Data Survei untuk Penguatan Kebijakan KIBBL di Pangkep (Bagian Pertama)

4 1 241
Gambar untuk Data Survei untuk Penguatan Kebijakan KIBBL di Pangkep (Bagian Pertama)
Yayasan Swadaya Mitra Bangsa (YASMIB Sulawesi) selaku mitra utama program USAID Madani di Pangkep menggelar fasilitasi diskusi terarah terkait hasil survei warga kepada pemangku kepentingan yang digelar pada Jumat (28/5/2021) di ruang pertemuan Bappeda Pangkep.

Karya Djusaib SP MSi, Kabid Sosbud Bappeda yang membuka diskusi mengemukakan kalau isu Kesehatan Ibu dan Bayi Baru Lahir (KIBBL) memiliki kaitan dengan stunting di mana Pangkep masih tergolong tinggi di Sulawesi Selatan. “Ini membutuhkan kerja ekstra untuk mencapai target di tahun 2026 sesuai arahan Bupati Pangkep agar Pangkep bebas dari isu ini,” ujarnya. Sebelum menyerahkan jalannya dialog ke M Hidayat, Pak Karya, demikian ia disapa mengimbau kepada peserta untuk aktif berdiskusi terkait isu KIBBL.

Selanjutnya pemaparan hasil survei melalui slide, Haniah, salah satu surveyor dari SB Mabaca menerangkan tujuan survei untuk memperoleh umpan balik dari masyarakat mengenai situasi layanan publik terkait isu tematik di daerah dan juga proses identifikasi arahan kebijakan dengan situasi layanan, selain tentunya mendapatkan informasi primer dari masyarakat.

M Hidayat, dari YASMIB Sulawesi sekaligus Koordinator Program Madani Pangkep kembali mengungkapkan jika data yang diperoleh dapat digunakan sebagai dasar untuk penajaman Rencana Aksi Tematik (RAT) dalam mengadvokasi pemerintah daerah untuk peningkatan pelayanan KIBBL. “Pemaparan hasil survei ini merupakan desiminasi atau penyebaran informasi yang telah didapatkan kepada pemangku kebijakan di Pangkep,” ujarnya kemudian.

Survei ini sendiri melibatkan SB Mabaca sebagai surveyor yang mulai turun ke lapangan pada 5 hingga 14 Mei 2021 dengan mengambil sampel di Desa Mattiro Sompe dan Mattiro Matae di Liukang Tupabbiring, Desa Bantimurung di Tondong Tallasa, Coppo Tompong di Mandalle, Kelurahan Sibatua, Tekolabbua, Anrong Appaka, dan Bonto Perak di Kecamatan Pangkajene.

Diskusi yang berlangsung selama kurang lebih dua jam ini turut dihadiri sejumlah OPD di antaranya Dinas Kesehatan, DPMD, DPPKB, juga hadir dari Puskesmas Bantimala, Mandalle, dan Bonto Perak. Secara bergantian peserta diskusi tampil mengemukakan pendapat. Hasanuddin, Kabid Makro Bappeda menyoroti ketimpangan pelayanan di darat dengan pulau, ia mengapresiasi penjelasan Hj Murni, Kabid Kesehatan Masyarakat Dinkes Pangkep yang membangun kerjasamaa dengan pihak rumah sakit di Sumbawa, NTT berupa program rumah singgah.

Namun, ia menilai kalau rumah singgah tidak bisa menjadi acuan sebagai solusi final mengingat ada kendala tersendiri. “Perlu dilakukan pelayanan terfokus dengan memilih pulau yang letaknya strategis sebagai pusat melahirkan bagi masyarakat pulau terluar. Ini tentu berat tetapi perlu terus diupayakan,” usulnya.

Sumarni, Kepala Puskesmas Bantimala mengeluhkan fasilitas air bersih, medan hingga jaringan telepon. “Kalau kami sudah masuk di pintu Puskesmas berarti selamat tinggal dunia luar,” ucapnya yang disambut tawa oleh peserta. Apa yang diungkapkannya menyangkut buruknya jaringan selular di wilayah pegunungan. Ini isu lain yang muncul dalam diskusi. Tetapi, ia tegaskan bila sistem rujukan sulit dilakukan dengan menelpon terlebih dahulu dan kondisi pasien sudah darurat maka kami jalan saja. “Nanti di perjalanan berurusan dengan pihak rumah sakit,” tukasnya.

Di tempat terpisah usai diskusi melalui sambungan telepon, Nawir Sikki, Senior FC USAID Madani Sulsel menyampaikan tiga poin penting. Pertama, hasil survei ini bisa menjadi data untuk penyusunan–penyempurnaan penggodokan RPJMD. Kedua, data survei dan hasil diskusi bisa dijadikan rencana tindak lanjut realisasi standar pelayanan terkait KIBBL. Ketiga, apresiasi atas kerja OMS sehingga program Madani di Pangkep bisa dilanjutkan hingga tahun 2023 supaya bisa melahirkan model reflikasi untuk kebijakan Pemda dengan mengedepankan topografi wilayah di Pangkep yang dikenal tiga dimensi (laut, gunung, daratan).

  1 Komentar

Tulis komentarmu...

Fitur baru Rekomendasi video

Other Posts

Terkait

Terbaru


Terpopuler

  1. ECO.J, Juara 1 Anugerah Inovasi & Penelitian 2021


Komentar Terbanyak

  1. 7
    Komentar
  2. 6
    Komentar

    ECO.J, Juara 1 Anugerah Inovasi & Penelitian 2021

  3. 4
    Komentar
  4. 2
    Komentar