, tentu mereka (para sahabat) sudah mendahului kita untuk melakukannya.โ€ Inilah perkataan para ulama pada setiap amalan atau perbuatan yang tidak pernah dilakukan oleh para sahabat. Mereka menggolongkan perbuatan semacam ini sebagai bidโ€™ah. Karena para sahabat tidaklah melihat suatu kebaikan kecuali mereka akan segera melakukannya. Lihat Tafsir Al Qurโ€™an Al โ€˜Azhim karya Ibnu Katsir, 6: 622, surat Al Ahqof (46) ayat 11.

Al Qurโ€™an pun diturunkan bukan untuk diperingati setiap tahunnya. Namun tujuan utama adalah Al Qurโ€™an tersebut dibaca dan direnungkan maknanya. Allah Taโ€™ala berfirman,

ูƒูุชูŽุงุจูŒ ุฃูŽู†ู’ุฒูŽู„ู’ู†ูŽุงู‡ู ุฅูู„ูŽูŠู’ูƒูŽ ู…ูุจูŽุงุฑูŽูƒูŒ ู„ููŠูŽุฏูŽู‘ุจูŽู‘ุฑููˆุง ุขูŽูŠูŽุงุชูู‡ู ูˆูŽู„ููŠูŽุชูŽุฐูŽูƒูŽู‘ุฑูŽ ุฃููˆู„ููˆ ุงู„ู’ุฃูŽู„ู’ุจูŽุงุจู

โ€œIni adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran. โ€ (QS. Shaad: 29).

Al Hasan Al Bashri berkata, โ€œDemi Allah, jika seseorang tidak merenungkan Al Qurโ€™an dengan menghafalkan huruf-hurufnya lalu ia melalaikan hukum-hukumnya sehingga ada yang mengatakan, โ€œAku telah membaca Al Qurโ€™an seluruhnya.โ€ Padahal kenyataannya ia tidak memiliki akhlak yang baik dan tidak memiliki amal.โ€ (Lihat Tafsir Al Qurโ€™an Al โ€˜Azhim, 2: 418-419).

Membaca saja tentu belum tentu punya akhlak dan amal yang baik. Memperingati turunnya pun tidak bisa menggapai maksud mentadabburi Al Qurโ€™an. Jadi yang terpenting adalah rajin-rajin mengkaji sekaligus mentadabburi Al Qurโ€™an.

Hanya Allah yang memberi taufik.

๐Ÿ“š Referensi : https://muslim.or.id/17594-kajian-ramadhan-14-nuzulul-quran-dan-tadabbur-al-quran.html

Repost : http://bbg-alilmu.com/archives/19400

Link :
Minang Mengaji
@MinangMgj

ใ€ฐ๐Ÿƒ๐ŸŒน๐Ÿƒใ€ฐ

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Perbedaan Antara CPNS dan PPPK


Komentar Terbanyak

  1. 10
    Komentar
  2. 5
    Komentar
  3. 3
    Komentar
  4. 2
    Komentar

    Perbedaan Antara CPNS dan PPPK