Dialog “Sinergi Gandeng Gendong dalam Dodolan Kampung”

2 0 215
Gambar untuk Dialog “Sinergi Gandeng Gendong dalam Dodolan Kampung”
Program gandeng-gendong tidak semata berkaitan dengan jamuan kuliner, namun di era saat ini gandeng gendong dapat diterapkan pada bidang-bidang lain. Gandeng gendong terus ber-evolusi, sehingga saat ini kita mengenal paradigma baru gandeng gendong.

Paradigma baru "gandeng gendong" diterapkan di seluruh aspek pembangunan mulai dari pembangunan di bidang ekonomi, pengentasan kemiskinan, hingga pemberdayaan pelaku usaha kecil dan mikro. Program Gandeng Gendong melibatkan lima pentahelix 5K, yaitu pemerintah kota Yogyakarta, korporasi, kampus, kampung dan komunitas.

Sementara Dodolan Kampung sebagai salah satu implementasi program gandeng gendong. Dodolan Kampung yang mengangkat kearifan lokal mempunyai tiga makna, pertama "Do Dolan Neng Kampung", mempunyai arti bermain ke kampung, menghidupkan kembali kampung sebagai sarana interaksi dan silaturrahmi antar warga, mengenalkan kampung kepada masyarakat luas sebagai sebuah kearifan lokal yang merupakan ciri khas Kota Yogyakarta. Selain itu mengenalkan kampung kepada anak cucu, agar mereka mengenal wilayah dan tradisinya.

Kedua "Dodolan Kampung" berarti menjual seluruh potensi yang berada di kampung baik potensi kuliner, kerajinan, seni, budaya, wisata dan lain-lain, sehingga memacu kreatifitas kampung. Kampung sebagai sarana penumbuhan ekonomi.

Dan yang ketiga adalah "Ngedol Kampung" dengan membuat branding kampung sehingga menarik pihak diluar kampung untuk berpartisipasi di kampung. Mau dibawa kemana kampung dan mau menjadi apa kampung mereka, sehingga arah perencanaan dan pelaksanaanya sesuai dengan potensi kampung.

Dialog sinergi gandeng gendong dalam dodolan kampung menjadi salah satu media sharing atas program implementasi gandeng gendong. Gowes Wisata Kampung sebagai salah satu materi dalam dialog pada Sabtu (7/11/2020), bertempat di Kopi Warsimah, Pakualaman, Yogyakarta.

Hadir dalam dialog tersebut Wakil Walikota Yogyakarta, Heroe Poerwadi, Ka. DPMPPA, Ka. Dinas Pariwisata, Ka. Bidang PM pada DPMPPA Kota Yogyakarta, Asosiasi LPMK Kota Yogyakarta, Forum Gandeng Gendong, Forum CSR/TSLP, Ketua ASITA, Ketua PHRI, Ketua HIPMI, Ketua BP2KY, Pengurus Jogja Bike dan perwakilan LPMK se-Kota Yogyakarta.

Wakil Walikota Yogyakarta, dalam arahannya menyampaikan tujuan awal program Gandeng Gendong diluncurkan oleh Pemerintah Kota Yogyakarta, terkait problem kemiskinan, dan problem gini retio (ketimpangan pendapatan masyarakat bawah, menengah dan atas yang cukup tinggi).

Heroe menuturkan Yogyakarta sebagai kota yang pendapatannya berasal dari sektor jasa dan yang paling banyak mendapatkan keuntungan adalah korporasi jasa. Kota Yogyakarta menggagas program yang industri pariwisata semakin meningkat, tetapi tidak meghalangi masyarakat bawah, yaitu dengan menggandengkan masyarakat dengan pelaku wisata bersinergi dan masing-masing membangun aliansi bisnis, dengan melibatkan pantahelix 5K (Pemerintah Kota, Korporasi, Kampus, Kampung dan Komunitas). Kampung menjadi objek sekaligus subyek dalam program ini.

“Wisatawan akan datang ke kampung tidak hanya menonton/menikmati, namun juga membeli/membelanjakan uangnya di kampung, misalnya kuliner, kain, dan potensi lain di kampung” ujar Heroe.

Hal tersebut menurutnya perlu membangun aliansi bisnis yang bisa mengangkat kampung, yang salah satunya dengan menggagas gowes kampung. Mempersiapkan kampung wisata dan kampung-kampung lain untuk layak di jual menjadi perhatian dan harus kita dorong bersama.

Selain itu, kesiapan semua pihak, khususnya kampung, sehingga wisatawan dapat menikmati kampung dengan paket-paket tertentu Selain itu bagi pelaku usaha akan memudahkan dalam menjual paket tersebut pada wisatawan. Melalui jalur tertentu dengan menikmati potensi kampung, yang harapannya wisatawan mendapatkan value-value di setiap pitstop atau titik-titik tertentu.

“Sekarang tinggal siapa yang melakukan apa, dan apa diapakan serta peran berbagai pihak dalam paket wisata ini”, harapnya.

Gowes wisata kampung sebagai alternatif bagi para wisatawan di Kota Yogyakarta, khususnya menikmati potensi kampung. (KangRozaq)

#ForumGandengGendongKotaYogyakarta
#BidangPemberdayaanDPMPPAKotaJogja
#AbdulRazaq
#TerusBerbuat
#MemanfaatkanHidupUntukHidupBermanfaat

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. Vaksinasi COVID-19 Gandaria City (17-30 Januari 2022)


Komentar Terbanyak

  1. 3
    Komentar
  2. 2
    Komentar

    Pisang Goreng Mbah Mis

  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar