Dinas KPKP DKI Jakarta Lakukan Pengawasan Peredaran Telur Tidak Layak Konsumsi

Gambar untuk Dinas KPKP DKI Jakarta Lakukan Pengawasan Peredaran Telur Tidak Layak Konsumsi
Dinas KPKP Lakukan Pengawasan Peredaran Telur Tidak Layak Konsumsi

Reporter :
Aldi Geri Lumban Tobing
Editor :
Toni Riyanto


Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, Pertanian (KPKP) DKI Jakarta melakukan pengawasan peredaran telur tetas atau hatched eggs (HE) dan telur infertil di sejumlah pasar pekan ini.

Pengawasan ini dilakukan untuk memastikan tidak ada telur hatched dan telur infertil yang diperjualbelikan sebagai telur konsumsi di pasar tradisional di Jakarta.

Kepala Dinas KPKP DKI Jakarta, Darjamuni mengatakan, pengawasan ini mendukung Peraturan Menteri Pertanian Nomor 32/Permentan/PK.230/2017 tentang Penyediaan, Peredaran dan Pengawasan Ayam Ras dan Telur Konsumsi.

"Pada pasal 13 ayat 4 disebut pelaku usaha integrasi, pembibit Grand Parent Stock (GPS) dan PS, pelaku usaha mandiri dan koperasi dilarang memperjualbelikan telur tertunas dan telur infertil sebagai telur konsumsi," ujarnya, Senin (11/5).

Darjamuni menjelaskan, bentuk pengawasan peredaran telur tetas dan telur infertil di pasar-pasar tradisional diantaranya, pengambilan sampel telur, pengujian sampel telur di laboratorium Badan Pengujian Mutu dan Sertifikasi Produk Hewan Kementerian Pertanian, serta Laboratorium Pusat Pelayanan Kesehatan Hewan dan Peternakan DKI Jakarta.

"Kami ingin memastikan produk pangan agar aman dikonsumsi masyarakat. Pengawasan ini juga sekaligus untuk mendukung kestabilan harga telur ayam konsumsi dan menjamin mutu telur konsumsi yang beredar di Jakarta," tandasnya.

Source :

http://m.beritajakarta.id/read/79474/dinas-kpkp-lakukan-pengawasan-peredaran-telur-tidak-layak-konsumsi

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Vaksinasi COVID-19 Gandaria City (17-30 Januari 2022)


Komentar Terbanyak

  1. 3
    Komentar
  2. 2
    Komentar

    Pisang Goreng Mbah Mis

  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar