Diskusi Pematangan Analisis Pengelolaan Sampah, YBS Palopo Diapresiasi Camat Wara

0 0 166
Gambar untuk Diskusi Pematangan Analisis Pengelolaan Sampah, YBS Palopo Diapresiasi Camat Wara
PALOPO -- Yayasan Bumi Sawerigading (YBS) Palopo gelar diskusi pematangan analisis terkait isu tematik pengelolaan sampah dengan metode TongKAT (Tong dan Kotak Ajaib Terpadu), Selasa (14/9/2021).

Diskusi yang menghadirkan para Lurah di Kecamatan Wara, Organisasi Perangkat Daerah (OPD) terkait dan anggota Forum Belajar Mapaccing (FBM) dilaksanakan di Aula Kantor Kecamatan Wara.

Camat Wara, Sainal Sahid mengapresiasi langkah alternatif yang ditempuh YBS Palopo dalam menangani berbagai persoalan sampah di Kota Palopo, terkhusus diwilayah Kecamatan Wara sebagai pusat aktifitas seluruh masyarakat.

“Dari langkah inovatif, kita berharap penuh dengan mengajak seluruh komponen masyarakat untuk bekerjasama, utamanya menangani sampah dari sumbernya,” katanya Camat sembari membuka resmi kegiatan.

Sementara itu, Ketua YBS Palopo, Abdul Malik Saleh menjelaskan rinci diskusi pematangan analisis terkait isu tematik pengelolaan sampah dengan metode TongKAT dengan sasaran sampah rumah tangga.

“Kita ketahui bersama bahwa Kelurahan Dangerakko di kecamatan Wara merupakan pusat perekonomian warga lokal dan luar daerah, dimana terdapat pusat niaga, kuliner, perhotelan dan aktifitas lainnya,” ungkap Malik.

Langkah YBS Palopo ini merupakan tindaklanjut dari program USAID MADANI dengan mengangkat isu tematik tentang pengelolaan sampah di Kota Palopo.

“Untuk solusinya, kita hadirkan inovasi sekaligus edukasi dalam pengelolaan sampah, yaitu dengan metode TongKAT yang ramah lingkungan,” cetusnya.

Lebih jauh, dikatakan Abdul Malik, diman dalam menangangi sampah tidak cukup dengan mengandalkan konsep pengelolaan Reduce (Mengurangi), Reuse (Memanfaatkan) dan Recycle (mengolah).

“Perlu penambahan 2 R yaitu Regulate (Mengatur) dan Remind (Mengingatkan). Jika konsep 3 R+ 2 R terpenuhi maka masalah sampah dapat segera kita atasi bersama,” tambahnya.

Dari data DLHK bahwa, saat ini tidak kurang dari 60-70 persen sampah rumah tangga dan dihari tertentu dapat mencapai 90-100 ton, dari daya tampung maksimal 80 ton di TPA Mancani.

“Inovasi lain dari TongKAT dapat menghasilkan pupuk cair organik yang dapat menyuburkan tanaman, dari larva maggot juga baik untuk pakan ternak dan ikan atau jenis lainnya. Untuk bahan pembuatan TongKAT dapat memanfaatkan barang bekas,” tutup Ketua YBS.

Dalam kegiatan tersebut, turut menghadirkan pencetus inovasi TongKAT yaitu Rustan Santaria yang merupakan Direktur La PENA Institute sekaligus akademisi perguruan tinggi UNCP dan IAIN Palopo.

Turut hadir, akademisi Universitas Andi Djemma (Unanda), Abdul Rahman Nur sebagai Tenaga Ahli YBS Palopo sekaligus sebagai fasilitator dalam diskusi pematangan analisis terkait isu tematik pengelolaan sampah dengan metode TongKAT. (*)

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Bukit Seguntang Adalah Ulu Melayu

  2. Games Sore bersama Mahasiswa Bhayangkara


Komentar Terbanyak

  1. 7
    Komentar
  2. 5
    Komentar
  3. 4
    Komentar
  4. 4
    Komentar

    Kehumasan ? Bukan Sekedar Antar Surat