Dialog Publik "Potensi Maladministrasi dalam Tata Kelola Pupuk Bersubsidi"

1 0 227
Gambar untuk Dialog Publik "Potensi Maladministrasi dalam Tata Kelola Pupuk Bersubsidi"
Dalam rangka memperingati Hari Tani nasional yang jatuh pada tanggal 24 September 2021, Ombudsman Republik Indonesia Jakarta mengadakan dialog publik dengan tema "Potensi Maladministrasi dalam Tata Kelola Pupuk Bersubsidi". Kegiatan ini Pemandu oleh bapak Tri Yoga Muhtar Habibi selaku Kepala Keasistenan Ombudsman RI, dengan narasumber Yeka Hendra Fatika selaku anggota Ombudsman Republik Indonesia. Dialog publik ini dilakukan secara online melalui aplikasi zoom meeting .

Adapun dasar kewenangan Ombudsman dalam pengawasa tata kelola pupuk bersubsidi diatur dalam pasal 7 UU 37/2008 dimana Ombudsman dapat melakukan upaya pencegahan Maladministrasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik dan melakukan investigasi atas prakarsa sendiri terhadap dugaan Mal administrasi dalam penyelenggaraan pelayanan publik. Dan pasal 8 UU 37/2008 dimana Ombudsman berwenang menyampaikan saran kepada Presiden, kepala daerah, atau pimpinan Penyelenggara Negara lainnya guna perbaikan dan penyempurnaan organisasi dan/atau prosedur pelayanan publik.

Dalam dialog publik ini Ombudsman meyampaikan materi tentang potensi maladministrasi dalam tata kelola pupuk bersubsidi. Dari materi yang disampaikan dapat disimpukan bahwa maladministrasi tata kelola pupuk bersubsidi dimulai dari pendataan, penyaluran, pengadaan dan pengawasannya.
1. Pendataan
Dalam pendataan yang dilakukan masih dijumpai banyak petani/kelompok tani yang belum terdaftar dalam E-RDKK (elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok) dan data E-RDKK sendiri masih tidak akurat.
2. Pengadaan
Dalam pengadaan pupuk bersubsidi ada potensi perbedaan standar minimun bahan baku pupuk bersubsidi dan non subsidi.
3. Penyaluran
Penyaluran pupuk bersubsidi tidak sesuai dengan 6T (jenis, jumlah, harga, tepat, waktu dan mutu)
4. Pengawasan
Pengawasan pupuk bersubsidi oleh Komisi Pengawasan Pupuk dan Pestisida (KPPP) di tingkat Pusat/Provinsi/Kabupaten/Kota masih belum berjalan Maksimal.

Untuk menjawab masalah tersebut, maka tindak lanjut yang akan dilakukan Ombudsman antara lain:
1. Telaah Awal
Telaah Peraturan Perundang-undangan dan permintaan keterangan ahli pertanian.
2. Pemeriksaan Lapangan
Dinas Pertanian dan Dinas Perdagangan di tingkat Kabupaten/Kota, Produsen, Distributor, Pengecer dan Petani di 6 (enam) Provinsi.
3. Pemerikasaan Para Pihak
Permintaan keterangan kepada para pihak, seperti: Kementerian Pertanian, Kementerian Perdagangan, PT Pupuk, Holding Company,BPS,dll.
4. Penyusunan Laporan Hasil Kajian (Systemic Review) dan Penyampaian Saran Perbaikan
Akan disampaikan kepada para pihak dan Presiden RI.

Apa yang disampaikan Ombudsman ini diperkuat dengan pernyataan dari beberapa peserta yang hadir, bahwa selama ini penyaluran pupuk bersubsidi di nilai kurang tepat. Dan juga ada kendala lain yang di hadapi terkait pupuk yaitu tidak adanya uji tanah yang dilakukan petani. Padahal hasil pengujian tanah dapat dijadikan rekomendasi penanaman dan menjadi indikator utama dalam produktivitas tanaman. Selain itu, pengujian tanah juga dapat dijadikan rekomendasi untuk tingkat aplikasi nutrisi seperti pupuk dan yang lainnya.

Selama ini petani mengaplikasikan pupuk ke tanaman mereka hanya berdasarkan pengalaman dan pendengaran saja. jika ada berita yang mengatakan bahwa jika menggunakan pupuk X hasil pertaniannya akan meningkat, sehingga petani berbondong-bondong menggunakan pupuk X tanpa melihat apa yang sebenarnya dibutuhkan oleh tanaman mereka. Karena sesungguhnya tumbuhan juga seperti manusia yang membutuhkan berbagai vitamin dan mineral untuk membantu pertumbuhan mereka.

Tepat pukul 17.00 dialog publik ini ditutup dengan pernyataan dan kesimpulan oleh Dadan S Suharmawijaya selaku anggota Ombudsman Republik Indonesia, Ia juga menyatakan terima kasih banyak atas masukan para petani dan para peserta forum diskusi.

Semoga saja apa yang dilakukan Ombudsman ini bisa berdampak baik bagi petani dan meminimalisir maladministrasi yang terjadi.

  Komentar

Tulis komentarmu...

Jadilah yang pertama memberi komentar!
Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. MALEAN SAMPI

  2. Dewata Kite Festival (Festival Layang-layang Pulau Dewata)


Komentar Terbanyak

  1. 3
    Komentar
  2. 2
    Komentar

    Pisang Goreng Mbah Mis

  3. 2
    Komentar
  4. 2
    Komentar

    RTAR VII PMII Fak.Tarbiyah Lahirkan Nakhoda Baru